Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengkajian Resep Elektronik Rawat Jalan Di Rumah Sakit X Dari Aspek Administratif Pada Bulan Desember 2022 Rasul Hamdi; Dimas Adrianto
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2.418

Abstract

Seorang ahli farmasi wajib melakukan pengkajian terhadap resep yang diterimanya meliputi pengkajian administratif, farmasetis dan klinis untuk menjamin resep yang legal dan meminimalkan kesalahan pengobatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang penulisan resep elektronik oleh dokter terhadap Peraturan Menteri Kesehatan nomor 72 tahun 2016 dari aspek administratif di Rumah Sakit X pada bulan Desember tahun 2022. Penelitian ini termasuk non eksperimental bersifat deskriptif, yaitu hanya menggambarkan keadaan objek yang didasarkan  pada data resep elektronik rawat jalan saja. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember tahun 2022 di rumah sakit x. Dengan menghitung persentase kelengkapan administratif resep elektronik rawat jalan  hasil nya dapat di uraikan  sebagai berikut:  nama dokter 100%, SIP dokter 100%,  alamat praktek dokter 100%, paraf dokter 100%, nama pasien 100%, umur pasien 100%, berat badan 57%, jenis kelamin 67%,ruangan asal penulisan resep 76%. Kesimpulan dari gambaran kelengkapan resep elektronik rawat jalan rumah sakit x, dari 363 lembar resep 31 % lengkap dan 69 % tidak lengkap.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Tenaga Kefarmasian Tentang Obat Kewaspadaan Tinggi (High Alert Medication) Di Instalasi Farmasi RS X Kabupaten Bekasi Nila Alvianita Agustin; Dimas Adrianto
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2.425

Abstract

High alert medication (HAM) merupakan obat yang harus diwaspadai karena sering menyebabkan terjadi kesalahan (kejadian sentinel). Kesalahan yang sering dimasukkan dalam isu keamanan obat yaitu kesalahan pemberian elektrolit konsentrasi tinggi dan pemberian obat LASA. Salah satu penyebab utama kesalahan adalah kurangnya pengetahuan tenaga kefarmasian. Pengetahuan tenaga kefarmasian tentang obat kewaspadaan tinggi (high alert medication) penting untuk meningkatkan keamanan obat dan mempertahankan kesehatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan tenaga kefarmasian tentang obat kewaspadaan tinggi (high alert medication) di Instalasi Farmasi RS X Kabupaten Bekasi. Jenis penelitian ini survei deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah sampel 38 responden yang diambil secara total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner untuk mengetahui karakteristik responden dan tingkat pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan tenaga kefarmasian tentang obat kewaspadaan tinggi (high alert medication) di Instalasi Farmasi RS X Kabupaten Bekasi dalam kategori baik yaitu 92,1% (35 responden).
Gambaran Penyimpanan Elektrolit Konsentrat Di Instalasi Farmasi RS X Di Jakarta Barat Wanda Sulistiarini; Dimas Adrianto
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2.427

Abstract

Elektrolit konsentrat merupakan obat yang harus diwaspadai karena sering menyebabkan terjadi kesalahan/eror dan atau kesalahan serius (sentinel event), obat yang berisiko tinggi menyebabkan dampak yang tidak diinginkan (adverse outcome) dan obat yang berisiko tinggi menyebabkan Reaksi Obat yang Tidak Diinginkan (ROTD). Penyimpannya harus sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan No. 72 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penyimpanan elektrolit konsentrat di instalasi farmasi rumah sakit X di Jakarta Barat. Jenis penelitian ini adalah peneltian deskriptif dengan melakukan pengamatan secara langsung dengan menggunakan form checklist. Sampel yang diambil adalah data keseluruhan penyimpanan obat elektrolit konsentrat di instalasi farmasi rumah sakit X di Jakarta Barat. Hasil penelitian menujukan bahwa penyimpanan obat elektrolit konsentrat di instalasi farmasi rumah sakit X di Jakarta Barat kriteria sangat baik atau sesuai dengan standar prosedur operasional rumah sakit, yaitu sebesar 97,31%. Tempat penyimpanan obat elektrolit konsentrat di instalasi farmasi rumah sakit X di Jakarta Barat masih belum sesuai dikarenakan masih terdapat sediaan obat elektrolit konsentrat yang tidak berlabel pada peyimpanannya dikarenakan label terlepas dari sediaan obat elektrolit konsentrat.
Gambaran Penggunaan Antibiotik Golongan β-Laktam Pada Pasien ICU Di Rumah Sakit A Periode Oktober–Desember 2022 Nurfika Dahliana; Dimas Adrianto
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2a (2023): Terus Melaju Untuk Indonesia Maju
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2a.437

Abstract

Antibiotik adalah zat yang dapat mengobati infeksi. Intensive care unit (ICU) merupakan salah satu fasilitas perawatan yang ada di rumah sakit dengan konsumsi antibiotiknya yang tinggi. Penggunaan antibiotik yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya Antimicrobial Resistance. Tujuan : untuk mengetahui gambaran penggunaan obat antibiotik golongan β-laktam pada pasien Intensive Care Unit (ICU) di Rumah sakit A periode Oktober-Desember 2022. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Populasinya adalah semua rekam medis pasien Intensive Care Unit (ICU) yang menggunakan antibiotik golongan β- laktam periode Oktober-Desember 2022 sebanyak 25 pasien. Teknik penarikan sampel adalah jenuh sampling. Hasil : mayoritas berjenis kelamin wanita (60%) dan pria (40%) dengan rentang usia 56 sampai 65 tahun (32%) dan usia >65 tahun (32%), rentang usia 36 sampai 45 tahun (16%) dan 46 sampai 55 tahun (16%)serta, rentang usia 26-35 tahun (4%) sedangkan, untuk diagnosa medis sebagian besar mengalami pneumonia (40%), penyakit jantung (20%), gangguan keseimbangan elektrolit (8%), infeksi saluran kemih (8%), sepsis (8%), autoimun (8%), cancer mammae (4%), hidrotorax hati (4%) dan stroke (4%). Sefalosporin merupakan yang paling dominan digunakan oleh pasien Intensive Care Unit (ICU) di Rumah sakit A periode Oktober- Desember 2022.
Jurnal Skrining Administratif Resep Pasien Pediatrik Rawat Jalan Pada Instalasi Farmasi Rumah Sakit X Di Jakarta Timur Periode Januari–Maret 2023: - Dedi Mahfud; Dimas Adrianto
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2a (2023): Terus Melaju Untuk Indonesia Maju
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2a.460

Abstract

Salah satu cara untuk mencegah terjadinya permasalahan terkait obat adalah dengan melakukan pengkajian resep yang merupakan salah satu standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persentase kesesuaian peresepan Rumah Sakit X dengan standar Permenkes RI No. 72 tahun 2016. Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif dan pengambilan data dilakukan secara retrospektif. Pengambilan data dilakukan dengan mengamati seluruh resep yang masuk selama periode Januari-Maret 2023. Dilakukan skrining administratif terhadap 1.078 sampel resep pasien pediatrik dengan mengisi tabel pengambilan data (check list), sesuai dengan aspek kelengkapan resep yang ditinjau. Data yang di peroleh akan dikumpulkan dan disajikan secara deskriptif. Dari hasil penelitian, sebanyak 5 dari 11 aspek kelengkapan resep secara administratif yang tidak memuat informasi yakni SIP dokter sebanyak 717 resep (66,51%), paraf dokter 0 resep (0%), berat badan pasien pediatrik sebanyak 604 resep (56,03%), jenis kelamin pasien 0 resep (0%) dan tinggi badan pasien 0 resep (0%) dari total sampel 1.078 resep. Sedangkan aspek administratif seperti nama dokter 100 %, alamat dokter 100 %, tanggal resep 100 %, ruangan asal resep 100 %, nama pasien 100 % dan tanggal lahir/umur pasien 100 % telah memenuhi syarat adminstrasi kelengkapan resep sesuai pedoman Permenkes RI No 72 tahun 2016
Evaluasi Ketepatan Penggunaan Obat Tukak Lambung Pada Pasien Penderita Tukak Lambung Di Poli BPJS Rumah Sakit X Ade Afriyanti; Dimas Adrianto
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2a (2023): Terus Melaju Untuk Indonesia Maju
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2a.478

Abstract

Tukak lambung merupakan penyakit dengan gangguan pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh asam lambung dan pepsin yang disekresi berlebihan oleh mukosa lambung. Faktor utama penyebab tukak lambung adalah penggunaan Non Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID), steroids, merokok, Helicobacter pylori dan diet tinggi garam. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui ketepatan penggunaan obat tukak lambung pada pasien Poli BPJS di Rumah Sakit X periode tahun 2023. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang dilakukan secara retrospektif, yaitu dengan melakukan penelusuran pengobatan dalam data rekam medik pasien tukak lambung. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling pada data rekam medik pasien tukak lambung sejumlah 294 kasus. Berdasarkan hasil penelitian, karakteristik jenis kelamin pasien penderita tukak lambung banyak dijumpai pada pasien perempuan sebanyak 193 pasien (66%), karakteristik pasien berdasarkan usia yaitu sebagian besar pada usia 51-75 tahun sebanyak 66%. Penggunaan obat yang sering digunakan pada Rumah Sakit X adalah Lansoprazole dengan sebesar 57%. Berdasarkan kriteria 4 tepat (Tepat Pasien, Tepat Obat, Tepat Indikasi, Tepat Dosis) rasionalitas penggunaan obat golongan Pump Proton Inhibitor (PPI), H2RA, Antasida dan Sitoprotektif sesuai dengan standar British National Formulary (BNF) sebagai pengobatan tukak lambung di Rumah Sakit X diperoleh hasil tepat pasien 100%, tepat obat 80%, tepat indikasi 100% dan 70% tepat dosis.