Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pengembangan Lahan Permukiman Perdesaan Berkelanjutan di Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Cipali Indramayu Rosa Saefi Yusuf Albanah; Lailannur Fahradiza Hasiani Harahap; Valentino Sarapang Batara
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i9.11718

Abstract

Percepatan pembangunan ekonomi Provinsi Jawa Barat diinisiator oleh pembangunan industrialisasi dikawasan Rebana terutama Kabupaten Indramayu melalui Peraturan Presiden no 87 tahun 2021. Selain pertumbuhan ekonomi industrialisasi akan menimbulkan urbanisasi, permasalahan permukiman kumuh, hilangnya budaya pertanian dan alih fungsi lahan di perdesaan. Mengantisipasi hal tersebut perlu penataan permukiman perdesaan berkelanjutan pada Kawasan Peruntukan Industri (KPI) yang belum pernah dilakukan di Indramayu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan lahan, lahan potensial, daya tampung dan arahan dalam pengembangan permukiman perdesaan secara berkelanjutan untuk mendukung kegiatan industri. Penelitian ini menggunakan pendekatan spasial dengan metode deskriptif kuantitatif dan teknik analisis data superimpose (Overlay) melalui pembobotan dan penskoran serta teknik pengumpulan data observasi dan wawancara untuk memperoleh data sekunder dan primer. Hasil penelitian menunjukan kemampuan lahan kategori pengembangan A tercatat seluas 247.38 km2, Lahan potensial seluas 147,00 km2 dan Desa Cikawung sebagai desa paling potensial, Perdesaan di KPI mampu menampung 69.757 unit rumah berkapasitas 279.028 Jiwa penduduk dan seluruh desa mampu menampung jumlah penduduk sampai tahun 2041, kategori lahan potensial sangat tinggi sebagai prioritas arahan seluas luas 52,92 km2 menampung 25.114 rumah berkapasitas 100.457 jiwa penduduk. Disimpulkan bahwa wilayah perdesaan di Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Cipali memiliki lahan yang sangat potensial untuk pengembangan kawasan permukiman berkelanjutan yang memperhatikan eksistensi sektor pertanian, dampak lingkungan dan mendukung kegiatan industri. Rekomendasi bagi pemerintah untuk menyusun dokumen terkait kebijakan penataan ruang dan membuat regulasi teknis penataan permukiman berkelanjutan di Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Cipali Indramayu. Kata kunci: Industrialisasi; Permukiman; Perdesaan; Berkelanjutan.
ANALISIS SPATIAL URBAN HEAT ISLAND (UHI) DI KAWASAN INDUSTRI MAJALENGKA UTARA Rosa Saefi Yusuf Albanah; Alfas Muhammad Fuad; Widianto Aji Wibowo
Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan Vol. 6 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ITERA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35472/jppk.v6i1.2566

Abstract

Majalengka Regency has increasingly functioned as a new regional growth center in West Java, triggering rapid urbanization and substantial land-use conversion since 2013. These processes have exerted significant pressure on the local environment, particularly through the intensification of the Urban Heat Island (UHI) phenomenon. Based on BMKG Stamet Kertajati observations, the average maximum air temperature increased by 2.7°C during the 2020–2025 period. The development of the West Java International Airport has reinforced North Majalengka as an emerging Central Business District (CBD) with an aerocity-based spatial structure integrated with industrial estates. The expansion of industrial activities, including textile, manufacturing, food processing, and extractive industries, has contributed to increased anthropogenic heat emissions and surface thermal accumulation. This study aims to analyze the spatial and temporal dynamics of UHI and land-use change in North Majalengka between 2013 and 2025. Multi-temporal Landsat 8 OLI imagery was processed using Land Surface Temperature (LST) analysis to estimate surface thermal conditions and the Normalized Difference Built-up Index (NDBI) to quantify the extent and density of built-up areas. The results indicate a substantial increase of 162,919 ha in very densely built-up land. Surface temperature patterns exhibit notable interannual variability, with peak values of 41°C recorded in 2015 and 40°C in August 2023. The UHI effect is predominantly concentrated in Jatiwangi, Dawuan, Kasokandel, Kadipaten, Sumberjaya, Kertajati, and Jatitujuh Districts, which are characterized by high population mobility and intensive industrial land use. Overall, the findings demonstrate a strong association between urban expansion, industrial development, and the intensification of UHI in North Majalengka.