p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Media Penyiaran
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Trial By The Press New Media Konten Youtube Memasak Daging Babi Saus Kurma.: Indonesia Lukman; Muhammad Tsabit; Christopher Yudha Erlangga; Nina Kusumawati
Jurnal Media Penyiaran Vol. 1 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : LPPM UBSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.797 KB) | DOI: 10.31294/jmp.v1i1.489

Abstract

Indonesia yang menganut sistem demokrasi menjadikan setiap warganya memiliki hak untuk berpendapat, tapi pada kenyataanya kebebasan berpendapat khususnya melalui media dapat menjadi sebuah permasalahan dan menjadi kasus besar. Media youtube misalnya, dimanfaatkan secara maksimal bagi para youtuber dan content creator dalam berekspresi, menuangkan pendapat, atau wadah ide-ide kreatif sebuah konten audio visual. Salah satunya adalah channel youtube Choki Pardede yang berisi konten memasak dengan bahan nyeleneh. Pada salah satu episodenya Choki Pardede memasak daging babi dengan saus kurma yang akhirnya menjadi kontroversi. Penulis tertarik untuk menganalisa kontroversi tersebut yang berorientasi pada trial by the press new media. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi kreatif dan tujuan Choki Pardede dalam konten masak yang dibuat. Dasar teoritik yang digunakan dalam penelitian ini mencangkup teori strategi kreatif, logika dasar, humor dan konten. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus deskriptif. Temuan yang didapatkan dalam penelitian ini adalah Choki Pardede berusaha untuk memodifikasi kontennya dengan karakteristik Choki Pardede sendiri, sehingga membuat pro dan kontra dengan konten masak yang disajikannya.
Film Dokumenter Pesta Babi dalam Membentuk Perspektif Kognitif Pengguna Media Sosial Lukman; Muhammad Ichsan; Yudha Febri Al Paksi; Herry
Jurnal Media Penyiaran Vol. 5 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : LPPM UBSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jmp.v5i1.13372

Abstract

Film dokumenter bertema sosial-ekologis di era digital kini didistribusikan secara masif melalui berbagai platform media sosial, menciptakan ruang refleksi kritis bagi netizen. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam pengalaman hidup (lived experience) pengguna media sosial dalam memaknai film dokumenter "Pesta Babi" serta bagaimana pengalaman menonton tersebut membentuk dan merekonstruksi perspektif kognitif mereka terhadap isu marginalisasi masyarakat adat di Papua Selatan. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui Pendekatan Fenomenologi, penelitian ini berusaha menggali esensi kesadaran informan dari lubuk pengalaman mereka yang paling murni. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam (in-depth interview) terstruktur terhadap delapan informan yang aktif menggunakan media sosial (YouTube, X, dan Instagram) dan telah menonton dokumenter tersebut secara utuh. Analisis data dilakukan dengan teknik eksplisitasi data fenomenologis (berdasarkan konsep epoche dan reduction Edmund Husserl). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman menonton "Pesta Babi" menghasilkan sebuah "guncangan kesadaran" (conscious shock) pada ranah kognitif informan. Melalui visualisasi penderitaan masyarakat adat dan kerusakan hutan sagu, informan mengalami perubahan cara pandang yang radikal—dari kognisi naif yang menganggap pembangunan nasional selalu membawa kesejahteraan, menuju kognisi kritis yang menyadari adanya ketimpangan ruang hidup dan pelanggaran hak ulayat. Media sosial dalam fenomena ini berperan sebagai arena amplifikasi emosi dan kognisi, di mana ruang diskusi digital memperkuat retensi ingatan serta pemahaman kritis informan.