Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Ayat-Ayat Yang Berkaitan Dengan Pendidikan Islam Dalam Surah Al – Luqman Ayat 17-19 Kajian Tafsir Al -Misbah Nahliyah Septi Zahrah Manik; Marlini Yulia Putri Damanik; Novia Ramadhani; T. Chantiqa Salsabila Az-Zahra
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 3 No. 1 (2021): JPDK
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v3i1.16419

Abstract

Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan manusia untuk mengembangkan potensi dirinya dan mengamalkannya dalam kehidupan. Allah yang berperan sebagai Rab An-Naas yang menjadi pendidik umat manusia melalui tulisan-tulisannya. Dalam Islam, pendidikan dianggap sangat-sangat penting bagi kaum muslimin dan muslimah. Pendidikan Islam dimulai sejak kelahiran seorang anak. Pada titik ini, orang tua bertindak sebagai pemandu untuk memberikan pengetahuan kepada anak-anak mereka. Jurnal ini menggunakan metode penelitian kualitatif, yaitu metode penelitian yang mengamati dan mencermati subjek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ayat-ayat yang berkaitan dengan pendidikan. Proses penelitian terdiri dari pembahasan ayat pendidikan dalam Q.S. Al-Luqman: 17-19, makna dan Tafsir menurut Tafsir Al-Misbah, kaitannya dengan pendidikan islam dan kesimpulan. Pendidikan Islam adalah tuntunan dan pemeliharaan yang diberikan kepada manusia agar melalui pendidikan itu mereka dapat memahami apa yang terkandung dalam Islam secara keseluruhan, baik maknanya maupun keselamatannya di dunia dan di akhirat. Dalam Alquran, Allah berbicara tentang peran orang tua yang berbakti dan bertanggung jawab kepada Allah. Lukman Al-Hakim, Ayat Alquran dan hadis Nabi Muhammad menjelaskan pentingnya pendidikan dalam Islam. Surah al-Luqman menceritakan tentang nasehat Luqman kepada anaknya, dimana Luqman memberikan nasehat bijak kepada anaknya dan mengajarkan nilai-nilai Islam yang menarik. Oleh karena itu, pendidikan Islam mencakup seluruh aspek kehidupan, berlandaskan pada ajaran Alquran, melibatkan lingkungan keluarga, dan mengedepankan nilai-nilai seperti kebaikan, pencegahan kejahatan, dan ketekunan serta kesabaran dalam menjalankan tuntunan Allah.
Ayat-Ayat Yang Berkaitan Dengan Pendidikan Islam Dalam Surah Al – Luqman Ayat 17-19 Kajian Tafsir Al -Misbah Nahliyah Septi Zahrah Manik; Marlini Yulia Putri Damanik; Ira Suryani; Novia Ramadhani; T. Chantiqa Salsabila Az-Zahra
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 1 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i1.2303

Abstract

Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan manusia untuk mengembangkan potensi dirinya dan mengamalkannya dalam kehidupan. Allah yang berperan sebagai Rab An-Naas yang menjadi pendidik umat manusia melalui tulisan-tulisannya. Dalam Islam, pendidikan dianggap sangat-sangat penting bagi kaum muslimin dan muslimah. Pendidikan Islam dimulai sejak kelahiran seorang anak. Pada titik ini, orang tua bertindak sebagai pemandu untuk memberikan pengetahuan kepada anak-anak mereka. Jurnal ini menggunakan metode penelitian kualitatif, yaitu metode penelitian yang mengamati dan mencermati subjek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ayat-ayat yang berkaitan dengan pendidikan. Proses penelitian terdiri dari pembahasan ayat pendidikan dalam Q.S. Al-Luqman: 17-19, makna dan Tafsir menurut Tafsir Al-Misbah, kaitannya dengan pendidikan islam dan kesimpulan. Pendidikan Islam adalah tuntunan dan pemeliharaan yang diberikan kepada manusia agar melalui pendidikan itu mereka dapat memahami apa yang terkandung dalam Islam secara keseluruhan, baik maknanya maupun keselamatannya di dunia dan di akhirat. Dalam Alquran, Allah berbicara tentang peran orang tua yang berbakti dan bertanggung jawab kepada Allah. Lukman Al-Hakim, Ayat Alquran dan hadis Nabi Muhammad menjelaskan pentingnya pendidikan dalam Islam. Surah al-Luqman menceritakan tentang nasehat Luqman kepada anaknya, dimana Luqman memberikan nasehat bijak kepada anaknya dan mengajarkan nilai-nilai Islam yang menarik. Oleh karena itu, pendidikan Islam mencakup seluruh aspek kehidupan, berlandaskan pada ajaran Alquran, melibatkan lingkungan keluarga, dan mengedepankan nilai-nilai seperti kebaikan, pencegahan kejahatan, dan ketekunan serta kesabaran dalam menjalankan tuntunan Allah.
ANALISIS BUDAYA ORGANISASI PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN DISIPLIN DAN AKHLAK PESERTA DIDIK Wahyu Padila; Abdul Fattah Nasution; Novia Ramadhani; Rachel Humayra; Rizki Rinaldi
Cemara Education and Science Vol. 4 No. 1 (2026): Vol IV. Edisi I. Tahun 2026
Publisher : Cendekia Madani Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya organisasi pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk perilaku peserta didik, khususnya dalam aspek disiplin dan akhlak. Permasalahan rendahnya disiplin serta terjadinya degradasi akhlak peserta didik masih menjadi tantangan serius di berbagai lembaga pendidikan, sehingga diperlukan pendekatan internal yang mampu membentuk karakter secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran budaya organisasi pendidikan dalam meningkatkan disiplin dan akhlak peserta didik melalui kajian kepustakaan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan library research, dengan sumber data berupa buku, artikel ilmiah, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan topik kajian. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis untuk mengkaji keterkaitan antara budaya organisasi, disiplin, dan akhlak peserta didik. Hasil kajian menunjukkan bahwa budaya organisasi yang positif dan konsisten mampu menjadi sarana efektif dalam menginternalisasikan nilai disiplin dan akhlak melalui keteladanan, pembiasaan, serta penguatan nilai dalam kehidupan sekolah sehari-hari. Budaya organisasi yang dikelola secara sistematis tidak hanya menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, tetapi juga membentuk kesadaran internal peserta didik dalam berperilaku disiplin dan berakhlak mulia. Oleh karena itu, penguatan budaya organisasi pendidikan perlu menjadi bagian integral dari pengelolaan lembaga pendidikan dalam upaya pembinaan karakter peserta didik.
Integrating Immersive Learning and Interactive Media in Teaching Islamic Cultural History: A Qualitative Case Study Novia Ramadhani; Wahyudin Nur Nasution
Journal of Deep Learning, Computer Vision, and Digital Image Processing ARTICLE IN PRESS
Publisher : CV. Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/decoding.v4i3.1771

Abstract

Purpose – This exploratory qualitative case study describes the initial implementation of technology-based learning media (Wordwall, video, and PowerPoint) within Islamic Cultural History (ICH) learning at MTsN 2 Deli Serdang.Methods – The study involved five informants: one (ICH) teacher, a principal as a contextual informant, and three eighth-grade students. Data were collected naturally through eight classroom observation sessions, documentation studies, and five in-depth interviews. To comply with ethical standards for protecting minors, all student identities were anonymized, and visual documentation was digitally blurred.Findings – Based on observations and interviews, integrating interactive media reduced student passivity common in conventional lecture methods. Visual quizzes and videos helped direct student focus and facilitated historical recollection. However, given the small qualitative sample size, improvements in students' motivation, critical thinking, and social skills remained situational and did not reach full theoretical saturation. Practical implementation was also constrained by limited lesson time, infocus shortages, and the challenges of large crowd management due to noise during gamified quizzes. Research implications – This study offers context-specific qualitative insights into how interactive tools stimulate classroom engagement in madrasah settings. Originality – The findings reject macro-level generalizations or broad TPACK and self-determination claims, illustrating instead the practical challenges