Syukur Kholil
Universitas Islam Negeri Sumatra Utara

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

UPAYA MEMBANGUN SINERGISITAS DALAM PENCEGAHAN JUDI ONLINE DI BANDA ACEH Azman Azman; Syukur Kholil; Hanifah Nurdin; Maisal Jannah
An-Nadwah Vol 29, No 1 (2023): Januari - Juni
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37064/an-nadwah.v29i1.16748

Abstract

Perjudian  dalam  masyarakat  Aceh  menjadi  salah  satu  perbuatan  yang  sangat tabu dan memalukan bila diketahui oleh banyak orang, terlebih Aceh telah menjadi satu-satunya  daerah  yang  menerapkan  Syariat  Islam  di  Indonesia.  Sehingga  kalaupun perbuatan  judi  itu  dilakukan  para  pelakunya  akan  mencari  tempat  yang  tersembunyi, baik  ke  dalam  ruang  tertutup,  tempat  jauh  dari  pantauan  masyarakat  bahkan  mereka memilih  pergi  ke  hutan-hutan  untuk  melakukan  perjudian  tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif  deskriptif yang berbasis penelitian  lapangan,  untuk  menemukan  bagaimana komunikasi preventif pemerintah Aceh dalam mengatasi perjudian online. Hasil Penelitian Menunjukkan bahwa pencegahan perjudian online pemerintah di Aceh diantaraya membangun sinergisitas memberantas judi online, rapat koordinasi kewaspadaan dini, mengeluarkan fatwa ulama, mensosialisasikan fatwa ulama, penegakan hukum bagi pelaku judi online, momblokir game judi online, melakukan himbauan dan razia terhadap judi online.
Struktur dan Fungsi Organisasi Pendidikan dalam Perspektif Komunikasi Sosial Budaya Joko Hariadi; Syukur Kholil; Nur Amelia
Widya Accarya Vol. 16 No. 2 (2025): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.16.2.1697.179-188

Abstract

Kompleksitas sosial budaya dalam organisasi pendidikan sering menimbulkan tantangan komunikasi yang berdampak pada efektivitas dan kualitas pengelolaan lembaga. Ketidakharmonisan hubungan antar anggota, perbedaan nilai budaya, serta lemahnya penerapan nilai moral sering kali menyebabkan konflik dan disintegrasi internal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur untuk menggali berbagai teori dan hasil penelitian terkait struktur dan fungsi organisasi pendidikan dalam perspektif komunikasi sosial budaya. Temuan utama menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Islam klasik seperti tauhid, keadilan, musyawarah, amanah, dan maslahah menjadi kunci untuk memperkuat solidaritas dan kolaborasi dalam organisasi. Studi ini menghadirkan model pengelolaan yang menggabungkan komunikasi sosial budaya dengan nilai-nilai Islam, menawarkan solusi inovatif untuk meningkatkan efektivitas, inklusivitas, dan keberlanjutan organisasi pendidikan. Dengan pendekatan ini, lembaga pendidikan tidak hanya dapat beradaptasi dengan perubahan sosial yang cepat, tetapi juga menjaga identitas spiritual sebagai landasan moral yang kokoh dalam membangun organisasi yang harmonis dan berkelanjutan.
Dinamika Komunikasi Kesbangpol dan Ormas Islam dalam Membangun Kesadaran Kebangsaan di Kota Medan Muhammad Andry Simatupang; Syukur Kholil
Islam & Contemporary Issues Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57251/ici.v4i2.1725

Abstract

This study explores the interorganizational communication dynamics between the National Unity and Political Agency (Kesbangpol) and Islamic civil society organizations (Ormas Islam) in shaping national consciousness in Medan, Indonesia. It focuses on how organizational structures, symbolic practices, and power relations influence the transmission and reception of civic values within a multireligious and multicultural urban setting. Using a qualitative case study with a critical-interpretive paradigm, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis. The findings reveal that communication between Kesbangpol and Ormas is largely top-down, symbolic, and lacking in dialogical depth. Symbolic representations of nationalism are often framed rhetorically without substantial internalization, and civic values tend to be disseminated through formalized rituals rather than sustained engagement. The study concludes that current practices are insufficiently participatory and require a shift toward deliberative communication, mutual recognition, and cultural sensitivity to support inclusive and sustainable civic engagement. This research contributes theoretically to the discourse on state–civil society relations by highlighting the limitations of symbolic governance, and offers practical insights for designing more dialogic and culturally responsive civic communication frameworks.