Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Edukasi Bahaya Bahan Kimia Obat Dalam Obat Tradisional Pada Masyarakat Desa Maku Utami Islamiati; Ficanata Adhiguna Toding; Helin Ariandini
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 4, No 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN KEFARMASIAN
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jpk.v4i1.3358

Abstract

The use of traditional medicine, especially herbal medicine, is still in great demand in the community. The many types of traditional medicines currently appearing on the market provide opportunities for irresponsible manufacturers to market their products. It is known that the people of Maku Village have often used traditional medicine for various diseases. However, the lack of information and education regarding traditional medicines containing medicinal chemicals in the community can have harmful effects on the body if consumed continuously. The purpose of carrying out counseling activities in this service is as an alternative in educating the dangers of the effects of medicinal chemicals. Counseling is presented in the form of lectures and material distribution in the form of media leaflets and satisfaction questionnaires. Based on the percentage value of the indicators in the questionnaire that was distributed, the average percentage of community/partner satisfaction with PkM activities in Maku Village, Dolo District, Sigi Regency was 88.16%. As a result the community gains additional knowledge about the use and selection of safe traditional medicines so that they can help foster healthy behavior in the community.Keywords : Medicinal chemicals; Maku Village; EducationPenggunaan obat tradisional khususnya jamu masih diminati di masyarakat. Banyaknya jenis obat tradisional yang saat ini muncul di pasaran memberikan kesempatan kepada produsen yang tidak bertanggung jawab dalam memasarkan produk. Diketahui masyarakat Desa Maku sudah sangat sering menggunakan obat tradisional untuk berbagai jenis penyakit. Namun kurangnya informasi dan edukasi mengenai obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat di masyarakat dapat memberikan efek berbahaya bagi tubuh apabila dikonsumsi secara terus menerus. Tujuan dilaksanakan kegiatan penyuluhan dalam pengabdian ini sebagai salah satu alternatif dalam mengedukasi bahaya pengaruh bahan kimia obat. Penyuluhan disajikan dalam bentuk ceramah dan membagikan materi dalam bentuk media leaflet dan kuesioner kepuasan. Berdasarkan nilai persentase per indikator pada kuesioner yang telah dibagikan memperoleh nilai rata-rata persentasi kepuasan masyarakat/mitra terhadap kegiatan PkM di Desa Maku Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi adalah 88,16%. Hasil dari kegiatan ini masyarakat mendapatkan tambahan pengetahuan tentang penggunaan dan pemilihan obat tradisional yang aman sehingga dapat membantu menumbuhkan perilaku sehat di masyarakat.Kata kunci: Bahan kimia obat; Desa Maku; Edukasi
Edukasi Pemenuhan Gizi Mikro dan Makro Terhadap Tumbuh Kembang Anak Desa Powelua Utami Islamiati; Israh; Putri Afriyani
TAAWUN Vol. 4 No. 02 (2024): TA'AWUN AUGUST 2024
Publisher : Pusat Penelitian Pengabdian Pada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Fattah Siman Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37850/taawun.v4i02.755

Abstract

Optimal nutrition supports children's growth and development. However, economic factors, family conditions, productivity, and knowledge about child nutrition are often barriers to achieving good nutrition. Powelua is a village in Banawa Tengah sub-district, Donggala, Central Sulawesi, Indonesia which is an outermost and underdeveloped village. Low education, poor access, and meager income are the objectives for carrying out this activity considering that these are the main reasons why someone does not get a decent and healthy life perfectly. The method of implementing the service is a lecture using visual media in the form of posters. The results of this activity. The results of community service show that knowledge about fulfilling nutrition for children does not have good knowledge, but after the counseling has an impact where knowledge about fulfilling nutrition for children and preparing healthy food menus in households is getting better. From the survey results, the satisfaction score was 88.25%, meaning that there is an update on knowledge, which can be in the form of education on balanced nutrition for children, types of food to help children's growth and development.
Edukasi manajemen penyakit kronis pada pasien di Rumah Singgah Sahabat Orang Sakit Palu, Sulawesi Tengah Levana Velincia Tanriono; Utami Islamiati; Septian Abraham Lambert Siahaya; Rachma Fithratul Afwia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.40515

Abstract

Abstrak Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas yang memerlukan pengelolaan jangka panjang melalui penerapan self-management yang optimal. Rendahnya pengetahuan pasien mengenai penggunaan obat, kepatuhan terapi, dan pola hidup sehat dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan pasien penyakit kronis dan keluarga pendamping mengenai manajemen penyakit kronis di Rumah Singgah Sahabat Orang Sakit (SOS) Palu, Sulawesi Tengah. Kegiatan dilaksanakan pada 30 Mei 2026 dengan melibatkan 20 peserta menggunakan metode edukasi partisipatif yang meliputi ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, pemeriksaan kesehatan sederhana, serta pembagian Booklet edukasi. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pretest dan posttest, kemudian dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta yang ditandai dengan meningkatnya nilai rata-rata dari 5,70 ± 0,86 pada pretest menjadi 8,75 ± 0,72 pada posttest. Seluruh peserta mengalami peningkatan nilai setelah mengikuti edukasi. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara nilai pretest dan posttest (Z = -4,128; p < 0,001), yang mengindikasikan bahwa edukasi yang diberikan efektif dalam meningkatkan pengetahuan peserta mengenai manajemen penyakit kronis. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman pasien dan keluarga pendamping mengenai penggunaan obat yang rasional, kepatuhan terapi, penerapan pola hidup sehat, dan pencegahan komplikasi. Edukasi kesehatan secara berkelanjutan perlu terus dilakukan untuk memperkuat kemampuan self-management sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien penyakit kronis. Kata kunci: edukasi kesehatan; penyakit kronis; self-management; pengabdian kepada masyarakat; kepatuhan terapi. Abstract Non-Communicable Diseases (NCDs) are a leading cause of morbidity and mortality worldwide and require long-term management through effective self-management. Limited patient knowledge regarding proper medication use, treatment adherence, and healthy lifestyle practices increases the risk of disease-related complications. This Community Service Program aimed to improve the knowledge of patients with chronic diseases and their family caregivers regarding chronic disease management at the Sahabat Orang Sakit (SOS) Shelter House in Palu, Central Sulawesi. The program was conducted on May 30, 2026, involving 20 participants through a participatory educational approach consisting of interactive lectures, group discussions, question-and-answer sessions, basic health screenings, and the distribution of educational Booklets. Program effectiveness was evaluated using pretest and posttest questionnaires, and the data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed a significant improvement in participants' knowledge, with the mean score increasing from 5.70 ± 0.86 in the pretest to 8.75 ± 0.72 in the posttest. All participants demonstrated improved scores following the educational intervention. Statistical analysis revealed a significant difference between the pretest and posttest scores (Z = −4.128; p < 0.001), indicating that the educational intervention effectively improved participants' knowledge of chronic disease management. In addition, the program enhanced participants' understanding of rational medication use, treatment adherence, healthy lifestyle practices, and complication prevention. These findings suggest that community-based health education is an effective strategy for improving knowledge and supporting self-management among patients with chronic diseases. Continuous health education and follow-up support are recommended to sustain behavioral changes and improve the quality of life of individuals living with chronic diseases. Keywords: health education; chronic disease; self-management; community service; treatment adherence