Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Faktor Lingkungan Berhubungan dengan Kejadian Diare Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Muaradua Kabupaten Oku Selatan Afriani, Berta
Syifa'Medika Vol 5, No 2 (2015): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v5i2.1399

Abstract

Data profil Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan menunjukkan penyakit diare termasuk ke dalam 10 penyakit terbanyak. Berdasarkan data Puskesmas Muaradua, jumlah kasus diare tahun 2013 sebesar 4,7% meningkat menjadi 5,5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor lingkungan yang berhubungan dengan kejadian diare pada anak balita di Kelurahan Bumi Agung yang termasuk wilayah kerja Puskesmas Muaradua Kabupaten OKU Selatan tahun 2014. Penelitian survei analitik ini menggunakan desain cross sectional. Data primer diperoleh dari wawancara langsung dengan alat bantu kuesioner dan check list. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh ibu yang mempunyai anak balita. Besar sampel sebanyak 180 responden. Analisis data univariat dijabarkan dalam tabel distribusi frekuensi dan analisa bivariat dilakukan dengan uji Chi-Square. Penelitian ini mendapatkan adanya hubungan yang bermakna antara sumber air bersih (p value 0,000), tempat pembuangan sampah (p value 0,000), kebiasaan buang air besar (p value 0,001), dan sarana pembuangan air limbah (p value 0,000) dengan kejadian diare pada anak balita. Dengan adanya hubungan antara keempat variabel ini dengan kejadian diare pada anak balita, pihak Puskesmas Muaradua diharapkan lebih mengoptimalkan penyuluhan tentang penyakit yang ditimbulkan oleh sumber air bersih, kebiasaan buang air besar, tempat pembuangan sampah dan saluran pembuangan air limbah dan untuk peneliti lainnya diharapkan dapat lebih mengembangkan lagi variabel-variabel yang akan diteliti untuk mencapai penyelesaian permasalahan secara menyeluruh.
Hubungan Personal Hygiene dan Status Sosial Ekonomi dengan Kejadian Skabies di Pondok Pesantren Afriani, Berta
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 2, No 1 (2017): June
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.589 KB) | DOI: 10.30604/jika.v2i1.25

Abstract

Abstrak: Skabies saat ini telah menjadi penyakit yang menyerang manusia dengan semua tingkat sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara personal hygiene dan status sosial ekonomi dengan kejadian Skabies pada santri di Pondok Pesantren. Metode penelitian yang digunakan survei analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini yaitu seluruh santri jenjang Diniyah Awaliyah dan Diniyah Wusto yang berjumlah 51 responden. Analisa Univariat dan analisa Bivariat digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan yang signifikan antara praktik mandi dengan kejadian Skabies dengan p value 0,006 (kurang dari 0,05). Praktik menjaga kebersihan tangan dan kuku dengan kejadian Skabies diperoleh p value 0,010 (kurang dari 0,05). Praktik menjaga kebersihan pakaian dan handuk dengan kejadian Skabies diperoleh p value 0,012 (kurang dari 0,05). Praktik tukar menukar handuk dan pakaian dengan kejadian Skabies diperoleh  p value 0,004 (kurang dari 0,05). Praktik menjaga kebersihan tempat tidur dengan kejadian Skabies diperoleh p value 0,039 (kurang dari 0,05). Dan hubungan Status sosial ekonomi dengan kejadian Skabies diperoleh nilai p value 0,021 (kurang dari 0,05). Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang bermakna antara personal hygiene dan status sosial ekonomi dengan kejadian Skabies pada santri di Pondok Pesantren Al-Falah IV Kecamatan Banding Agung Kabupaten OKU Selatan.Abstract: Scabies has now become a disease that attacks people with all social levels. This study aims to determine the relationship between personal hygiene and socioeconomic status with the incidence of Skabies at santri in Pondok Pesantren. The research method used analytical survey using cross sectional approach. The population of this research is all the students of Diniyah Awaliyah and Diniyah Wusto level which is 51 respondents. Univariate analysis and Bivariate analysis were used in this study. The results showed there was a significant relationship between the practice of bath with the incidence of Scabies with a value of p value 0.006 (less than 0.05). Practice to keep hand and nail hygiene with incident Scabies obtained p value 0,010 (less than 0,05). Practice to keep clean clothes and towel with incident Scabies obtained p value 0,012 (less than 0,05). The practice of exchange of towels and clothes with the occurrence of Scabies obtained p value 0,004 (less than 0,05). The practice of maintaining the cleanliness of the bed with the incident Scabies obtained p value of 0.039 (less than 0.05). And the relation of socioeconomic status with the occurrence of Scabies obtained p value 0,021 (less than 0,05). The results showed a meaningful relationship between personal hygiene and socioeconomic status with the incidence of Skabies at students in Pondok Pesantren Al-Falah IV District of Banding Agung of OKU Selatan Regency.
Peranan Petugas Kesehatan dan Ketersedian Sarana Air Bersih Dengan Kejadian Diare Afriani, Berta
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 2, No 2 (2017): December
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.85 KB) | DOI: 10.30604/jika.v2i2.53

Abstract

Abstrak: Data World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa diare masih jadi penyebab nomor satu kematian balita di seluruh dunia. Di Indonesia, diare merupakan pembunuh balita nomor dua setelah ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut). UNICEF (badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk urusan anak) memperkirakan bahwa setiap 30 detik ada satu anak yang meninggal dunia karena diare. Setiap tahun 100.000 balita di Indonesia meninggal karena diare (USAID, 2015). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara kejadian diare dengan peranan petugas kesehatan dan ketersedian sarana air bersih di Kelurahan Talang Jawa Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tanjung Agung tahun 2017. Penelitian menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 92 diambil dari populasi dengan menggunakan teknik random sampling. Hasil uji statistik chi-square menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara kejadian diare dengan peran petugas kesehatan dengan p value= 0.001 (kurang dari 0,05) dan ketersedian sarana air bersih dengan p value 0.022 (kurang dari 0,05). Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi bahan masukan dalam melakukan perencanaan dalam upaya pemberantasan penyakit diare di Kelurahan Talang Jawa Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tanjung Agung. THE ROLE OF HEALTH PERSONNEL AND THE AVAILABILITY OF CLEAN WATER FACILITIES WITH DIARRHEA OCCURRENCEAbstract: World Health Organization (WHO) data show that diarrhea is still the number one cause of infant deaths worldwide. In Indonesia, diarrhea is the second most common killer of children under five after ISPA (Acute Respiratory Tract Infection). UNICEF (the United Nations agency on children's affairs) estimates that every 30 seconds one child dies from diarrhea. Every year 100,000 infants in Indonesia die from diarrhea (USAID, 2015). This study aims to determine the correlation between the occurrence of diarrhea with the role of health workers and the availability of clean water facilities in Kelurahan Talang Jawa Working Area UPTD Puskesmas Tanjung Agung 2017. The study used an analytical survey with cross sectional approach. 92 samples are taken from the population using random sampling techniques. The result of chi-square statistic test showed that there was a significant correlation between diarrhea occurrence and the role of health officer with p value 0,001 (less than 0,05) and availability of clean water with p value 0.022 (less than 0,05). The result of the research is expected to be input in planning the eradication of diarrhea disease in Kelurahan Talang Jawa Working Area of UPTD Puskesmas Tanjung Agung.
PENINGKATAN BERAT BADAN PADA BAYI UMUR 0-6 BULAN DITINJAU DARI PEMBERIAN ASI Astriana, Willy; Afriani, Berta
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 7, No 2: Agustus 2022 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v7i2.860

Abstract

Latar Belakang: ASI eksklusif adalah pemberian ASI tanpa  pemberian tambahan cairan seperti susu formula, jeruk, madu, air, teh, air putih dan tanpa tambahan makanan padat seperti pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi dan tim dari usiai 0-6 bulan. Bayi yang diberi ASI akan lebih sehat dibandingkan dengan bayi yang diberi susu formula dimana bayi yang diberi susu formula memiliki resiko kematian karena diare sebesar 3,94kali lebih besar dibandingkan dengan bayi ASI eksklusif. Tujuan: Diketahuinya hubungan pemberian ASI dengan peningkatan berat badan pada bayi umur 0-6 bulan diwilayah kerja Puskesmas Tanjung Agung Tahun 2021. Metode: Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan crossectional. Sampel ini diperoleh sebanyak 67 sampel, uji statistic yang dilakukan adalah univariat dan bivariat. Hasil: Dalam penelitian ini didapatkan dari hasil analisis chi square menghasilkan adanya hubungan pemberian asi dengan peningkatan berat badan pada bayi umur 0-6 bulan dengan nilai p vaule 0,003. Saran: Diharapkan angka pemberian ASI ekslusif dengan peningkatan berat badan pada bayi umur 0-6 bulan semakin banyak yang memberikan ASI Ekslusif, dan perlu dilakukan peningkatan fasilitas pelayanan baik untuk mendukung peningkatan pemberian ASI Ekslusif pada bayi seperti penyediaan pojok ASI dikantor-kantor atau tersedia kulkas khusus penyimpan ASI. Kata Kunci: Berat Badan, Bayi, ASI Ekslusif
Penerapan Manajemen Nyeri Pada Asuhan Keperawatan Pasien Dengan Dismenorea Fitriani Agustina; Afriani, Berta
Lentera Perawat Vol. 4 No. 1 (2023): Lentera Perawat
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v4i2.187

Abstract

Dismenore terjadi karena proses kontraksi rahim yang memaksa wanita untuk istirahat atau berakibat pada menurunnya kinerja dan berkurangnya aktifitas sehari-hari. Pada pasien Dismenore yang merasakan nyeri , maka dengan penerapan manajemen nyeri yaitu dengan kompres hangat buli-buli panas dalam ini diharapkan dapat memberikan hasil keperawatan yang lebih baik. Jenis Penelitian studi kasus ini deskriptif dengan metode Pendekatan Studi Kasus. Penelitian Studi Kasus ini dilakasanakan pada 2 klien Dismenore dengan diagnosa keperawatan Nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologis penerapan manajemn nyeri. Proses Keperawatan terdiri dari Pengkajian, Diagnosa, Intervensi, Inplementasi dan Evaluasi. Teknik Pengumpulan data penelitian studi kasus ini adalah observasi dan wawancara. Penelitian Studi Kasus menunjukkan bahwa Klien sudah memahami dan mampu menerapkan manajemen nyeri dengan mandiri. penelitian studi kasus menununjukan masalah nyeri klien teratasi. Penerapan Manajemen Nyeri dapat menurunkan intensitas Nyeri dengan melakukan intervensi yang telah dilakukan pada pasien dismenorea.