Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DESAIN STRUKTUR JEMBATAN GREMBYANGAN TIPE PELAT PELENGKUNG BETON BERTULANG Tri Nugroho Sulistyantoro; Suharyatmo
JURNAL SIMETRIK Vol. 13 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan Grembyangan merupakan jembatan yang melintang di atas sungai Opak yang menghubungkan kecamatan Berbah dan Prambanan yang terletak di Kabupaten Sleman, Daerah Istiwewa Yogyakarta. Jembatan Grembyangan mempunyai panjang total mencapai 80 m. jembatan yang mempunyai bentang panjang memerlukan perencanaan yang baik agar diperoleh hasil yang ekonomis, aman dan efisien dengan nilai arstistik yang indah. Pembebanan jembatan menggunakan RSNI T-02-2005 dan Peraturan Perencanaan Teknik Jembatan (Bridge Management System BMS 1992). Sedangkan analisis struktur jembatan menggunakan bantuan progam SAP 2000 dan Ms. Excel. Jembatan Grembyangan didesain aman terhadap beban yang bekerja pada konstruksi jembatan ini. Hasil perencanaan jembatan ini meliputi pelat lengkung dengan tebal 0,8 m, dinding kolom dengan tebal 0,6 m dan pelat lantai kendaraan dengan tebal 0,5 m. Kemudian struktur bawah meliputi pangkal jembatan (abutmen), pile cap dan pondasi tiang bor (bored pile). Jembatan ini didesain menjadi dua bentang, masing-masing panjangnya 40 m dan tinggi lengkung 10,5 m dari muka air. Lebar melintang pelat lantai 9 m sedangkan pelat lengkung dan dinding kolom 7 m.
Value engineering using Indonesia’s 2022 National Guideline through decision-making framework for cost optimization in highway infrastructure projects: a case study Abma, Vendie; Citra Dwi Puspita Sari; Tri Nugroho Sulistyantoro; Rizki Budiman
Teknisia Vol 31 No 1 (2026): Teknisia
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/teknisia.vol31.iss1.art2

Abstract

Infrastructure project often requires a balancing manage between design needs, functional performance, and limited financial resources. It has driven the need for Value Engineering (VE) methods to enhance projects and optimize cost without reducing the quality and performance. This study aims to explore the field implementation of Indonesia’s National Technical Guideline No. 4/P/BM/2022 by the Directorate General of Highways (Bina Marga) on VE within a toll road infrastructure project, using the Solo–Yogyakarta Toll Road (Package 1.2) as a case study. Emphasizing value optimization and cost optimization, the study adopts a mixed-method approach that integrates a Pareto principle-based identification of major cost components, a zero–one decision matrix to assess several common borrow material (CBM) sources, a cost–benefit evaluation, and expert insights from fifteen experienced highway engineers. The findings show that combining the use of both Wedi and Sampang quarries provides the best overall value, offering the optimal balance of haul distance, material quality, operational feasibility, and total project costs. The recommended choice results in a cost saving of IDR 51.16 billion (5.05%) while maintaining the required functional performance. Results of the study confirm that systematically implementing the national VE guideline can effectively guide decision-making, enhance project value, and deliver measurable economic benefits. The evaluative process developed offers a practical and replicable framework for applying VE procedures in infrastructure projects, especially in developing countries that need structured methods for cost optimization.