Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENDEKATAN KEPADA LANSIA DENGAN PENGARUH PEMBERIAN JUS BUAH NAGA MERAH KEPADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MENTARAU KOTA BATAM Trisya Yona Febrina; Didi Yunaspi; Dewi Parsita Sentiani; Nisa Nur Qomariah; Khanza Aqila; Alya Fazirah
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2: Juli 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v3i2.6011

Abstract

Diabetes melitus adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh peningkatan kadar gula dalam darah (hiperglikemi) akibat kekurangan hormon insulin yang relatif jumlahnya cukup atau sedikit. Buah naga merah memiliki kandungan menghambat penyerapan glukosa di GLUT 2 dan menyebabkan transporter mayor glukosa pada usus menurun sehingga menyebabkan kadar glukosa dalam darah turun dan dapat mencegah terjadinya diabetes melitus. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk mengetahui pengaruh jus buah naga merah terhadap kadar glukosa darah pada lansia Penderita diabetes melitus di Puskesmas Mentarau Kota Batam kepada 30 orang lansia. Hasilnya didapatkan rata-rata kadar gula dalam darah lansia Diabetes Melitus sebelum diberikan Jus buah naga merah adalah 250mg/dl dan kadar gula darah terendah 100mg/dl dan tertinggi 280mg/dl. Dan rata-rata gula dalam darah lansia Diabetes Melitus Setelah diberikan Jus buah naga merah adalah 125mg/dl dan kadar gula darah terendah 100mg/dl dan tertinggi 150 mg/dl. Terdapat perbedaan yang signifikan kadar gula dalam darah pada lansia Diabetes Melitus Di Puskesmas Mentarau Kota Batam. Kesimpulan: pemberian Jus buah naga merah dapat menurunkan kadar gula dalam darah pada lansia Diabetes Melitus di Puskesmas Mentarau Kota Batam
HIPERTENSI DAN TERAPI SENAM PADA LANSIA DI PUSKESMAS SUNGAI PANAS Trisya Yona Febrina; Didi Yunaspi, Made Tantra Wirakesuma, Mawardi Badar
JOURNAL OF COMMUNITY DEDICATION Vol. 4 No. 1 (2024): Journal of Community Dedication
Publisher : Adiba Aisha Amira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hypertension/High blood pressure is a condition where blood pressure is higher than normal, or is often called high blood pressure. Hypertension is an increase in systolic blood pressure of more than 140 mmHg or more and diastolic of more than 90 mmHg or more. This has an impact on the blood vessels of older people who are susceptible to hypertension. One way to overcome this problem is to do exercise as a non-pharmacological therapy. Tera gymnastics is a combination of breathing exercises and body movements. This counseling aims to determine the impact of therapeutic exercise on reducing blood pressure in elderly people suffering from hypertension at the Sungai Panas Health Center. Activities show that 80% of elderly people's knowledge about hypertension is good, 65% of elderly people have a positive attitude towards hypertension. This shows that the elderly have good knowledge and a positive attitude.
Edukasi Pencegahan Demam Berdarah Dengue pada Siswa SD Negeri 008 Bengkong, Kota Batam Trisya Yona Febrina; Teuku Eltrikanawati; Made Tantra Wirakesuma; Alfitri Alfitri
Jurnal Pengabdian Negeri Vol. 3 No. 2 (2026): Juni, 2026
Publisher : CV. Austronesia Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69812/jpn.v3i2.273

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di wilayah tropis, termasuk Kota Batam, sehingga edukasi pencegahan sejak usia sekolah penting dilakukan untuk memperkuat pemahaman mengenai penularan dan pengendalian vektor. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi pencegahan DBD dan mendeskripsikan pemahaman siswa SD Negeri 008 Bengkong setelah mengikuti penyuluhan. Kegiatan dilaksanakan pada 30 April 2026 dengan melibatkan 53 siswa. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, media audiovisual, tanya jawab, yel-yel, dan aktivitas interaktif. Materi yang diberikan mencakup pengertian DBD, karakteristik nyamuk Aedes aegypti, gejala, cara penularan, serta langkah pencegahan melalui 3M dan 3M Plus. Evaluasi dilakukan secara deskriptif melalui observasi keterlibatan peserta dan tanya jawab lisan pada akhir kegiatan. Hasil menunjukkan seluruh peserta mengikuti kegiatan dan sebagian besar mampu menjelaskan kembali pengertian DBD, ciri nyamuk Aedes aegypti, gejala utama, serta langkah pencegahan melalui 3M. Penggunaan media audiovisual dan aktivitas interaktif membantu mempertahankan perhatian peserta ketika konsentrasi menurun. Namun, karena kegiatan tidak menggunakan pre-test, post-test terstandar, kelompok pembanding, maupun evaluasi tindak lanjut, hasil tidak dapat ditafsirkan sebagai bukti peningkatan pengetahuan atau perubahan perilaku. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi DBD berbasis sekolah layak digunakan sebagai upaya promotif-preventif dan dapat menjadi dasar pengembangan program berkala dengan evaluasi yang lebih terukur, sistematis, dan berkelanjutan. Keterlibatan guru dan penggunaan metode yang sesuai karakteristik siswa menjadi unsur untuk mendukung keberlanjutan edukasi. Program selanjutnya disarankan menggunakan pengukuran sebelum dan sesudah kegiatan serta tindak lanjut agar perubahan pengetahuan, retensi informasi, dan praktik pencegahan dapat dinilai secara objektif.