Syamsul Ghufron
Universitas Nahdaltul ulama Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Metode Sugestopedia terhadap Keterampilan Menulis Puisi pada Siswa Kelas V SD Negeri Penjaringansari II/608 Surabaya Qurrotu A'yunin; Syamsul Ghufron; Rudi Umar Susanto; Akhwani Akhwani
EDU-KATA Vol 9 No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Darul `Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/kata.v9i1.4596

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pembelajaran keterampilan menulis puisi siswa di kelas IV sekolah dasar. adapun tujuan khusus penelitian ini diperinci dalam tiga hal yakni: (1) Mendeskripsikan keterampilan menulis puisi sebelum diterapkan metode sugestopedia, (2) Mendeskripsikan keterampilan menulis puisi sesudah penerapan metode sugestopedia, dan (3) Membuktikan ada tidaknya metode sugestopedia terhadap keterampilan menulis puisi. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data berupa teknik tes dan wawancara. instrumen penelitian ini adalah tes dan aspek penilaian keterampilan menulis puisi serta pedoman wawancara. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Penjaringansari II/608 Surabaya yag terdiri atas kelas A dan B yang berjumlah 72 siswa. Sampel penelitian ini adalah kelas V B yang berjumlah 37 siswa. Teknik pengambilan sampel berupa teknik random sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif yang diwujudkan dalam benuk tabel distribusi frekuensi dan statistik deskriptif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa keterampilan menulis puisi siswa kelas V SD Negeri Penjaringansari II/608 Surabaya masih tergolong rendah. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan tiga hal berikut ini. (1) Kemampuan menulis puisi siswa sebelum menggunakan metode sugestopedia tergolong kurang karena nilai rata-rata kelas 59,18. (2) Kemampuan menulis puisi siswa sesudah menggunakan metode sugestopedia tergolong dengan nilai rata-rata 87,35 pada kualifikasi baik. (3) Ada pengaruh yang signifikan penggunaan metode sugestopedia terhadap keterampilan menulis puisi thitung 16,410 > ttabel 2,028. Dengan kata lain, H1 diterima dan H0 ditolak.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PUISI DI KELAS V SDN SIMOMULYO 1 SURABAYA Nur Haliza; Syamsul Ghufron; Suharmono Kasiyun; Dewi Widiana Rahayu
EDU-KATA Vol 9 No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Darul `Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/kata.v9i1.4708

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya kemampuan peserta didik dalam menulis puisi dan kurang aktifnya peserta didik dalam pembeljaran serta masih berpusatnya pembelajaran pada pendidik. Pada penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) (2) menganalisis puisi peserta didik melalui model pembelajaran Problem Basek Learning (PBL) di kelas V SDN Simomulyo I Surabaya. Subjek pada penelitian ini berupa siswa kelas V SDN Simomulyo I Surabaya dengan jumlah 30 siswa, terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Teknik pengambilan data pada penelitian ini berupa observasi. Data pada penelitian ini didapatkan dari hasil puisi yang di tulis pada LKPD menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Hasil dari analisis puisi pada peserta didik kelas V SDN Simomulyo I Surabaya dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dari 10 pantun yang dianalisis, ada 7 pantun yang sesuai dengan aturan penulisan pantun dan ada 3 pantun yang belum sesuai dengan aturan penulisan pantun. Ketidaksesuaian itu terjadi karena hanya terdapat 4 suku kata pada setiap baris pantun. Puisi siswa kelas V SDN Simomulyo I Surabaya sudah menggunakan pencitraan dan bahasa figuratif. Pencitraan yang digunakan dalam puisi siswa meliputi penglihatan, pendengaran, penciuman, perabaan, dan pencecapan. Adapun bahasa figuratif atau gaya bahasa yang digunakan siswa meliputi perbandingan, personifikasi, metafora, dan repetisi.