Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Tarumanagara Medical Journal

Hubungan kadar D-dimer dengan mortalitas dan derajat keparahan pasien Covid-19 di RS Husada periode Januari - Desember 2020 Ashiana Chen, Ellen; Sutanto, Hari
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i2.25493

Abstract

Infeksi Covid-19 menyebabkan kerusakan endotel dan hiperinflamasi serta reaksi berlebihan dari imun yang kemudian memicu kejadian badai sitokin. Hal ini menyebabkan peningkatan aktivasi koagulasi dan pembentukkan bekuan darah pada vaskular sehingga terbentuk D-dimer. Studi ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross-sectional. Sampel yang digunakan berupa data rekam medis dari 348 pasien yang dirawat dan melakukan pengecekan D-dimer di RS Husada Jakarta selama periode Januari hingga Desember 2020. Hasil studi didapatkan tingkat keparahan penyakit terbanyak yaitu kriteria sakit sedang (183 pasien; 52.6%) dan ditemukan sebanyak 97 (46.9%) pasien mengalami peningkatan kadar D-dimer. Mortalitas pasien dengan peningkatan kadar D-dimernya yaitu 41 (19.8%) pasien (p-value 0,000). Pasien dengan tingkat keparahan berat/kritis memiliki kadar D-dimer yang meningkat yaitu sebanyak 110 (53.1%) pasien dibandingkan yang memiliki kadar D-dimer normal yaitu 55 (39.0%) pasien (p-value 0,001). Hasil studi menunjukkan hubungan antara kadar D-dimer yang meningkat dengan mortalitas dan tingkat keparahan pasien COVID-19.
Pengaruh kendali glikemik pasien diabetes tipe 2 terhadap komplikasi penyakit jantung koroner Ratulangi, Serhen Esterany; Sutanto, Hari
Tarumanagara Medical Journal Vol. 6 No. 2 (2024): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v6i2.33362

Abstract

Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan salah satu komplikasi utama yang dialami pasien diabetes melitus tipe 2 akibat dari kendali glikemik yang buruk. Diabetes melitus sampai saat ini menjadi salah satu permasalahan penyakit kronis terbanyak. HbA1c merupakan indikator utama yang mencerminkan kendali glikemik jangka panjang dan berperan dalam menilai komplikasi pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar HbA1c sebagai kendali glikemik dengan risiko PJK pada pasien DM tipe 2 yang menjalani perawatan rawat jalan di RS Husada Jakarta Pusat. Studi ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain potong lintang. Data diambil dari rekam medis pasien DM tipe 2 dengan jumlah sebanyak 82 pasien yang diambil menggunakan teknik consecutive sampling. Variabel utama yang dianalisis meliputi kadar HbA1c, riwayat klinis pasien, dankomplikasi PJK yang didiagnosis secara medis. Analisis data dilakukan dengan uji statistik yang relevan untuk menentukan hubungan antara kendali glikemik dan risiko PJK. Hasil studi menunjukkan pasien dengan kendali glikemik yang buruk memiliki risiko PJK yang lebih tinggi dibandingkan dengan pasien dengan kendali glikemik yang baik (86,5% vs 63,3%). Hasil uji analitik didapatkan adanya hubungan signifikan antara kadar HbA1c yang tinggi dengan meningkatnya risiko PJK pada pasien DM tipe 2 (p- value 0,014; PRR 1,37). Kesimpulan dari penelitian ini ialah bahwa kendali glikemik yang optimal memiliki peran penting dalam mencegah komplikasi PJK pada pasien DM tipe 2. Oleh karena itu, pengelolaan kadar HbA1c yang efektif perlu menjadi focus utama dalam perawatan pasien DM tipe 2 untuuk mengurangi risiko komplikasi kardiovaskular.