Dian Anggraeni
Ilmu Pertanian, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Bisnis Perbenihan Padi di Provinsi Banten Dadang Sutisna; Aliudin Aliudin; Dian Anggraeni
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.971 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i10.12909

Abstract

Provinsi Banten merupakan salah satu provinsi yang memiliki produksi padi tinggi di Indonesia. Tingginya jumlah produksi dan luas lahan pertanian untuk padi mendorong tingginya kebutuhan benih padi bersertifikat. Disisi lain, produksi benih padi di Provinsi Banten berfluktuasi dan belum mencukupi kebutuhan benih padi bagi petani. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis factor internal dan eksternal bisnis perbenihan padi dan strategi bisnis perbenihan padi di Provinsi Banten. Penelitian dilaksanakan di Provinsi Banten pada bulan Februari sampai dengan april 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey yang bersifat deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah populasi dari penelitian ini adalah produsen benih padi di Provinsi Banten yang berjumlah 112 produsen. Sampel diambil dengan cara Proporsional Simple Random Sampling menggunakan rumus Cochran sejumlah 21 produsen. Analisis data yang digunakan adalah analisis strategi SWOT matriks IFAS dan EFAS. Hasil penelitian berdasarkan IFAS harga benih lebih tinggi dibanding harga gabah konsumsi, tersedianya sarana dan prasarana yang memadai dan memenuhi syarat, hasil produksi benih yang baik, intensifnya pembinaan produsen benih padi melalui petugas Pengawas Benih Tanaman, dan Pengalaman berusaha tani padi yang sudah cukup lama menjadi factor kekuatan. Permodalan Terbatas, terbatasnya tenaga kerja ahli yang mampu melakukan seleksi tanaman, sarana dan prasarana pengolah benih masih kurang, dan hanya memproduksi beberapa varietas benih menjadi factor kelemahan.