Desa Karangpakis, Kabupaten Cilacap, memiliki potensi pengembangan ekonomi lokal melalui pemanfaatan biogas yang berasal dari limbah peternakan. Potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal sebagai daya tarik wisata edukasi maupun sebagai penggerak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selain itu, desa ini berada di kawasan pesisir selatan Jawa yang memiliki risiko terhadap ancaman gempa bumi megathrust dan tsunami, sehingga diperlukan upaya pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan penguatan ekonomi dengan peningkatan kesiapsiagaan bencana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam mengembangkan usaha berbasis wisata edukasi biogas sekaligus memperkuat pemahaman masyarakat mengenai mitigasi bencana. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) melalui tahapan identifikasi kebutuhan, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan diikuti oleh 37 peserta yang terdiri atas pelaku UMKM, kelompok peternak, perangkat desa, PKK, dan Karang Taruna. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta pada seluruh aspek pelatihan, meliputi pemanfaatan biogas sebagai energi alternatif (54% menjadi 88%), pengembangan wisata edukasi (49% menjadi 86%), pengemasan dan pemasaran produk UMKM (58% menjadi 90%), mitigasi gempa bumi dan tsunami (46% menjadi 87%), serta kesiapsiagaan bencana (51% menjadi 89%). Selain meningkatkan kapasitas masyarakat, kegiatan ini menghasilkan konsep pengembangan wisata edukasi biogas yang terintegrasi dengan edukasi mitigasi bencana serta memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat. Program ini menunjukkan bahwa integrasi pemberdayaan UMKM, wisata edukasi, energi terbarukan, dan pengurangan risiko bencana dapat menjadi model pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan, inklusif, dan tangguh terhadap bencana.
Copyrights © 2026