Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengetahuan, Sikap, Zat Pengawet, Pewarna Berbahaya Terhadap Tindakan Siswa dalam Pemilihan Jajanan di SMP Chatrine Virginia Tamara; Febriantika Febriantika
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.293 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i11.12096

Abstract

Jajanan anak sekolah sangat beragam jenisnya, dapat berupa makanan dan minuman. Kebiasaan orang tua yang tidak menyediakan bekal dan memberi uang jajan kepada anak-anaknya sudah berlangsung sejak lama. Meskipun di sekolah ada kantin sekolah, banyak anak-anak sekolah yang jajan sembarangan dan membeli makanan dan minuman jajanan dari pedagang pangan jajanan yang menjajakan dagangannya di sekitar sekolahnya. Sampai saat ini tingkat keamanan jajanan anak sekolah memprihatinkan. Penyalahgunaan bahan kimia berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin B, dan methanil yellow. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap tentang zat pengawet dan pewarna berbahaya terhadap tindakan siswa kelas VIII dalam pemilihan makanan jajanan di SMP Methodist Tanjung Morawa, 2016. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan desain cross sectional dan teknik sampel yang digunakan dalam penelitian dengan jumlah sampel sebanyak 51 siswa yang dipilih dengan cara systematic sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakakan meliputi analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan pengetahuan tentang zat pengawet dan pewarna berbahaya terhadap tindakan siswa kelas VIII dalam pemilihan makanan jajanan di SMP Methodist Tanjung Morawa, 2016 dengan nilai p 0,024 dan adanya sikap tentang zat pengawet dan pewarna berbahaya terhadap tindakan siswa kelas VIII dalam pemilihan makanan jajanan di SMP Methodist Tanjung Morawa, 2016 dengan nilai p 0,002.
PENANAMAN POHON MATOA DAN SEMPUR DI BANTARAN PINGGIRAN SUNGAI DESA SUKA MAKMUR KECAMATAN SIBOLANGIT Nuri Ramadhan; Hendra Hendra; Emy Hariati; Leni Malinda; Nurbaity Situmorang; Wahyu Hidayat; Dewi Novina Sukapiring; Nizmi Putri; Febriantika Febriantika; Chatrine Virginia Tamara
Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/jppm.v4i2.1264

Abstract

Community service activities for lecturers are an effort to carry out one of the tri dharma tasks of higher education. This service activity aims to educate the public about the importance of protecting the environment around river basins by planting productive trees. In addition, the community can also understand the importance of reforestation to restore natural conditions, especially river banks which will be damaged due to natural and human factors. The implementation of this community service activity was carried out by providing an open green space for the elderly and the local community on May 28 2022 in the riverbank area of ​​Jl. Letjen Jamin Ginting Km 45 Gelora Kasih GBKP 100 Year Jubilee Park Complex, Suka Makmur Village, Sibolangit District, Deli Serdang Regency, North Sumatra Province. This Community Service is very beneficial for the elderly who are in the area where the tree is planted. This greening culture must be familiarized from an early age through the practice of planting trees. By frequently planting trees, it is hoped that it can increase people's awareness and love for preserving and protecting the environment, especially watersheds. With this Community Service activity, it is hoped that it will help the community to realize the importance of protecting the environment. The expected output targets from this activity are, First, provide an open green space for the elderly and the local community. Second, growing the local community's economy from the production of matoa and simpur tree seeds. Third, Improving the welfare of the surrounding community and the elderly.