Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Lokasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Antang Perubahan Pemanfaatan Ruang Disekitarnya Rusman S. Rusman; Syafri Syafri; Ridwan Ridwan
Urban and Regional Studies Journal Vol. 5 No. 2 (2023): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2023
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v5i2.2690

Abstract

Pengaruh keberadaan TPA Tamangapa Antang terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat dalam mengkaji dan menganalisis keberadaan TPA sebagai faktor penyebab perubahan pemanfaatan ruang di sekitarnya. Perubahan fungsi ruang kawasan sekitar TPA Tamangapa terus beralih fungsi dan salah satu fungsi ruang yang dominan berubah adalah kawasan pertanian beralih fungsi menjadi kawasan permukiman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keberadaan TPA Antang serta mengkaji tingkat kesesuaian penggunaan dan pemanfaatan lahan di sekitar lokasi TPA Antang ditinjau dari RTRW Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, kuesioner, wawancara. Teknik analisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan pendekatan tabulasi silang (Crosstabulation). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan Prasarana merupakan faktor yang berpengaruh kuat terhadap perubahan pemanfaatan ruang disekitar TPA Antang Kota Makassar. Tingkat kesesuaian lahan kawasan TPA Antang setelah dilakukan analisis overlay antara penggunaan lahan dengan rencana pola ruang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Makassar terdapat hasil ketidak sesuaian Kawasan TPA 6,17 Ha yang masuk rencana kawasan permukiman dan terdapat 3,66 Ha yang masuk pada rencana sawah sedangkan Kawasan TPA yang sesuai 13,45 Ha. dan penyimpangan yang terjadi disekitar lokasi TPA Antang seperti perubahan atau alih fungsi lahan yang tidak sesuai dengan rencana pola ruang RTRW Kota Makassar. The influence of the existence of FPS Tamangapa Antang on the socio-economic conditions of the community in studying and analyzing the presence of FPS as a factor causing changes in the use of the surrounding space. Changes in the spatial function of the area around the FPS Tamangapa continue to change functions and one of the dominant spatial functions is changing the function of the agricultural area to become a residential area. This study aims to determine the effect of the existence of the Antang TPA and to examine the suitability of land use and utilization around the Antang TPA site in terms of the Makassar City Spatial Planning. This study uses quantitative research methods with observational data collection techniques, questionnaires, interviews. The analysis technique uses a quantitative descriptive analysis with a cross tabulation approach (Crosstabulation). The results showed that the availability of infrastructure is a factor that has a strong influence on changes in space utilization around the Antang landfill, Makassar City. The land suitability level of the Antang FPS area after an overlay analysis was carried out between the land use and the spatial pattern plan of the Makassar City Spatial Plan (MCSP) resulted in an incompatibility of the 6.17 Ha landfill area which was included in the residential area plan and 3.66 Ha which was included in the paddy field plan while the appropriate landfill area is 13.45 Ha. and irregularities that occur around the Antang landfill site such as changes or conversion of land functions that are not in accordance with the Makassar City MCSP spatial pattern plan.
Integrasi RTH Produktif: Solusi Ekonomi Kreatif dan Kesehatan Lingkungan Indra Maryam; Malikuddin Surgani Wahid; Rusman S; Hendrik Hendrik; Nurkalbih Ramadhani Yusuf; Winny Angraini Ashari; Ahmad Hunain Supyan; Wahyu Hidayat; Muhammad Iqbal Padli
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/b77wy663

Abstract

Pembangunan perkotaan yang pesat sering kali memicu degradasi lingkungan dan hilangnya lahan hijau, yang berdampak pada penurunan kesejahteraan masyarakat. Masalah utama di RW 04 Kelurahan Rampoang adalah banyaknya lahan tidur yang tidak terkelola dan hanya menjadi tempat pembuangan sampah liar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengintegrasikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Produktif sebagai solusi ekonomi kreatif dan kesehatan lingkungan. Metode yang digunakan adalah pendekatan Participatory Technology Development (PTD) yang melibatkan warga sebagai mitra aktif melalui tahapan observasi, edukasi, implementasi wall gardening, serta monitoring. Hasil pengabdian menunjukkan adanya transformasi kognitif yang signifikan, di mana pemahaman warga mengenai RTH Produktif meningkat drastis dari rata-rata 45% menjadi 85%. Secara fisik, lahan marginal telah berhasil diubah menjadi area produktif yang dikelola secara mandiri oleh Kelompok Wanita Tani (KWT). Kesimpulannya, integrasi RTH produktif tidak hanya memperbaiki estetika dan kesehatan lingkungan, tetapi juga memperkuat resiliensi ekonomi dan kemandirian pangan lokal masyarakat perkotaan. Keberhasilan program ini membuktikan bahwa sinergi antara akademisi dan komunitas mampu menciptakan solusi praktis bagi tantangan lingkungan masa depan