Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FUN GAMES PENGEMBANGAN DIRI SDN 69 BATU TIROA Cayati Cayati; Jusmawati Jusmawati; Baharuddin Hafid; Sri Evi; Rian Mansyur
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 6 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i6.2027-2033

Abstract

Pembelajaran yang menyenangkan akan selalu menggugah rasa ingin tahu siswa terhadap sesuatu, sebuah game edukasi diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, bermakna, dinamis dan kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh permainan tradisional dalam mengembangkan kecerdasan jamak anak usia dini Bermain itu menyenangkan, belajar melalui permainan memungkinkan seorang anak untuk optimal. Pembentukkan karakter atau kepribadian disiplin peserta didik harus ditanamkan sejak dini, baik dilingkungan keluarga, masyarakat maupun sekolah. Upaya sekolah dalam menerapkan atau menanamkan sikap disiplin tersebut adalah melalui kegiatan kokurikuler dan atau ekstrakurikuler. Pendidikan karakter merupakan pondasi untuk masa depan dan pendidikan karakter anak sebagai landasan penerapan disiplin untuk tolok ukur anak berperilaku. Disiplin menjadi salah satu tujuan dari adanya pembentukan karakter baik seseorang atau peserta didik. Adanya kedisiplinan yang tertanam pada diri seseorang melahirkan suatu sikap tanggung jawab yang besar. Baik tanggung jawab pada diri sendiri maupun tanggung jawab pada orang lain. Disiplin menjadi salah satu tujuan dari adanya pembentukan karakter baik seseorang atau peserta didik. Adanya kedisiplinan yang tertanam pada diri seseorang melahirkan suatu sikap tanggug jawab yang besar. Baik tanggung jawab pada diri peserta didik merupakan perwujudan dan tercapainya salah satu tujuan pendidikan. disiplin merupakan perilaku yang menunjukkan kepatuhan seseorang terhadap suatu tatanan tertentu melalui aturan yang berlaku. penting dalam menentukan kesuksesan belajar peserta didik dan banyak manfaat lain yang dapat diambil apabila peserta didik menerapkan kedisiplinan. Pembentukkan karakter atau kepribadian disiplin peserta didik harus ditanamkan sejak dini, baik dilingkungan keluarga, masyarakat maupun sekolah. Upaya sekolah dalam menerapkan atau menanamkan sikap disiplin tersebut adalah melalui kegiatan kokurikuler dan atau ekstrakurikuler.
FUN GAMES PENGEMBANGAN DIRI SDN 69 BATU TIROA Cayati Cayati; Jusmawati Jusmawati; Baharuddin Hafid; Sri Evi; Rian Mansyur
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 6 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i6.2027-2033

Abstract

Pembelajaran yang menyenangkan akan selalu menggugah rasa ingin tahu siswa terhadap sesuatu, sebuah game edukasi diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, bermakna, dinamis dan kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh permainan tradisional dalam mengembangkan kecerdasan jamak anak usia dini Bermain itu menyenangkan, belajar melalui permainan memungkinkan seorang anak untuk optimal. Pembentukkan karakter atau kepribadian disiplin peserta didik harus ditanamkan sejak dini, baik dilingkungan keluarga, masyarakat maupun sekolah. Upaya sekolah dalam menerapkan atau menanamkan sikap disiplin tersebut adalah melalui kegiatan kokurikuler dan atau ekstrakurikuler. Pendidikan karakter merupakan pondasi untuk masa depan dan pendidikan karakter anak sebagai landasan penerapan disiplin untuk tolok ukur anak berperilaku. Disiplin menjadi salah satu tujuan dari adanya pembentukan karakter baik seseorang atau peserta didik. Adanya kedisiplinan yang tertanam pada diri seseorang melahirkan suatu sikap tanggung jawab yang besar. Baik tanggung jawab pada diri sendiri maupun tanggung jawab pada orang lain. Disiplin menjadi salah satu tujuan dari adanya pembentukan karakter baik seseorang atau peserta didik. Adanya kedisiplinan yang tertanam pada diri seseorang melahirkan suatu sikap tanggug jawab yang besar. Baik tanggung jawab pada diri peserta didik merupakan perwujudan dan tercapainya salah satu tujuan pendidikan. disiplin merupakan perilaku yang menunjukkan kepatuhan seseorang terhadap suatu tatanan tertentu melalui aturan yang berlaku. penting dalam menentukan kesuksesan belajar peserta didik dan banyak manfaat lain yang dapat diambil apabila peserta didik menerapkan kedisiplinan. Pembentukkan karakter atau kepribadian disiplin peserta didik harus ditanamkan sejak dini, baik dilingkungan keluarga, masyarakat maupun sekolah. Upaya sekolah dalam menerapkan atau menanamkan sikap disiplin tersebut adalah melalui kegiatan kokurikuler dan atau ekstrakurikuler.
Comparing UNO Stacko Game-Based Learning With Phonics-Informed Sound-Symbol Mapping and Conventional Instruction for Elementary Students' Number Recognition Sri Evi; Nurhadijah Fj; nabilah; aena; abdullah
Elementary Journal of Education Vol. 2 No. 1 (2026): Elementary Journal of Education
Publisher : Elementary Journal of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Recognizing written numerals is a foundational symbolic-number skill, yet classroom activities that are enjoyable do not automatically strengthen the mapping between a numeral and its spoken name. UNO Stacko offers a concrete game format that can repeatedly expose learners to visible number symbols, while phonics-informed sound-symbol mapping provides a structured oral-labeling routine. Aims: This study compared UNO Stacko game-based learning combined with phonics-informed sound-symbol mapping with conventional instruction for elementary students' number recognition. Methods: A quantitative pretest-posttest control-group design involved 40 students, with 20 students in the experimental group and 20 in the control group. Number-recognition tests were administered before and after instruction. Because random allocation, participant demographics, intervention dosage, instrument psychometrics, and raw score-level statistics were not preserved in the supplied study record, the design and findings are reported conservatively and no missing values are reconstructed. Results: The source manuscript reports that students receiving the UNO Stacko-phonics condition improved in recognizing number symbols 1-10 and obtained a higher average posttest score than the control group. Exact means, standard deviations, inferential test statistics, confidence intervals, and effect sizes were not available in the supplied manuscript, so the magnitude and statistical certainty of the between-group difference cannot be re-estimated here. Conclusion: The reported direction of the outcome supports further investigation of UNO Stacko as a concrete game medium for repeated spoken-visual numeral mapping, but stronger causal claims require recovery and reanalysis of the original dataset. The study contributes a conceptually clearer distinction between conventional phonics and a phonics-informed sound-symbol routine adapted specifically for numeral recognition.