Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Pembatasan Asupan Cairan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di Unit Hemodialisa Rosa Anugrah Kusuma Dewi; Karwati; Afreani Deasy
Journal of Health (JoH) Vol 10 No 2 (2023): Journal of Health (JoH) - July
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30590/joh.v10n2.597

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) is a kidney function disorder characterized by a gradual decline in the filtration rate, resulting in severe and irreversible kidney damage. In patients with CKD, the body's fluid balance will be disrupted, necessitating the use of fluids. Fluid in the body will result if the patient is unable to control his or her fluid intake. Hemodialysis patients’ health and quality of life are largely determined by their fluid compliance. Family support is one of the risk variables that can influence a patient's willingness to reduce fluid intake. The purpose of this study is to see if there's a link between family support and the need for fluid contact in kidney failure patients at avisena general hospital's hemodialysis unit. This is a quantitative research method that employs an analytical descriptive method with a cross-sectional design. The purposive sampling strategy was used to select 30 respondents for this investigation. Family support and fluid request questionnaires were employed as the research tool. Almost all of the 24 respondents (80.0 %) had good family support, and the majority of the 22 respondents (73.3 %) were obedient in restricting fluid intake, according to the findings. According to Fisher's exact test analysis, p-value = 0.002 < (0.05), there is a significant correlation between family support compliance with fluid intake restrictions in chronic kidney disease patients at the hemodialysis unit at avisena hospital. The findings of this study are likely to be utilized as a guide and foundation for future research.
Pengaruh Terapi Musik Klasik Terhadap Tingkat Kecemasan pada Mahasiswa dalam Menghadapi Skripsi di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Budi Liuhur Cimahi Afreani Deasy; Lucky Wardani; Yulianingsih Yulianingsih
Health Idea Vol 2, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Ide Insan Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63860/hi2208

Abstract

Lebih dari 8,4 juta jiwa gangguan kejiwaan terjadi di Jawa Barat adalah gangguan kecemasan. Selain itu, ada sekitar 6,6 juta orang yang mengalami depresi. Banyak upaya yang dilakukan untuk mengurangi tingkat gangguan kecemasan yaitu meditasi, olahraga, mendengarkan musik, dan lain-lain. Berdasarkan studi pendahuluan oleh peneliti dengan cara observasi diperoleh data bahwa dari 10 mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi di kampus Sekolah Tinggi Ilmi Kesehatan Budi Luhur Cimahi, mereka mengalami kecemasan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode pre-experimental design tipe one group pretest-posttest. Hasil penelitian adalah tingkat kecemasan pada mahasiswa sebelum diberikan terapi musik klasik dalam menghadapi skripsi di STIKes Budi Luhur Cimahi, yaitu  7 orang (36,8%) adalah cemas ringan, setelah diberikan terapi musik klasik dalam ada 12 orang (63,2%) adalah cemas ringan. Hasil uji Marginal Homogeneity diperoleh nilai p = 0,000 < 0,05 maka                 terdapat pengaruh terapi musik klasik terhadap tingkat kecemasan pada mahasiswa dalam menghadapi skripsi di STIKes Budi Luhur Cimahi. Dengan hasil penelitian ini, penulis menyarankan untuk mengurangi kecemasan dalam mengahdapi skripsi supaya melakukan terapi musik klasik.Kata kunci: Musik Klasik, Kecemasan, Homogeneity.
Pengaruh Pemberian Aromaterapi Lavender Terhadap Perubahan Kualitas Tidur Pada Lansia Dengan Insomnia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Pertiwi Kota Bandung Hari Maulana Nesta; Afreani Deasy
Health Idea Vol 1, No 3 (2023): Desember 2023
Publisher : Ide Insan Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63860/hi1303

Abstract

Gangguan tidur adalah kelainan pada pola tidur seseorang. Kondisi ini dapat menimbulkan penurunan kualitas tidur yang berdampak pada kesehatan dan keselamatan penderitanya. Gangguan tidur dapat ditandai dengan mengantuk di siang hari, sulit tidur di malam hari, atau siklus tidur dan bangun tidur yang tidak teratur. Pravelansi gangguan tidur pada lanjut usia cukup tinggi, berdasarkan data dari National Sleep Foundation tahun 2010 menemukan bahwa orang yang lebih tua sekitar 65 tahun ke atas dilaporkan 67% dari 1.508 lanjut usia di Amerika mengalami gangguan tidur dan sebanyak 7,3% lanjut usia mengeluhkan gangguan memulai dan mempertahankan tidur. Sementara itu di Indonesia pada usia 65 tahun terdapat sekitar 50% mengalami gangguan Kualitas tidur, kualitas tidur  buruk lanjut usia dapat diatasi dengan cara non farmakologis yaitu dengan aromaterapi, salah satu aromaterapi yang sering digunakan adalah aromaterapi lavender dimana memiliki komponen utama yaitu linalool dan linaly asetat yang mana dapat meningkatkan gelombang - gelombang alfadi dalam otak dan gelombang inilah yang mendorong dan merangsang pengeluaran hormon endofrin sehingga menciptakan keadaan yang rileks atau menenangkan, dapat mengatasi gangguan tidur dan juga depresi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap perubahan kualitas tidur pada lansia dengan gangguan tidur di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Pertiwi Kota Bandung. Metode yang digunakan adalah non-probability sampling. Sedangkan metode pengambilan sampling yang digunakan Teknik Accidental Sampling, sampel berjumlah 16 responden. Pengumpulan data menggunakan questioner Pittsburgh sleep quality index (PSQI). Data dianalisis secara univariat daan bivariat dengan uji wilcoxcon. Hasil uji wilcoxcon diperoleh ρ =0,005< =0,05, maka Ho ditolak, dengan tingkat signifikasi 5%  maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh kualitas tidur sebelum dan sesudah diberikan aromaterapi lavender pada lansia dengan kualitas tidur buruk.