Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Fuction of Nuwo Panggung in Flood Disaster Mitigation Kelumbaya District, Tanggamus Amalia Anisafira Budi; Puji Hardati; Rahma Hayati
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 7 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i7.2483

Abstract

The culture of the Lampung Tribe dominates the culture in Kelumbayan District. As with other tribes in Indonesia, the Lampung tribe makes culture an identity that is attached to every member of the tribe. Local wisdom is part of the culture. Qualitative research is a process of understanding human or social phenomena by creating a comprehensive and complex picture that can be presented in words, reporting detailed views obtained from informant sources, and being carried out in natural settings. Instruments in the research were the observation of data collection, interviews, and documents. The local wisdom of nuwo onstage as a traditional house for the Lampung tribe in Kelumbayan District is still commonly found in Kelumbayan District, especially in Pekon Umbar, Napal, and Susuk. Various traditional Lampung houses are based on their shape, including the Slow Dalom Building, the Slow Pesagi, the Slow Kejayaan, the Slow Sakura, and the Slow Dalom. Nuwo Panggung in Kelumbayan District is included in the Lamban Pesagi, which has three building parts, namely the upper, middle, and lower sections. The Nuwo stage with the Lalan Pesagi type was built using a basic pattern of cylinders, cubes, and pyramids.
Penguatan Ekonomi Lokal melalui Pendampingan UMKM Berbasis Wisata Edukasi Biogas dan Aman Bencana di Desa Karangpakis, Cilacap Aprillia Findayani; Juhadi Juhadi; Rahma Hayati; Ariyani Indrayati; Wahyu Setyaningsih; Khoirul Anwar; Dian Purbo Utomo; Nurfinda Ami Safina; Rakhan Azzurry Yulianto; Dwi Septiarini Nurfathonah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1598

Abstract

Desa Karangpakis, Kabupaten Cilacap, memiliki potensi pengembangan ekonomi lokal melalui pemanfaatan biogas yang berasal dari limbah peternakan. Potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal sebagai daya tarik wisata edukasi maupun sebagai penggerak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selain itu, desa ini berada di kawasan pesisir selatan Jawa yang memiliki risiko terhadap ancaman gempa bumi megathrust dan tsunami, sehingga diperlukan upaya pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan penguatan ekonomi dengan peningkatan kesiapsiagaan bencana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam mengembangkan usaha berbasis wisata edukasi biogas sekaligus memperkuat pemahaman masyarakat mengenai mitigasi bencana. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) melalui tahapan identifikasi kebutuhan, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan diikuti oleh 37 peserta yang terdiri atas pelaku UMKM, kelompok peternak, perangkat desa, PKK, dan Karang Taruna. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta pada seluruh aspek pelatihan, meliputi pemanfaatan biogas sebagai energi alternatif (54% menjadi 88%), pengembangan wisata edukasi (49% menjadi 86%), pengemasan dan pemasaran produk UMKM (58% menjadi 90%), mitigasi gempa bumi dan tsunami (46% menjadi 87%), serta kesiapsiagaan bencana (51% menjadi 89%). Selain meningkatkan kapasitas masyarakat, kegiatan ini menghasilkan konsep pengembangan wisata edukasi biogas yang terintegrasi dengan edukasi mitigasi bencana serta memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat. Program ini menunjukkan bahwa integrasi pemberdayaan UMKM, wisata edukasi, energi terbarukan, dan pengurangan risiko bencana dapat menjadi model pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan, inklusif, dan tangguh terhadap bencana.