Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Aktualisasi Pemahaman Konsep Riba Dalam Kegiatan Muamalah Dalam Masyarakat (Studi Kasus Pada kegiatan Jual Beli di Pasar Tradisional Pakan Sinayan) Rani Ashari Febrian; Muhammad Taufiq
Jurnal Bisnis dan Manajemen (JURBISMAN) Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Bisnis dan Manajemen (JURBISMAN)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/jurbisman.v1i1.122

Abstract

Agama islam menyerukan agar umat islam turut memperhatikan kehidupan di dunia, dimana kita diajarkan untuk berusaha dalam memenuhi kebutuhan hidup melalui jalan yang sesuai dengan ajaran Al Qur’an dan hadits. Banyak kegiatan masyarakat yang mampu mendorong kemajuan perekenomian umat, salah satunya adalah dengan jalan jual beli. Kegiatan jual beli yang diridhoi oleh Allah SWT tentunya adalah jual beli yang berbasiskan kepada prinsip syariah. Prinsip syariah dalam artian yaitu terindar dari praktik riba, maysir dan gharar. Praktik riba sendiri tidak sedikit kita temukan di tengah tengah kegiatan muamalah masyarakat, salah satunya dalam kegiatan jual beli, tidak sedikit ditemukan pedagang yang melakukan kecurangan dalam jual beli salah satunya dalam hal menakar barang yang diperdagangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktualisasi kaidah fiqh dalam transaksi jual beli, terutama larangan riba dalam prakteknya. Untuk menalar kajian tersebut, maka digunakan jenis penelitian kepustakaan (library research) dengan metode pendekatan normatif dan analisis isi (content analysis) yang titik fokusnya pada studi naskah dan teks terkait masalah penelitian.
Pengaruh Modal Dan Pemasaran Terhadap Pendapatan Usaha Mikro Pada Produksi Kerupuk Kamang Berdasarkan Prespektif Ekonomi Islam (Studi Kasus : di Kecamatan Kamang Magek) Elvi Nasriandani; Muhammad Taufiq
Jurnal Bisnis dan Manajemen (JURBISMAN) Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Bisnis dan Manajemen (JURBISMAN)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/jurbisman.v1i1.123

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan penulis dalam melihat suatu usaha yaitu Home Industri Ubi Kerupuk Kamang. produksi Kerupuk Kamang merupakan kerupuk mentah yang terbuat dari ubi kayu (singkong) yang diolah dan diproduksi oleh industri rumah tangga kemudian dijual kepasar atau dijual dari rumah dengan harga yang terjangkau. Pada masalah permodalan yaitu sulitnya membeli bahan baku ubi yang terkadang harganya naik. Selain itu banyak dari pengusaha Kerupuk Kamang yang tutup usaha akibat kekurangan modal. Pada permasalahan pemasaran ialah kebanyakan pengusaha Kerupuk Kamang menjual kerupuk ke pasar tradisional yang terkadang pasar sepi sehingga sepi pembeli, ketika kerupuk kurang laku dipasaran pengusaha tetap membayar pesanan ubi yang datang tiap bulannya. Selain itu permasalahan pemasaran lainnya ialah ketika musim buah-buahan seperti musim Manggis dan musim Durian maka Kerupuk Kamang akan kalah saing dipasaran.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Modal Dan Pemasaran Terhadap Tingkat Pendapatan Usaha Mikro pada Produksi Kerupuk Kamang. Metode penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang bersifat Kuantitatif, dengan menggunakan Uji Instrumen yang teridiri dari : Uji Validitas, Uji Reabilitas. Kedua Uji Normalitas yang rterdiri dari Histogram, normal p-plot dan Sampel Kolimogrof. Ketiga dengan Regresi Linear Berganda. Ke Empat Uji Hipotesis yang terdiri dari Uji T dan Uji F. Terakhir Uji Determinan. Untuk temuan penelitian ini adalah pengaruh X1 terhadap Y adalah sebesar 0,042 < 0.05 dan nilai t hitung 2,078 > 1.674 t tabel Maka terdapat pengaruh variabel X1 terhadap variabel Y. Untuk Pengujian Hipotesis kedua (H2) diketahui nilai sig. untuk pengaruh X2 terhadap Y adalah sebesar 0,158 > 0.05 dan nilai t hitung 1,429 < 1.674 t tabel Maka tidak terdapat pengaruh variabel X2 terhadap variabel Y. Untuk uji F tabel X1 dan X2 secara simultan berpengaruh terhadap Y adalah sebesar 0,000 < 0.05 dan nilai F hitung 10,952 > 3.14 F tabel sehingga dapat disimpulkan bahwa X1 dan X2 secara simultan terdapat pengaruh terhadap variabel Y. Dalam penelitian diperoleh bahwa modal berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat pendapatan dan pemasaran tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat pendapatan.
The 1000 Ḥāfiẓ Program as a Living Qur’an Practice: A Socio-Religious Study in Pasaman Regency, West Sumatra Rona Hamdani; Ahmad Zaky; Muhardika Muhardika; Muhammad Taufiq
Jurnal Semiotika Quran Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir
Publisher : Program Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsq.v6i1.32145

Abstract

The tradition of memorizing the Qur’an (Taḥfiẓ) represents one of the forms of internalization and actualization of Qur’anic values in the life of Muslim communities. Pasaman Regency, West Sumatra, initiated the 1000 Ḥāfiẓ Program as a strategic effort to instill Qur’anic values among the younger generation while strengthening the religious culture of the community. This study aims to analyze the program from the perspective of Living Qur’an, an approach that examines how the Qur’an is practiced, experienced, and internalized within the social life of society. Using a qualitative method with phenomenological and sociological approaches, this article explores the dynamics of Taḥfiẓ practices within the socio-religious context of the Pasaman community. The findings indicate that the 1000 Ḥāfiẓ Program represents the Qur’an as a living text, a sacred text that is not merely read and memorized but also actualized in the formation of character, the strengthening of social control, and the construction of the community’s religious identity. Through Taḥfiẓ activities, Qur’anic instruction, and the development of a religious culture within educational institutions and society, the Qur’an functions as a living value that shapes socio-religious practices. In addition to producing Qur’an memorizers, the program also strengthens social morality and the Islamic identity of the Pasaman community. Therefore, the sustainability of this program should continue to be supported through synergy among local government, educational institutions, and the wider community so that Qur’anic values remain alive and functional in social reality.