Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

EFEKTIFITAS ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN TERAPI MANDI AIR HANGAT DALAM MENGATASI GANGGUAN POLA TIDUR PADA LANSIA Eltrikanawati T.
Jurnal Ilmiah Cerebral Medika Vol. 3 No. 2 (2021): JURNAL ILMIAH CEREBRAL MEDIKA
Publisher : Akper Kesdam I/Bukit Barisan Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53475/jicm.v3i2.81

Abstract

Everyone has a sleep-wake cycle that is usually done to determine when the right time to sleep. This time can be supported by light or sun during the day, eating habits and activities carried out as usual at certain times of the day. A person who has a sleep-wake pattern that shows more sleep quality and better performance than a person who has a changing sleep pattern. The purpose of implementing this care is to be able to overcome sleep pattern disorders experienced by the elderly with hypertension. The method used is a case study conducted based on the stages of care, including assessment, diagnosis, intervention, implementation and evaluation. The results of care by giving warm water therapy for six days showed that there was an increase in sleep time for one hour, when compared to the previous sleep. It is hoped that the elderly can apply this non-pharmacological therapy, one of which is the application of warm bath therapy in overcoming sleep pattern disorders. Key words: Sleep Pattern Disorders, Warm Bath Therapy, Elderly
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG MENOPAUSE LANSIA UNTUK MENJADIKAN LANSIA PRODUKTIF DI POSYANDU LANSIA Yulia Devi Putri; T Eltrikanawati; Anisya Selvia; Dedi Siska; Naimah
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 6: Nopember 2021
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v1i6.545

Abstract

Menopause merupakan keadaan dimana seorang perempuan tidak lagi mengalami menstruasi yang terjadi pada rentang usia 50 sampai 59 tahun. Berdasarkan hasil survey di Wilayah Kerja Puskesmas Sei. Panas pada 5 lansia sebagian dari lansia masih belum memiliki pengetahun yang cukup tentang menopause dan bagaimana cara mengahadapi perubahan fisik dan psikologis. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada lansia tentang menopause dan cara mengatasi akibat dari menopause serta menerima perubahan yang terjadi sehingga mengurangi kecemasan. Metode yang digunakan adalah diskusi dan demonstrasi dengan penyuluhan melalui media yang akan memudahkan untuk memperoleh informasi. Hasil dari pengabdian ini didapatkan bahwa dari 15 lansia yang mengikuti penyuluhan ini telah memahami tentang menopause dan cara mengatasinya. Dan dari 10 lansia (67%) lansia telah melakukan cara mengatasinya di rumah masing-masing. Diharapkan lansia dan keluarga yang merawat bisa menerapkan ilmu pengetahuan yang sudah diberikan.
Education on Fever Seizure Management for Toddlers and Children: Edukasi Penanganan Kejang Demam Pada Balita dan Anak T. Eltrikanawati; Trisya Yona Febrina
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.707 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang967

Abstract

Fever is a symptom of disease, if the symptoms of fever are not handled properly it can cause complications such as febrile seizures in toddlers and children. Febrile seizures are health problems that most often occur in toddlers and children, and will even recur. Febrile seizures are seizures that occur when the body temperature increases (38°C) caused by an extracranial process. It is important for parents to manage fever properly and appropriately. The purpose of this community service activity is to increase understanding and knowledge about fever management to prevent or control the occurrence of febrile seizures in toddlers and children to parents. The methods used include lectures, questions and answers, and demonstrations of handling fever that parents can do when their child is in a febrile seizure. The results of the activity showed that there was an increase in parental knowledge about how to deal with febrile seizures in toddlers and children by 10%. Abstrak Demam merupakan gejala penyakit, jika gejala demam tersebut tidak ditangani dengan baik maka dapat menimbulkan komplikasi seperti kejang demam pada balita dan anak. Kejang demam adalah masalah kesehatan yang paling sering terjadi pada balita dan anak, bahkan akan berulang. Kejang demam merupakan bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu 38°C) yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranium. Penting bagi orang tua untuk mengelola demam dengan benar dan tepat. Tujuan dilaksankannya kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang manajemen demam untuk mencegah atau mengontrol terjadinya kejang demam pada balita dan anak kepada orangtua. Metode yang digunakan meliputi ceramah, tanya jawab, dan demonstrasi penanganan demam yang dapat dilakukan orang tua saat anaknya dalam keadaan kejang demam. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan orang tua tentang cara mengatasi kejang demam pada balita dan anak meningkat sebesar 10%.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DAN KUALITAS HIDUP LANSIA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 Eltrikanawati T.; Larasuci Arini; Ilma Chantika
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 3 No. 2 (2020): JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR
Publisher : STIKes MERCUBAKTIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/jkm.v3i2.132

Abstract

ABSTRACT Diabetes mellitus is a non-communicable disease whose prevalence continues to increase in the world, both in developed and developing countries. Physical activity is also a major risk factor in triggering Diabetes Mellitus. This study aims to determine the relationship of physical activity with the quality of life of elderly people with type 2 diabetes mellitus. The research method used is descriptive analytic with cross sectional design. The sampling technique in this research is purposive sampling with 58 samples. The instrument used in this study was a GPAQ physical activity questionnaire and quality of life using a WHOQOL questionnaire. The statistical test used is the chi square test. The results showed the majority with low activity of 23 elderly (38.6%) and the quality of life of the majority of good elderly totaling 30 elderly (51.7%) obtained p value of 0.001 <0.05 then H0 is rejected and Ha is accepted and can be conclusions that there is a significant relationship between physical activity with the quality of life of elderly people with diabetes mellitus type II. As health workers are expected to provide education to the community, especially in the elderly about physical activity one of them is elderly exercise, because of good physical activity and regularly provide benefits for the body, especially for people with Diabetes Mellitus type 2. Keywords: Physical Activity; Quality of life; Elderly; Type 2 Diabetes Mellitus ABSTRAK Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus mengalami peningkatan didunia, baik dinegara maju maupun negara berkembang. Aktivitas fisik merupakan faktor resiko mayor dalam memicu terjadinya Diabetes Mellitus. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kualitas hidup lansia penderita diabetes mellitus tipe 2. Metode penelitan yang digunakan yaitu Deskriptif Analitik dengan rangcangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 58 sampel. Instrumen yang digunakan adalah koesioner aktivitas fisik GPAQ dan kualitas hidup menggunakan koesioner WHOQOL. Uji statistik yang digunakan ialah chi square test. Hasil penelitian didapatkan mayoritas dengan aktivitas rendah sebanyak 23 lansia (38,6%) dan kualitas hidup lansia mayoritas baik berjumlah 30 lansia (51,7%) didapatkan nilai p value 0,001 < 0,05 maka H0 di tolak dan Ha diterima. Kesimpulannya adalah terdapat hubungan bermakna antara aktivitas fisik dengan kualitas hidup lansia penderita diabetes mellitus tipe 2 Sebagai tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya pada lansia mengenai aktivitas fisik salah satunya adalah senam lansia, karena aktivitas fisik yang baik dan teratur memberikan manfaat bagi tubuh, khususnya bagi penderita Diabetes Mellitus tipe 2. Kata Kunci: Aktifitas Fisik; Kualitas Hidup; Lanjut Usia; Diabetes Mellitus Tipe 2
The Blood Glucose Control And The Risk Of Diabetic Foot Ulcer In Type 2 Diabetes Mellitus Eltrikanawati T.
Science Midwifery Vol 10 No 2 (2022): April: Science Midwifery
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Uncontrolled diabetes mellitus can cause complications. One of the complications that is often encountered are diabetic foot ulcers. Diabetic foot ulcers are a common complication in people with Type 2 Diabetes Mellitus.The purpose of this study was to determine the relationship between blood glucose levels and the risk of diabetic ulcers in people with type 2 diabetes mellitus. Methods: This research is a type of analytical research used cross sectional design and Hypothesis test used Chi Square test. The results showed that from the results of the chi square statistical test, it was obtained that the value of = 0.000 (<0.05); OR= 4.2; 95%. The conclusion of the study showed that there was a significant relationship obtained from 52 people with type 2 diabetes mellitus, 17 respondents at risk of ulcers with uncontrolled blood glucose levels.The implication of this research is that it is hoped that health workers can schedule blood glucose level checks in type 2 Diabetes Mellitus patients and for Type 2 Diabetes Mellitus patients to be able to obediently control blood glucose levels to health services because regular blood glucose control can prevent complications of Type 2 Diabetes Mellitus, such as diabetic foot ulcers. Another very important factors about blood glucose control in people with diabetes mellitus for health workers is to pay more attention to adequate family support factor, psychological factor, social stigma factor, and cultural beliefs factor.
Edukasi Kesehatan Pola Hidup Bersih dan Sehat dalam Peningkatan Pengetahuan Siswa di SD Negeri 001 Batam Kota T. Eltrikanawati; Roza Erda; Mawardi Badar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 4 (2023): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i4.28

Abstract

Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kesehatan tentang perilaku pola hidup bersih dan sehat, khususnya kepada anak-anak usia dini di SD Negeri 001 Batam Kota agar dapat menjadi perilaku dan dilaksanakan pada kehidupan sehari-hari. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode berupa pemberian edukasi kesehatan dalam bentuk penyampaian materi dengan topik pola hidup bersih dan sehat menggunakan media alat peraga dan leaflet bergambar yang diberikan kepada siswa berjumlah 70 orang siswa, sehingga materi yang disampaikan mudah untuk dipahami. Adapun, kesimpulan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pemberian edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa-siswi SD Negeri 001 Batam Kota tentang pengetahuan pola hidup bersih dan sehat dengan menggunakan beberapa media pembelajaran siswa, sehingga pola hidup bersih dan sehat dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi agen perilaku kesehatan di lingkungan sekolah.
HEALTH LOCUS OF CONTROL DENGAN KEPATUHAN MENJALANI DIET PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 Dwitami, Meidiah; Eltrikanawati, T.; Pratiwi, Siska
Ensiklopedia of Journal Vol 6, No 3 (2024): Vol. 6 No. 3 Edisi 3 April 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v6i3.2360

Abstract

The majority of diabetes mellitus sufferers generally suffer from type 2 diabetes mellitus with around 90-95% of the total number of diabetes mellitus sufferers. The prevalence of diabetes mellitus has increased from year to year. Many people with diabetes mellitus have problems with adherence to diet. It is known that the level of compliance of patients with diabetes mellitus to carry out a diet is 65% but only 19% of patients comply with it. The purpose of this study was to determine the relationship of health locus of control to diet compliance in patients with type 2 diabetes mellitus in the working area of Sei Langkai Community Health Centre, Batam City. This type of research is quantitative with Cross Sectional approach method. This study used purposive sampling technique with a sample of 65 patients with type 2 diabetes mellitus in the working area of the Sei Langkai Health Centre, Batam City. The results showed that patients with type 2 diabetes mellitus in the working area of the Sei Langkai Health Centre, Batam City mostly had low health locus of control with 28 people (43.1%) not obedient to undergo a diet. The results of the chi-square test obtained a p-value of 0.000 <α 0.05. The conclusion of this study is that there is a relationship between health locus of control and diet compliance in patients with type 2 diabetes mellitus in the working area of the Sei Langkai Health Centre, Batam City.
PENGARUH HYPNOBREASTFEEDING TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS DI TPMB ATLANTIKA KOTA BATAM TAHUN 2023 Trianasari, Gita; Putri, Mona Rahayu; Eltrikanawati, T.
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Vol : 3 No : 1 (2024 ) : Periode Januari 2024
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v3i1.3262

Abstract

Masalah pengeluaran ASI pada ibu nifas dapat disebabkan oleh berkurangnya rangsangan hormon oksitosin. Kondisi ini dapat mempengaruhi proses laktasi. cara kerja hormon oksitosin dipengaruhi oleh kondisi psikologi di Asia Tenggara sendiri tingkat pemberian ASI eksklusif di Indonesia sebanyak 35,73%, Desain Quasi Exsperimental yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pretest Posttest Nonequivalent Kontrol Group Design populasi target dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas di TPMB Atlantika tahun 2023 pada bulan Agustus-September yaitu berjumlah 30 ibu nifas Sampel adalah objek yang diteliti. Sampel harus memiliki sifat representative artinya populasi sesuai dengan kriteria inklusi, hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat perbedaan yang ditunjukkan pada pengaruh hypnobreastfeeding terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu nifas dengan intervensi dan kontrol menunjukkan bahwa nilai Asymp.Sig (2-tailed) adalah 0.000. Dengan hasil tersebut maka a 0.05, maka H0 ditolak karena H0 ditolak maka Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh Hypnobreastfeeding terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu Nifas Di TPMB Atlantika Kota Batam Tahun 2023. Terdapat perbedaan rata-rata produksi ASI pada kelompok Intervensi (105.00) dan kelompok Kontrol (16.667). Saran Diharapkan menambah pengetahuan dan wawasan ibu akan cara melakukan Hypnobreastfeeding di rumah sehingga produksi ASI ibu nifas meningkat dan kebutuhan ASI bayi terpenuhi.
Edukasi Hipertensi dan Pelatihan Pengukuran Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi dalam Upaya Peningkatan Perilaku Kontrol Tekanan Darah di Rumah Eltrikanawati, T.; Gultom, Yosi Melinda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 2 (2024): April
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i2.818

Abstract

Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kesehatan tentang penyakit hipertensi, khususnya kepada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Buntung Kota Batam agar dapat meningkatkan pengetahuan sehingga bertambah kesadaran diri akan pentingnya kontrol tekanan darah bagi penderita hipertensi di rumah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode berupa pemberian edukasi kesehatan dan pengukuran tekanan darah dalam bentuk penyampaian materi dengan topik hipertensi dan penanganannya, serta dilakukannya pengukuran tekanan darah secara langsung dengan menggunakan media powerpoint, leaflet bergambar yang diberikan kepada 25 orang penderita hipertensi dan keluarga, sehingga materi yang disampaikan mudah untuk dipahami, sekaligus pengukuran tekanan darah secara langsung. Adapun, kesimpulan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pemberian edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Buntung tentang pengetahuan hipertensi dan penanganannya dengan menggunakan beberapa media edukasi, sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, serta diadakannya pelatihan pengukuran tekanan darah pada penderita dan keluarga untuk salah satu upaya antisipasi di rumah  dalam strategi kontrol tekanan darah di rumah sehingga dengan adanya pengetahuan dan kemampuan dalam melakukan pengukuran tekanan darah mandiri dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi agen perilaku kesehatan di lingkungan tempat tinggal, serta dapat memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan terdekat agar tercipta hipertensi terkontrol.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN STATUS KOGNITIF PADA LANSIA DI KELURAHAN TANJUNG BUNTUNG WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANJUNG BUNTUNG KOTA BATAM TAHUN 2022 Natallian, Zolla; Roza, Nelli; Eltrikanawati, T.
Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, Januari 2023
Publisher : LPPM Institut Teknologi Dan Kesehatan Aspirasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/saintekes.v2i1.15

Abstract

One of the main problems faced by the elderly is the deterioration of cognitive function which is a degenerative disease. According to the World Health Organization in 2021, there are more than 55 million elderly people worldwide who experience dementia and impaired cognitive function. According to data on elderly morbidity in Batam city, ten elderly health problems in Batam city include cognitive impairment as many as 30,693 cases and Body Mass Index (BMI) as many as 24,334 cases. The purpose of this study was to determine the relationship between Body Mass Index (BMI) and cognitive status in the elderly. This type of research is observative analytic using cross sectional method on 64 elderly people selected based on cluster random sampling. The research was conducted in Tanjung Buntung Village, Tanjung Buntung Health Center, Batam City. The results of this study showed that 51.6% of the elderly in Tanjung Buntung Village experienced cognitive decline and as many as 62.5% of the elderly had a low Body Mass Index (BMI). Based on the chi-square statistical test obtained p = 0.005 <0.05, meaning that there is a significant relationship between Body Mass Index (BMI) and Cognitive Status in the elderly in Tanjung Buntung Village. The Head of Puskesmas Tanjung Buntung is expected to be able to make an elderly health program about counseling regarding cognitive impairment in the elderly and take regular measurements of Body Mass Index to the elderly in the Tanjung Buntung health centre.