Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENERAPAN METODE DEMONSTRASI TERHADAP HASIL BELAJAR IPS PADA SISWA SEKOLAH DASAR Sukarlan, Sukarlan; Artini Yasih, Ni Kadek
JEC (Jurnal Edukasi Cendekia) Vol. 3 No. 1 (2019): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat FKIP UMB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of the research is to test a demonstration method that is fun and can be used to study Social Sciences (IPS). This research uses a quantitative approach with a true experimental learning strategy. A total of 34 students were used in this research. The Toro Yamane formula is used in testing tests. Information is collected through multiple choice tests involving an event surrounding the proclamation. The legitimacy and reliability of the research instrument is obtained through a biserial relationship with the quality of the K-R 21 equation, namely the distinguishing power and difficulty index. The post-test result for the test was 74.56, while the control group was 67.65, according to research conducted at SD Negeri 1 Lapero. The test results show a calculated t value of 2.690 > t table and a significant value of 0.011 < 0.05, which means there is a striking difference between the post test results of the experimental group and the control group. Based on the post test differences that emerged, it can be concluded that the demonstration method is more feasible and has a positive impact compared to other learning models implemented in social studies learning for Class V students at SD Negeri 1 Lapero.
SIKAP DAN PERILAKU KELUARGA DALAM PENCEGAHAN PENULARAN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS PEKAPURAN RAYA KOTA BANJARMASIN Nurliani, Nurliani; Solikin, Solikin; Sukarlan, Sukarlan
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v9i1.590

Abstract

Abstrak Pelayanan kesehatan tidak terlepas dari keterlibatan keluarga sebagai orang yang terdekat dengan pasien. Fenomena yang terjadi dimasyarakat masih banyak keluarga yang tinggal serumah dengan anggota keluarga yang menderita Tuberkulosis Paru tanpa menggunakan masker. Hal ini dengan mudah akan meningkatkan penularan bakteri penyebab tuberkolusis sehingga sikap dan perilaku keluarga sangat berperan dalam membantu pencegahan dari penularan penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan sikap dengan perilaku keluarga dalam pencegahan penularan Tuberkuloisis Paru di Puskesmas Pekapuran Raya Banjarmasin. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain analitik korelasi. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 32 orang yang didapatkan dengan menggunakan total sampling. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan sikap dan perilaku keluarga dalam pencegahan penularan tuberkulosis paru di Puskesmas Pekapuran Raya dengan nilai signifikan 0,003 ?<? (0,003<0,05). Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi para petugas kesehatan Puskesmas Pekapuran Raya tentang sikap dan perilaku yang berkaitan dengan pencegahan penularan Tuberkulosis Paru. Kata Kunci : Sikap, Perilaku Keluarga dan Pencegahan
Manajemen Nyeri Non-Farmakologis dan Kondisi Klinis pada Pasien Bedah Digestif: Studi Cross-Sectional [Non-Pharmacological Pain Management and Clinical Outcomes in Digestive Surgery Patients: A Cross-Sectional Study] Salsabila, Nasywa Liza; Solikin, Solikin; Sukarlan, Sukarlan; Olviani, Yurida
Indonesia Berdaya Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261472

Abstract

Digestive surgery patients often experience postoperative pain that can affect their clinical condition, including hemodynamic stability, mobilization ability, and the recovery process. Pain that is not managed optimally may hinder the healing process. Non-pharmacological pain management is one of the safe and effective nursing interventions to help control pain and support the stability of patients’ clinical conditions; however, its implementation in clinical settings is still not optimal. This study aimed to determine the relationship between non-pharmacological pain management and the clinical condition of digestive surgery patients at Sultan Suriansyah Regional Hospital, Banjarmasin. This research employed a quantitative method with a cross-sectional design. The sample consisted of 31 digestive surgery patients who were hospitalized at Sultan Suriansyah Regional Hospital, Banjarmasin, selected using an accidental sampling technique. Data were collected through interviews using a non-pharmacological pain management questionnaire and observation of patients’ clinical conditions based on hemodynamic data obtained from medical records. Data analysis was conducted using the Spearman’s Rho test. The results showed that most respondents did not receive non-pharmacological pain management and were in an unstable clinical condition. Bivariate analysis indicated a significant relationship between non-pharmacological pain management and the clinical condition of digestive surgery patients (p = 0.003). In conclusion, non-pharmacological pain management is associated with the clinical condition of digestive surgery patients; therefore, its optimal implementation is expected to improve clinical stability and support the patient recovery process. Abstrak. Pasien bedah digestif sering mengalami nyeri pascaoperasi yang dapat memengaruhi kondisi klinis, seperti kestabilan hemodinamik, kemampuan mobilisasi, dan proses pemulihan. Nyeri yang tidak tertangani secara optimal dapat menghambat proses penyembuhan pasien. Manajemen nyeri non-farmakologis merupakan salah satu intervensi keperawatan yang aman dan efektif untuk membantu mengendalikan nyeri serta mendukung stabilitas kondisi klinis pasien, namun penerapannya di lingkungan klinis masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara manajemen nyeri non-farmakologis dengan kondisi klinis pada pasien bedah digestif di RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 31 pasien bedah digestif yang menjalani perawatan inap di RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner manajemen nyeri non-farmakologis serta observasi kondisi klinis pasien berdasarkan data hemodinamik dari rekam medis. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman’s Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak mendapatkan manajemen nyeri non-farmakologis dan berada dalam kondisi klinis tidak stabil. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara manajemen nyeri non-farmakologis dengan kondisi klinis pasien bedah digestif (p = 0,003). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa manajemen nyeri non-farmakologis memiliki hubungan dengan kondisi klinis pasien bedah digestif, sehingga penerapannya secara optimal diharapkan dapat membantu meningkatkan stabilitas kondisi klinis dan mendukung proses pemulihan pasien.