Zatira, Nabiilah Huwaidaa
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TANTANGAN DALAM MEMBENTUK PEMIMPIN PEREMPUAN YANG MEMILIKI LITERASI DIGITAL DI INDONESIA Silitonga, Mala Sondang; Zatira, Nabiilah Huwaidaa
Dinamika Governance: Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 12, No 4 (2023): Dinamika Governance - JANUARI
Publisher : Universitas of Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jdg.v12i4.3397

Abstract

Empowering women as leaders is an important target in human development both at the global level and at the national level in Indonesia because it can increase the country's competitiveness and promote inclusive growth. This research aims to contribute to efforts to reduce the gender gap in leadership by increasing women's digital literacy. This research method uses a literature study using secondary data and the data collection method is library research. This study concludes that efforts to increase digital literacy (agility, adaptability, and fluency) by women as leaders are determined by culture which provides opportunities for women to easily access information technology (digital access), and digital infrastructure support.ABSTRAKSIPemberdayaan perempuan sebagai pemimpin merupakan target penting dalam pembangunan manusia baik pada tingkat global maupun di tingkat nasional di Indonesia karena dapat meningkatkan daya saing negara dan mendorong pertumbuhan inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk berkontribusi dalam upaya mengurangi kesenjangan gender kepemimpinan dengan meningkatkan literasi digital perempuan. Metode penelitian ini menggunakan studi literatur dengan menggunakan data sekunder dan metode pengumpulan data adalah studi Pustaka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa upaya peningkatan literasi digital (agility, adaptability, dan fluency) oleh kaum perempuan sebagai pemimpin ditentukan oleh budaya (culture) yang memberi kesempatan kepada perempuan untuk dengan mudah mengakses teknologi informasi (digital access), dan dukungan infrastruktur digital.