Farichatul Maftuchah
Universitas Islam Negeri Prof. KH. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Contextualizing Abdurrahman Wahid's Liberation Theology Against National Resilience Khafifatul Fian; Farichatul Maftuchah
Jurnal Ushuluddin Vol 31, No 1 (2023): January - June
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jush.v31i1.20134

Abstract

The purpose of this study is to analyze theological thinking according to Abdurrahman Wahid. The type of research used is library research through data collection techniques by searching for sources either from articles, books, or other sources relevant to the topic of discussion. After the data is collected, then the selection researcher and then the analysis researcher. After analysis, the next stage is the last stage, namely drawing conclusions. The results showed that the theological thinking of Abdurrahman Wahid's perspective was divided into three discussions: pluralism, the pribumization of Islam, and neo-modernism. These three ideas have implications for national resilience such as pluralism which can create national strength because of the formation of an attitude of tolerance, mutual respect, respect, and a consistent philosophy in achieving goals. Islamic indigenization can develop national resilience through the formation of a dynamic, adaptive, and universal Islamic society or openness. Neo-modernism through an attitude of solidarity based on aspects of equality can create national resilience
EKSISTENSI DIRI SEBAGAI BASIS TEOLOGI ANTROPOSENTRIS: STUDI PEMIKIRAN KHUDI MUHAMMAD IQBAL DAN TAJRIBAH WUJUDIYAH HASAN HANAFI Ivana Maulia Rahmah; Mohamad Khoerul Anam; Farichatul Maftuchah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Process
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.10476

Abstract

Tantangan modernitas berupa krisis eksistensial, kemiskinan, dan penindasan menuntut reorientasi teologi dari pola teosentris yang abstrak menuju antroposentris yang emansipatoris. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep Khudi (Diri) Muhammad Iqbal dan Tajribah Wujudiyah (Pengalaman Eksistensial) Hasan Hanafi sebagai fondasi teologi pembebasan dalam Islam. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Analisis data dilakukan melalui teknik analisis isi untuk membandingkan dan menyintesis pemikiran kedua tokoh tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep Khudi Iqbal berperan sebagai fondasi ontologis yang membentuk manusia aktif, kreatif, dan anti-fatalisme. Sementara itu, Tajribah Wujudiyah Hanafi memberikan kerangka praksis yang menggeser fokus ilmu kalam dari Tuhan ke manusia, menjadikan akidah sebagai kesadaran pembebasan sosial-politik. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa sintesis pemikiran keduanya menawarkan paradigma teologi yang lebih humanis dan progresif; di mana Khudi menyediakan landasan spiritual pembentukan subjek yang kuat, sedangkan Tajribah Wujudiyah menyediakan arah gerakan untuk mewujudkan keadilan sosial dalam realitas sejarah.