Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Arastirma

Pengaruh Book Tax Differences, Persistensi Laba dan Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap Kualitas Laba dengan Kepemilikan Institusional sebagai Variabel Moderasi Musshiam, Suci; Nugroho Heri Pramono
Jurnal Arastirma Vol. 6 No. 1 (2026): JURNAL ARASTIRMA
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jaras.v6i1.58641

Abstract

Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh book tax differences, persistensi laba, dan CSR terhadap kualitas laba. Permasalahan yang diangkat meliputi bagaimana faktor-faktor tersebut memengaruhi kualitas laba perusahaan, khususnya pada emiten LQ45. Hasil penelitian diharapkan memberikan wawasan bagi manajemen dan investor dalam memahami faktor yang menentukan kualitas laba, serta berkontribusi pada pengembangan kajian akademik terkait topik ini. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menguji peran kepemilikan institusional sebagai variabel moderasi dalam memperkuat atau memperlemah hubungan antara book tax differences, persistensi laba, dan CSR terhadap kualitas laba perusahaan. Metode. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan menggunakan metode purposive sampling yang berasal dari BEI. Dalam penelitian ini, data yang digunakan adalah data sekunder. Data sekunder yang diambil dari peneliti berupa laporan keuangan tahunan perusahaan-perusahaan yang termasuk dalam indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2024. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang termasuk dalam indeks LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2020 – 2024 sebanyak 45 perusahaan. Hasil. Hasil penelitian secara persial menunjukan bahwa CSR mempunyai pengaruh terhadap kualitas laba, sedangkan book tax differences dan persistensi laba tidak berpengaruh terhadap kualitas laba. Kepemilikan institusional tidak berperan dalam memperkuat maupun memperlemah hubungan antara book tax differences, Persistensi laba dan CSR terhadap kualitas laba. Implikasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa CSR berperan penting dalam meningkatkan kualitas laba, sehingga perusahaan perlu lebih transparan dalam mengungkapkan kegiatan sosialnya agar meningkatkan kepercayaan investor. Sementara itu, book tax differences dan persistensi laba tidak selalu dapat dijadikan indikator kualitas laba secara langsung. Kepemilikan institusional juga belum mampu memperkuat pengawasan terhadap manajemen, sehingga investor institusional diharapkan dapat lebih aktif dalam melakukan monitoring agar kualitas laporan keuangan semakin baik.
Pengaruh Kepemilikan Institusional, Karakter Eksekutif, dan Ukuran Perusahaan terhadap Tax Avoidance dengan Komisaris Independen sebagai Variabel Moderasi Almeida, Simoes Barros; Nugroho Heri Pramono
Jurnal Arastirma Vol. 6 No. 1 (2026): JURNAL ARASTIRMA
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jaras.v6i1.58643

Abstract

Tujuan. Penelitian ini berkontribusi dengan menguji pengaruh kepemilikan institusional, karakter eksekutif, dan ukuran perusahaan terhadap tax avoidance pada perusahaan yang terindeks LQ45 menggunakan data terbaru. Pemilihan sampel perusahaan LQ45 memberikan relevansi empiris yang kuat karena perusahaan dalam indeks ini merepresentasikan emiten dengan likuiditas dan kapitalisasi pasar tinggi di Indonesia. Metode. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan menggunakan metode purposive sampling yang berasal dari BEI. Dalam penelitian ini, data yang digunakan adalah data sekunder. Data sekunder yang diambil dari peneliti berupa laporan keuangan tahunan perusahaan-perusahaan yang termasuk dalam indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2024. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang termasuk dalam indeks LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2020 – 2024 sebanyak 45 perusahaan. Hasil. Hasil penelitian secara persial menunjukan bahwa kepemilikan institusional mempunyai pengaruh terhadap tax avoidance, sedangkan karakter eksekutif dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap kualitas laba. Komisaris Independen tidak berperan dalam memperkuat maupun memperlemah hubungan antara kepemilikan institusional, karakter eksekutif dan ukuran perusahaan terhadap tax avoidance. Implikasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa kepemilikan institusional, karakter eksekutif, dan ukuran perusahaan bersama-sama memengaruhi tingkat tax avoidance. Jika pengawasan dari pemilik institusi kuat dan karakter eksekutif cenderung etis, maka praktik penghindaran pajak dapat ditekan. Peran komisaris independen juga penting karena dapat memperkuat fungsi pengawasan dan mengurangi peluang manajemen melakukan tax avoidance secara agresif. Bagi perusahaan, hasil ini menjadi masukan untuk memperkuat tata kelola. Bagi investor dan regulator seperti otoritas Jasa Keuangan dan Direktorat Jenderal Pajak, penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan dalam meningkatkan pengawasan dan kebijakan terkait kepatuhan pajak
Pengaruh Korupsi Pajak, Pengetahuan Pajak, dan Sanksi Pajak terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Hasibuan, Sukiman; Nugroho Heri Pramono
Jurnal Arastirma Vol. 6 No. 1 (2026): JURNAL ARASTIRMA
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jaras.v6i1.58644

Abstract

Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi korupsi pajak, pengetahuan pajak, dan sanksi pajak terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi karena ketiga faktor tersebut berkaitan langsung dengan tingkat kepercayaan, pemahaman, dan kesadaran wajib pajak dalam memenuhi kewajibannya. Penelitian ini penting dilakukan mengingat masih rendahnya tingkat kepatuhan pajak serta menurunnya kepercayaan publik akibat kasus korupsi di lingkungan perpajakan. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ketiga variabel tersebut secara simultan berdasarkan Theory of Planned Behavior guna memahami faktor psikologis dan sosial yang membentuk niat serta perilaku kepatuhan wajib pajak. Metode. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan data yang digunakan adalah data primer. Penulis melakukan penelitian di KPP Pratama Pondok Aren. Dalam penelitian ini menggunakan metode  kuesioner. Metode kuesioner teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawab. Dalam penelitian ini, jenis kuesioner yang digunakan adalah kuesioner tertutup atau kuesioner yang sudah disediakan jawabannya. Hasil. Hasil penelitian secara persial menunjukan bahwa korupsi pajak dan sanksi pajak mempunyai pengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak, sedangkan pengetahuan pajak tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak. Implikasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi korupsi, pengetahuan pajak, dan sanksi pajak memiliki peran penting dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Oleh karena itu, pemerintah perlu memperkuat transparansi dan integritas aparat pajak untuk meningkatkan kepercayaan publik. Selain itu, edukasi dan sosialisasi perpajakan perlu ditingkatkan agar wajib pajak memiliki pemahaman yang baik tentang hak dan kewajibannya. Penerapan sanksi yang tegas dan adil juga harus konsisten agar memberikan efek jera dan mendorong kepatuhan. Dengan langkah tersebut, tingkat kepatuhan wajib pajak diharapkan dapat meningkat secara berkelanjutan.