Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STOIKISME ERA MODERN DAN RELEVANSINYA DENGAN AJARAN ISLAM Yacintha Pertiwi; Rohimin Rohimin; Nelly Marhayati
Manthiq Vol 8, No 1 (2023): Mei
Publisher : Sekolah Pasca Sarjana IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mtq.v8i1.11241

Abstract

Abstract: This research aims to discuss modern-era Stoicism and its relevance to Islamic teachings. Through  Research Library  this, the author uses a cognitive psychology approach and a philosophical approach model on actual problems, as well as using methods  Content Analysis . The results of this study show that the concept of modern-era Stoicism is very relevant to the modern-contemporary century and there are several similar relationships, namely self-control and emotion. This research concludes that Apatheia from modern-era Stoicism and Tawasudh (Zuhud) from Islam meet at the same estuary namely the need to control oneself and emotions in humans in accepting and dealing with every problem of life in front of him.Keywords: Stoicim, Modern-Era, Islamic Teachings Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk membahas Stoikisme era modern dan relevnasinya dengan ajaran-ajaran Islam. Melalui Library Research ini, penulis menggunakan pendekatan psikologi kognitif dan model pendekatan filosofis mengenai masalah aktual, serta menggunakan metode Content Analysis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep Stoikisme era modern sangat relevan dengan abad modern-kontemporer dan terdapat beberapa hubungan yang sama, yaitu kendali diri dan emosi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Apatheia dari Stoikisme era modern dan Tawasudh (Zuhud) dari Islam bertemu di muara yang sama yaitu perlunya mengendalikan diri dan emosi pada manusia dalam menerima dan menghadapi setiap problematika kehidupan di hadapannya.Kata Kunci: Stoikisme, Era Modern, Ajaran Islam
Sanksi Adat terhadap Pembatalan Pertunangan pada Masyarakat Lembak di Kota Bengkulu Perspektif ‘Urf Ongki Hosen; Rohimin Rohimin; Nenan Julir
QIYAS: JURNAL HUKUM ISLAM DAN PERADILAN Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/qys.v11i1.7341

Abstract

Abstracts: This study analyzes the customary sanctions against the cancellation of engagement in the lembak community in the city of Bengkulu from the perspective of 'urf. In its implementation, the researcher found that there is a cancellation of engagement in the lembak community, with the accompanying customary sanctions adjusted to the reason or cause of the cancellation of the engagement. This research is a field research, which is descriptive qualitative. Descriptive qualitative research is a method used to examine a phenomenon in the field. Based on the results of the research, the author found that if the cancellation of the engagement is carried out by the female party, the customary sanction applied is to return the hantaran money twice as much as that given by the male party, and if the cancellation is carried out by the male party, the hantaran money is forfeited or not returned. However, this research found certain reasons that led to the cancellation of the engagement. According to 'urf, the application of sanctions for the cancellation of engagement in the lembak community in the city of bengkulu is in accordance with 'urf shahih, This is because the sanction is an accepted custom in the community, does not contradict the nash (verses of the Qur'an and hadith), brings benefit, and does not cause harm.Keywords: engagement, lembak community and Bengkulu city. Abstrak : Penelitian ini menganalisis tentang sanksi adat terhadap pembatalan pertunangan pada masyarakat lembak di kota bengkulu perspektif ‘urf. Dalam implementasinya, peneliti menemukan bahwa terdapat pembatalan pertunangan pada masyarakat lembak, dengan sanksi adat yang menyertainya disesuaikan dengan alasan atau sebab terjadinya pembatalan pertunangan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research), yang bersifat deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif merupakan metode yang digunakan untuk meneliti suatu fenomena di lapangan. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menemukan bahwa apabila pembatalan pertunangan dilakukan pihak perempuan maka sanksi adat yang diberlakukan adalah dengan mengembalikan uang hantaran sebanyak dua kali lipat dari yang telah diberikan oleh pihak laki-laki, dan apabila pembatalan dilakukan pihak laki-laki maka, uang hantaran menjadi hangus atau tidak dikembalikan. Namun dalam penelitian ini ditemukan alasan-alasan tertentu yang menyebabkan terjadinya pembatalan pertunangan. Menurut ‘urf, perihal penerapan sanksi pembatalan pertunangan pada masyarakat lembak di kota bengkulu sudah sesuai dengan ‘urf shahih, karena Sanksi tersebut merupakan kebiasaan yang diterima di masyarakat, tidak bertentangan dengan nash (ayat Al-Qur'an dan hadis), membawa kemaslahatan, serta tidak menyebabkan mudarat.Kata kunci: Pertunangan, masyarakat lembak dan kota Bengkulu.