Enok Wartika, Enok
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Panggung

Pembelajaran Seni Budaya Indonesia dalam Nuansa Interkultural Program Internasional “Darmasiswa” di Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung Wartika, Enok; Heriyawati, Yanti
PANGGUNG Vol 24, No 3 (2014): Identitas dalam Bingkai Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v24i3.121

Abstract

ABSTRACT STSI Bandung is one of the higher education institutions participating in the government’s pro- gram of international cultural promotion “Darmasiswa”. “Darmasiswa” is a program of cultural di- plomacy aims at improving cooperation with countries which have diplomatic relationships with Indo- nesia and promoting good image of Indonesia among people of other countries. This paper is a study of transfer process of art learning in the cultural diversity of the “Darmasiswa” participants. This study used a qualitative approach with the case study method. The complexities of multicultural interac- tion are found in the process. Those complexities include trans-cultural communication, international communication and cross-cultural communication. Multicultural arts learning process is delivered in a variety of learning methods. Attractiveness and uniqueness of the art teaching materials  is a force that can help to bridge any cultural differences among the participants of the international student program. Keywords: darmasiswa, intercultural communication, promotion, culture    ABSTRAK STSI Bandung merupakan salah satu lembaga pendidikan tinggi yang berpartisipasi dalam program promosi budaya internasional pemerintah “Darmasiswa”. “Darmasiswa” adalah pro- gram di bawah  diplomasi kebudayaan yang tujuannya untuk lebih meningkatkan hubungan kerja antar negara, sekaligus guna menanamkan image yang baik tentang Indonesia di mata dunia. Tulisan ini merupakan hasil penelitian terhadap   proses penyelenggaraan program “Darmasiswa” dalam mentransfer pembelajaran seni Indonesia yang pesertanya memiliki ke- beragaman latar belakang budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Di dalam prosesnya ditemukan hal menarik yaitu kompleksitas interaksi multikultural  di antaranya; komunikasi interkultural, komunikasi internasional, dan komu- nikasi lintas budaya. Proses pembelajaran seni bernuansa multikultural ini telah memadukan berbagai metode pembelajaran. Daya tarik dan keunikan materi ajar kesenian,  diharapkan mampu membantu  menjembatani segala perbedaan budaya di antara mahasiswa internasi- onal. Kata kunci: Darmasiswa, komunikasi interkultural, promosi, budaya
Model Rekam Jejak Ritual Ngabubur dalam Film Dokumenter Heriyawati, Yanti; Wartika, Enok; -, Apip
PANGGUNG Vol 23, No 4 (2013): Membaca Tradisi Kreatif, Menelisik Ruang Transendental
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v23i4.151

Abstract

ABSTRACT This study describes how the ngabubur ritual is represented into a documentary film. The factual data of Ngabubur ritual is collected through ethnographic methods. In terms of methods, the film was made through some stages: designing, researching, shooting, editing and finishing. Ngabubur is an annual ritual of Rancakalong society as a form of Sukur Bumi, an act of gratitude from agricultural products that have been enjoyed by the community. The Film narrative is based on the actual event structures. The meaning given to the film is greatly influenced by the propriety and authenticity of its images. Keywords: documenter film, ngabubur, etnografi, and narrative  ABSTRAK Ritual ngabubur direpresentasi ke dalam bentuk film dokumenter. Data faktual ritual ngabubur dikumpulkan melalui metode etnografi. Secara metodis film dibuat melalui tahap perumusan design, research, shooting, editing, dan finishing. Ngabubur merupakan ritual tahun- an masyarakat Rancakalong sebagai bentuk sukur bumi, wujud syukur dari hasil bumi yang telah dinikmati oleh masyarakat. Naratif film dibuat berdasarkan struktur peristiwanya. Pemaknaan filmnya sangat dipengaruhi oleh kebenaran citra dan keotentikan dalam pe- nyajiannya. Kata kunci: film dokumenter, ngabubur, etnografi, dan naratif
Penerapan Gaya Ekspositori Dalam Karya Film Dokumenter “Bandung City Of Heritage” Wartika, Enok; Apip, Apip
PANGGUNG Vol 33 No 2 (2023): Ideologi, Identitas, dan Kontekstualitas Seni Budaya Media
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i2.2621

Abstract

Film adalah sebuah karya seni dalam bentuk media rekam yang merepresentasikan realitas sosial dan merupakan salah satu media massa yang memiliki efek kuat pada apresiatornya. Teknik dan prinsif yang diterapkan pada film telah memberi kekuatan untuk bercerita, mengeksresikan emosi dan menyampaikan ide dalam bingkai audio visual. Dokumenter merupakan salah satu genre film yang kontenya mengungkap fakta-fakta di mana sajiannya fokus pada subjeksubjek tertentu, misalnya; ilmu pengetahuan, perjalanan, budaya, sejarah, lingkungan alam dan lingkungan sosial. Kedalaman riset dalam mengungkap data dan fakta telah menjadikan film dokumenter sebagai tontonan menarik karena tidak saja mampu memberi informasi, edukasi dan hiburan tetapi juga dapat memberikan pencerahan, memotivasi dan memberi solusi terhadap permasalahan yang ada di masyarakat. Film dokumenter “Bandung City of heritage”, merupakan karya dokumenter dengan beragam tema di dalamnya yaitu; perjalanan, sejarah, dan budaya. Kontennya mengungkap fakta bahwa Kota Bandung layak mendapat julukan sebagai “Kota Cagar Budaya” karena kekayaan warisan bangunan bersejarahnya yang melimpah. Gaya ekspositori diterapkan karena deskripsi menghantar perjalanan dokumentaris, mengungkap sejarah dan mengekspos keindahan warisan budayanya. Metode penelitian yang digunakan dalam riset dokumenter ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, studi pustaka dan tinjauan karya. Tujuan penelitian, mendesain karya audio visual berbasis riset sebagai salah satu wujud proses pewarisan nilai-nilai budaya yang menarik untuk diapresiasi dan dikunjungi. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah karya yang bisa dijadikan sebagai media promosi Kota Bandung agar dapat menjadi salah satu kota destinasi wisata budaya unggulan Indonesia yang membanggakan. Kata Kunci: Film, dokumenter budaya, Ekspositori, Bandung City of Heritage,