Nia Dewi Mayakania, Nia Dewi
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Internalisasi Nilai-nilai Pendidikan Karakter melalui Kakawihan Kaulinan Barudak Buhun di Komunitas ‘Hong’ Bandung Mayakania, Nia Dewi
PANGGUNG Vol 23, No 4 (2013): Membaca Tradisi Kreatif, Menelisik Ruang Transendental
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v23i4.156

Abstract

ABSTRACT This paper discusses educative values in Kakawihan Kaulinan Barudak Buhun (KKBb) based on analysis which refers to aspects of musical, language and literature, and games, meanwhile the process of values internalization within KKBb is implemented through habituating which refers to three components: knowing nature, culture and God. The research used qualitative method, collect- ing data through literature study, observation, interview, and analyzing documents. The purposes of the research are: a) to resocialize KKBb; and b) to be another alternative of learning process either in the formal, informal, or non-formal education, as one of character educational models which is based on aesthetic and ethic. The result of the research shows that children’s games which are accompanied with song may develop children’s characters to be an authoritarial person. Keywords: kakawihan kaulinan barudak buhun, character, and children    ABSTRAK Tulisan ini membahas nilai-nilai edukatif di dalam Kakawihan Kaulinan Barudak Buhun (KKBb) berdasarkan kajian yang bertumpu pada aspek musikal, aspek bahasa dan sastra, serta aspek permainan, sedangkan proses internalisasi nilai-nilai yang terkandung di dalam KKBb dilakukan melalui pembiasaan yang bertumpu pada 3 komponen yakni mengenal alam, budaya dan Tuhan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, pengumpulan data melalui studi pustaka, observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk a) mensosialisasikan kembali KKBb; dan b) dapat dijadikan sebagai suatu alternatif lain dalam proses pembelajaran di wilayah pen- didikan formal, informal, maupun non-formal, sebagai salah satu model pendidikan karak- ter yang berbasis estetika dan etika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan anak yang disertai nyanyian dapat menumbuhkan karakter anak menjadi sosok individu yang memiliki kepribadian. Kata kunci: kakawihan kaulinan barudak buhun, karakter, dan anak 
Internalisasi Nilai-nilai Pendidikan Karakter melalui Kakawihan Kaulinan Barudak Buhun di Komunitas ‘Hong’ Bandung Mayakania, Nia Dewi
PANGGUNG Vol 23, No 4 (2013): Membaca Tradisi Kreatif, Menelisik Ruang Transendental
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.41 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v23i4.156

Abstract

ABSTRACT This paper discusses educative values in Kakawihan Kaulinan Barudak Buhun (KKBb) based on analysis which refers to aspects of musical, language and literature, and games, meanwhile the process of values internalization within KKBb is implemented through habituating which refers to three components: knowing nature, culture and God. The research used qualitative method, collect- ing data through literature study, observation, interview, and analyzing documents. The purposes of the research are: a) to resocialize KKBb; and b) to be another alternative of learning process either in the formal, informal, or non-formal education, as one of character educational models which is based on aesthetic and ethic. The result of the research shows that children’s games which are accompanied with song may develop children’s characters to be an authoritarial person. Keywords: kakawihan kaulinan barudak buhun, character, and children    ABSTRAK Tulisan ini membahas nilai-nilai edukatif di dalam Kakawihan Kaulinan Barudak Buhun (KKBb) berdasarkan kajian yang bertumpu pada aspek musikal, aspek bahasa dan sastra, serta aspek permainan, sedangkan proses internalisasi nilai-nilai yang terkandung di dalam KKBb dilakukan melalui pembiasaan yang bertumpu pada 3 komponen yakni mengenal alam, budaya dan Tuhan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, pengumpulan data melalui studi pustaka, observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk a) mensosialisasikan kembali KKBb; dan b) dapat dijadikan sebagai suatu alternatif lain dalam proses pembelajaran di wilayah pen- didikan formal, informal, maupun non-formal, sebagai salah satu model pendidikan karak- ter yang berbasis estetika dan etika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan anak yang disertai nyanyian dapat menumbuhkan karakter anak menjadi sosok individu yang memiliki kepribadian. Kata kunci: kakawihan kaulinan barudak buhun, karakter, dan anak 
PENERAPAN AJEN ATIKAN UNTUK ANAK-ANAK KOMUNITAS HONG MELALUI SENI KAKAWIHAN KAULINAN BARUDAK BUHUN DALAM UPAYA MEMBINA KESALEHAN BUDAYA Mayakania, Nia Dewi
Sosio Religi: Jurnal Kajian Pendidikan Umum Vol 14, No 1 (2016): JURNAL KAJIAN PENDIDIKAN UMUM
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/sosio religi.v14i1.5562

Abstract

The study is motivated by many indicators that show the moral degradation of the  children. This phenomenon was anticipated by Komunitas Hong to instill ajen atikan through Kakawihan Kaulinan Barudak Buhun (KKBb). The results showed that in the socio-cultural context, KKBb has a dominant function in building a human life. Practically, the ajen atikan internalization process is based on the concept of Komunitas Hong; knowing the nature, the culture, and the God. The KKBb’s values is thought through habituation and exemplary system. While the ajen atikan internalization strategies made through efforts to activate the affective domain, to foster positive behavior repeatedly, and the transfer of value in a certain way. As for ajen atikan (moral values) that learned revolves around the planting ajen atikan which is essentially virtues. Basically, the  values are the hidden curriculum that is integrated directly in the whole element of KKBb.
KIPRAH NANANG SUHARA DI DUNIA WAYANG GOLEK Jabbaril, Gibran Ajib; Mayakania, Nia Dewi; Ruswandi, Tardi
Jurnal Budaya Etnika Vol. 3 No. 2 (2019): Artefak Budaya Arkais dan Kontemporer : dari Ulos Hingga Seni Digital
Publisher : Institute of Indonesia Arts and Culture (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/be.v3i2.1121

Abstract

ABSTRAKSkripsi ini adalah hasil penelitian tentang Kiprah Nanang Suhara Di Dunia Wayang Golek. Nanang Suhara berkiprah di Kampung Kreatif Dago Pojok, Kelurahan Dago Kecamatan Coblong Bandung. Adapun penelitian ini melibatkan sejumlah narasumber khususnya narasumber utama yaitu Nanang Suhara dan beberapa narasumber sekunder yakni Rahmat Jabaril, Sutina, Mang Udin, dan Ika Ismurdyahwati. Masalah inti yang diangkat dilatarbelakangi oleh keberhasilan Nanang Suhara di dalam menata, memberdayakan potensi masyarakat yang ada di Dago Pojok, dan mengembangkan potensi Kampung Kreatif Dago Pojok sebagai salah satu aset wisata di kota Bandung. Pertanyaan penelitian yang dikemukakan adalah (1) Bagaimana Kiprah Nanang Suhara di Kampung Kreatif Dago Pojok?.Untuk menjawab dua pertanyaan tersebut, penulisan akan dianalisis dengan menggunakan teori motivasi atau kebutuhan dasar dari Abraham Maslow dengan metode penelitian yaitu deskriptif kualitatif dan pendekatan fenomenologis. Adapun pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Proses analisis data dilakukan melalui reduksi data, display data, dan konklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nanang Suhara berperan aktif di dalam membangun, menata, dan mengembangkan Kampung Kreatif Dago Pojok. Melalui kiprahnya di Kampung Kreatif di Dago Pojok, kampung ini semakin hari semakin berkembang dan banyak dikunjungi oleh wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. Faktor pendorong di dalam upaya ini berupa faktor-faktor yang muncul dari dalam (bersifat intern) dan dari luar (bersifat ekstern). Faktor-faktor ini pada dasarnya menjadi stimulus terhadap perkembangan Kampung Kreatif di Dago Pojok. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan kepada pihak terkait agar Kampung Kreatif di Dago Pojok ini mendapat perhatian yang serius untuk keberlangsungannya di masa yang akan datang.Kata Kunci: Kiprah, Wayang Golek, Kampung Kreatif Dago Pojok.ABSTRACTThis thesis is the result of the research Nanang Suhara in the Wayang Golek world. Nanang Suhara is aactive in Dago Pojok Creative Village, Dago village, Coblong District, Bandung. The main resourche persons are Nanang Suhara and several secondary sources is Rahmat Jabaril, Sutina, Mang Udin, and Ika Ismurdyahwati. The core problem raised was motivated by the success of Nanang Suhara in managing, empowering the potential of the people in Dago Pojok, and developing the potential of Kampung Kreatif Dago Pojok as one of the tourism assets in Bandung city. The research questions raised are (1) How is the Way of Nanang Suhara in Wayang Golek? To answer these two questions, the writing will be analyzed by using the theory of motivation or basic needs from Abraham Maslow with research methods namely qualitative descriptive and phenomenological approaches. The data collection is done through observation, interviews, and document analysis. The process of data analysis is done through data reduction, data display, and conclusion. The results showed that Nanang Suhara are active role in developing, managing and developing Kampung Kreatif Dago Pojok. Through his work in Kampung Kreatif Dago Pojok, this place is increasingly growing and visited by many domestic and foreign tourists. The driving factors in this effort are arise from within internal and external. These factors basically become a stimulus for the development of Kampung Kreatif in Dago Pojok. Based on the results of the study was suggested to related parties that the Kampung Kreatif Dago Pojok should get serious attention for sustainability in the future.Keywords: Gait, Wayang Golek, Dago Corner Creative Village.