Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Manajemen Kepala Sekolah Perempuan untuk Mewujudkan Sekolah Unggulan Fatwa Destinasi; Miftahuddin
Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences Vol. 1 No. 3 (2020): Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences, November, 2020
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/ijhass.v1i3.1502

Abstract

Keberhasilan lembaga sekolah tidak terlepas dari manajemen yang diterapkan oleh seorang kepala sekolah serta bagaimana menggerakkan guru-guru serta karyawan yang terkait didalamnya. Seorang kepala sekolah harus mampu menjadikan lembaga yang dipimpinnya menjadi lembaga sekolah yang sehingga, dapat menghasilkan out put yang berkualitas unggul pula. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen yang diterapkan kepala sekolah perempuan untuk mewujudkan sekolah unggulan di SMPN 4 Kediri dan faktor-faktor apa saja yang menjadi pendukung maupun penghambat dalam manajemen yang diterapkan oleh kepala sekolah perempuan untuk mewujudkan sekolah unggulan di SMPN 4 Kediri. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara mendalam Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) manajemen yang diterapkan kepala sekolah perempuan untuk mewujudkan sekolah unggulan di SMPN 4 Kediri meliputi beberapa tahap yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan penilaian. 2) faktor pendukung dan penghambat kepala sekolah perempuan untuk mewujudkan sekolah unggulan di SMP Negeri 4 Kediri yaitu: adanya kerjasama yang baik antara kepala sekolah dengan guru, sarana dan prasarana yang memadai, dan apresiasi kepala sekolah yang baik, sedangkan factor penghambatnya adalah masih ada beberapa guru yang mengajar tidak sesuai dengan kurikulum, factor usia dari pendidik yang menjadikan kurang maksimalnya kegiatan pendidikan.
Pengaruh Metode Fami Bisyauqin terhadap Bacaan Al Qur’an Binnazar Santri Pondok Pesantren Salafiyah Kediri Inayah Khulatifah; Miftahuddin
Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences Vol. 2 No. 1 (2021): Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences, March, 2021
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/ijhass.v2i1.1914

Abstract

The effort to find the effect of the fami bisyauqin method on the quality of reading the Qur'an is the focus of this research. The background of this concern is to measure the quality of reading the Qur'an by students at the Salafiyah Islamic Boarding School in Kediri City, which so far has never been done. Other tahfidz Islamic boarding schools have measuring tools for evaluation and reference in determining future Qur'an learning strategies. This research was conducted by distributing questionnaires with a sample of 28 students. The method of analysis uses non-parametric statistics Kendall tau formula. The results state that the correlation between the reading value of the Qur'an binnazar santri with the fami bisyauqin method is very low; this is because the students only focus on reading the Qur'an without knowing the method used when reading the Qur'an with the fami bisyauqin method.
MORAL SOSIAL DALAM PENGAJARAN IPS Miftahuddin Miftahuddin
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 25 No. 2 (2014): Jurnal Tribakti
Publisher : Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v25i2.193

Abstract

Pengajaran IPS disusun dan disajikan kepada siswa-siswi sebagai bekal untuk kehidupan masa depannya pada waktu mereka itu telah dewasa dan sepenuhnya menjadi anggota masyarakat yang mandiri.Salah satu aspek kehidupan yang sangat berperan dalam kehidupan masyarakat Indonesia pada masa kini dan masa yang akan datang adalah moral sosial yang merupakan landasan hidup yang diyakini oleh masyarakat Indonesia untuk bertahan terhadap nilai-nilai moral yang dapat merusak kehidupan bangsa.Pengetahuan tentang moral sosial perlu disajikan kepada siswa bersamaan dengan pembahasan prinsip dan konsep tertentu tanpa mempertimbangkannya dengan norma rasional yang menjadi karakteristik pengajaran IPS.Pemikiran rasional dan Penalaran moral sosial merupakan cara berpikir yang dapat saling melengkapi, karena maslah sosial atau masyarakat utamanaya yang menyangkut manusia dengan segala aspek kehidupannya sulit dipastikan gejalanya. Kedua jenis pemikiran dan penalaran itu dapat dilaksanakan bersama-sama sepanjnag penggunaannya berurutan.Pengembangan moral sosial dalam IPS dapat dilakukan oleh guru dengan bermacam cara, antara lain keteladanan dan nasihat atau penghayatan moral yang bertujuan siswa memahami, menghayati dan merasa dirinya terikat oleh moral sosial.
Revitaslisasi IPS dalam Perspektif Global Miftahuddin Miftahuddin
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 27 No. 2 (2016): Jurnal Tribakti
Publisher : Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v27i2.269

Abstract

Artikel ini membahas tentang pentingtanya revitalisasi IPS dalam perspektif global. Pembaruan kurikulum yang signifikan sebagai jawaban atas Perubahan masyarakat yang begitu cepat sebagai dampak dari kemajuan ilmu pengetahun dan teknologi, membawa akibat positif dan sekaligus akibat negatif bagi kehidupan. Hingga kini, peran lembaga pendidikan masih tetap menjadi tumpuan harapan yang dapat membawa pencerahan bagi masyarkat yang mengalami perubahan. Namun tidak bisa dipungkiri pula bahwa lembaga pendidikan selalu tertinggal oleh kemajuan yang dicapai masyarakat. Akibatnya lembaga pendidikan perlu melakukan penyesuaian-pen yesuaian terhadap semua perkembangan yang terjadi di masyarakat. Tujuan pendidikan IPS adalah mensinergikan berbagai mata pelajaran menjadi kecakapan hidup yang diperlukan peserta didik .Oleh karena itu maka dalam mata pelajaran IPS terdiri dari berbagai ilmu-ilmu sosial, dan ilmu-ilmu sosial itu harus direvitalisasi sedemikian rupa agar mudah dipelajari atau difahami oleh siswa seseuai dengan tingkat perkembangan psikologisnya di sekolah dengan cara menyajikan topik atau tema pelajaran dengan isu-isu yang menrik seperti Hormat pada Guru, Perilaku Nyontek dan Akibatnya, Masalah Narkoba, Tawuran Antar Pelajar, Disiplin. Korupsi, Kulalitas Generasi Muda, Penggunaan Internet, Disiplin dan Etos Kerja, Memelihara Budaya Lokal, Permasalah Orbanisasi, Sektor Informal. UKM dan Globalisasi Trafficking, Global Warning, Pelestarian Lingkungan Hidup Kepedulian Sosial, Bencana Alam, dan lain sebagainya.
MORAL SOSIAL DALAM PENGAJARAN IPS Miftahuddin Miftahuddin
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 25 No. 2 (2014): Jurnal Tribakti
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v25i2.193

Abstract

Pengajaran IPS disusun dan disajikan kepada siswa-siswi sebagai bekal untuk kehidupan masa depannya pada waktu mereka itu telah dewasa dan sepenuhnya menjadi anggota masyarakat yang mandiri.Salah satu aspek kehidupan yang sangat berperan dalam kehidupan masyarakat Indonesia pada masa kini dan masa yang akan datang adalah moral sosial yang merupakan landasan hidup yang diyakini oleh masyarakat Indonesia untuk bertahan terhadap nilai-nilai moral yang dapat merusak kehidupan bangsa.Pengetahuan tentang moral sosial perlu disajikan kepada siswa bersamaan dengan pembahasan prinsip dan konsep tertentu tanpa mempertimbangkannya dengan norma rasional yang menjadi karakteristik pengajaran IPS.Pemikiran rasional dan Penalaran moral sosial merupakan cara berpikir yang dapat saling melengkapi, karena maslah sosial atau masyarakat utamanaya yang menyangkut manusia dengan segala aspek kehidupannya sulit dipastikan gejalanya. Kedua jenis pemikiran dan penalaran itu dapat dilaksanakan bersama-sama sepanjnag penggunaannya berurutan.Pengembangan moral sosial dalam IPS dapat dilakukan oleh guru dengan bermacam cara, antara lain keteladanan dan nasihat atau penghayatan moral yang bertujuan siswa memahami, menghayati dan merasa dirinya terikat oleh moral sosial.
Revitaslisasi IPS dalam Perspektif Global Miftahuddin Miftahuddin
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 27 No. 2 (2016): Jurnal Tribakti
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v27i2.269

Abstract

Artikel ini membahas tentang pentingtanya revitalisasi IPS dalam perspektif global. Pembaruan kurikulum yang signifikan sebagai jawaban atas Perubahan masyarakat yang begitu cepat sebagai dampak dari kemajuan ilmu pengetahun dan teknologi, membawa akibat positif dan sekaligus akibat negatif bagi kehidupan. Hingga kini, peran lembaga pendidikan masih tetap menjadi tumpuan harapan yang dapat membawa pencerahan bagi masyarkat yang mengalami perubahan. Namun tidak bisa dipungkiri pula bahwa lembaga pendidikan selalu tertinggal oleh kemajuan yang dicapai masyarakat. Akibatnya lembaga pendidikan perlu melakukan penyesuaian-pen yesuaian terhadap semua perkembangan yang terjadi di masyarakat. Tujuan pendidikan IPS adalah mensinergikan berbagai mata pelajaran menjadi kecakapan hidup yang diperlukan peserta didik .Oleh karena itu maka dalam mata pelajaran IPS terdiri dari berbagai ilmu-ilmu sosial, dan ilmu-ilmu sosial itu harus direvitalisasi sedemikian rupa agar mudah dipelajari atau difahami oleh siswa seseuai dengan tingkat perkembangan psikologisnya di sekolah dengan cara menyajikan topik atau tema pelajaran dengan isu-isu yang menrik seperti Hormat pada Guru, Perilaku Nyontek dan Akibatnya, Masalah Narkoba, Tawuran Antar Pelajar, Disiplin. Korupsi, Kulalitas Generasi Muda, Penggunaan Internet, Disiplin dan Etos Kerja, Memelihara Budaya Lokal, Permasalah Orbanisasi, Sektor Informal. UKM dan Globalisasi Trafficking, Global Warning, Pelestarian Lingkungan Hidup Kepedulian Sosial, Bencana Alam, dan lain sebagainya.
Manajemen Kepala Sekolah Perempuan untuk Mewujudkan Sekolah Unggulan Fatwa Destinasi; Miftahuddin
Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences Vol. 1 No. 3 (2020): Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences, November, 2020
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/ijhass.v1i3.1502

Abstract

Keberhasilan lembaga sekolah tidak terlepas dari manajemen yang diterapkan oleh seorang kepala sekolah serta bagaimana menggerakkan guru-guru serta karyawan yang terkait didalamnya. Seorang kepala sekolah harus mampu menjadikan lembaga yang dipimpinnya menjadi lembaga sekolah yang sehingga, dapat menghasilkan out put yang berkualitas unggul pula. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen yang diterapkan kepala sekolah perempuan untuk mewujudkan sekolah unggulan di SMPN 4 Kediri dan faktor-faktor apa saja yang menjadi pendukung maupun penghambat dalam manajemen yang diterapkan oleh kepala sekolah perempuan untuk mewujudkan sekolah unggulan di SMPN 4 Kediri. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara mendalam Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) manajemen yang diterapkan kepala sekolah perempuan untuk mewujudkan sekolah unggulan di SMPN 4 Kediri meliputi beberapa tahap yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan penilaian. 2) faktor pendukung dan penghambat kepala sekolah perempuan untuk mewujudkan sekolah unggulan di SMP Negeri 4 Kediri yaitu: adanya kerjasama yang baik antara kepala sekolah dengan guru, sarana dan prasarana yang memadai, dan apresiasi kepala sekolah yang baik, sedangkan factor penghambatnya adalah masih ada beberapa guru yang mengajar tidak sesuai dengan kurikulum, factor usia dari pendidik yang menjadikan kurang maksimalnya kegiatan pendidikan.
Pengaruh Metode Fami Bisyauqin terhadap Bacaan Al Qur’an Binnazar Santri Pondok Pesantren Salafiyah Kediri Inayah Khulatifah; Miftahuddin
Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences Vol. 2 No. 1 (2021): Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences, March, 2021
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/ijhass.v2i1.1914

Abstract

The effort to find the effect of the fami bisyauqin method on the quality of reading the Qur'an is the focus of this research. The background of this concern is to measure the quality of reading the Qur'an by students at the Salafiyah Islamic Boarding School in Kediri City, which so far has never been done. Other tahfidz Islamic boarding schools have measuring tools for evaluation and reference in determining future Qur'an learning strategies. This research was conducted by distributing questionnaires with a sample of 28 students. The method of analysis uses non-parametric statistics Kendall tau formula. The results state that the correlation between the reading value of the Qur'an binnazar santri with the fami bisyauqin method is very low; this is because the students only focus on reading the Qur'an without knowing the method used when reading the Qur'an with the fami bisyauqin method.
Ekonomi Sebagai Komponen Ilmu Pengetahuan Sosial Miftahuddin Miftahuddin
Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman Vol. 8 No. 3 (2018): Intektual:Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman, Desember 2018
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/intelektual.v8i3.725

Abstract

Ilmu Pengetahuan Sosial selanjutnya disingkat IPS mulai ramai diperdebatkan secara nasional dalam tahun 1972 pada saat Badan Penelitian Pendidikan (BP3K sekarang) membahasa rencana pembaharuan kurikulum sekolah di Indonesia. Konsep-konsep ilmu sosial yang menjadi bahan pengajaran IPS dipilih yang dapat menunjang tercapainya tujuan pengajaran. Konsep-konsep yang sudah dipilih kemudian disederhanakan dalam arti dipermudah sesuai dengan kematangan dan kemampuan peserta didik, agar mudah diserap dan dihayati. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah bahwa walaupun masalah yang dibahas sama yaitu masalah-masalah sosial, namun IPS bukan ilmu sosial. Ia adalah bagian ilmu sosial yang dipilih dan disederhanakan serta dipolakan untuk pengajaran, karena itu tujuannya bersifat edukatif. Penelaahan ekonomi berpangkal pada dua hal yang berhadapan yaitu tidak terbatasnya jenis dan jumlah kebutuhan manusia dan adanya kelangkaan alat-alat pemuas kebutuhan (sumber-sumber produktif). Adanya kelangkaan sumber-sumber yang produktif menimbulkan masalah pokok ekonomi. Konsep ilmu ekonomi seperti tersebut disederhanakan selanjutnya disajikan kepada peserta didik agar mudah difahaminya.
The Implementation of Qur’anic Recitation (Tadarus) Habituation in Grade IV-A as a Means of Developing The Pancasila Student Profile Miftahuddin Miftahuddin; Luthfia Febriana_Hediyanti
Jurnal Pendidikan Educandum Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Educandum
Publisher : Fakultas Pendidikan IAI Pangeran Dharma Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55656/jpe.v6i2.506

Abstract

This study aims to describe the implementation of Qur’an recitation habituation (tadarus Al-Qur’an) in class IV-A of MI Islamiyah Banjarmlati in shaping the Pancasila Student Profile. The background of this research is based on the importance of character formation through religious activities integrated with Pancasila values. The habituation of Qur’an recitation is considered an effective means of instilling the values of piety, cooperation, discipline, and responsibility among students. This study employs a qualitative approach with a descriptive method. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. The research subjects included the class IV-A teacher, students, and the head of the madrasah. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings show that the Qur’an recitation habituation is carried out routinely every morning before lessons begin. Teachers serve as guides and motivators, while students demonstrate enthusiasm and active participation. This activity not only improves students’ Qur’an reading skills but also fosters religious attitudes, discipline, and a sense of responsibility. These values are in line with the dimensions of the Pancasila Student Profile. Thus, the habituation of Qur’an recitation contributes significantly to the holistic character formation of students within the madrasah environment.