Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemberian Materi dan Pendampingan Pembukuan Keuangan Sederhana kepada Pedagang Sentra Wisata Kuliner (SWK) Ikan Duyung Surabaya Ardiansyah Ardiansyah; Budiansyah Budiansyah; Prisma R Wardana; Taufan Hariono; Driana Lenniwati
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 7 (2026): SWARNA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juli, 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v5i7.3427

Abstract

Usaha mikro dan kecil memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian lokal, namun masih banyak pelaku usaha yang menghadapi kendala dalam pengelolaan keuangan, khususnya dalam pencatatan transaksi dan penyusunan pembukuan sederhana. Permasalahan tersebut juga ditemukan pada pedagang Sentra Wisata Kuliner (SWK) Ikan Duyung Surabaya yang sebagian besar belum menerapkan pencatatan keuangan secara sistematis sehingga mengalami kesulitan dalam mengetahui kondisi keuangan usaha secara akurat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan pedagang melalui pelatihan dan pendampingan pembukuan keuangan sederhana. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu tahap persiapan berupa observasi dan identifikasi kebutuhan mitra, tahap pelaksanaan berupa penyampaian materi dan praktik pembukuan sederhana, serta tahap pendampingan melalui diskusi dan penerapan pencatatan transaksi usaha. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pedagang memperoleh peningkatan pemahaman mengenai pentingnya pembukuan keuangan, mampu melakukan pencatatan pemasukan dan pengeluaran secara sederhana, serta mulai memahami pentingnya pemisahan antara keuangan usaha dan keuangan pribadi. Pendekatan pelatihan yang disertai praktik langsung dan pendampingan membantu peserta menghubungkan konsep pembukuan dengan aktivitas usaha yang dijalankan sehari-hari. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun tata kelola keuangan usaha yang lebih tertib dan profesional bagi pedagang SWK Ikan Duyung Surabaya.
Curriculum Construction of the Muhammadiyah and Salafi Education Systems: A Comparative Study of Islamic Education Systems in Indonesia Ardiansyah Ardiansyah
Abjadia : International Journal of Education Vol 11, No 1 (2026): Abjadia
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/abj.v11i1.39890

Abstract

This research analyzes the contestation of curriculum paradigms between the education system promoted by Persyarikatan Muhammadiyah and educational institutions based on the Salaf Manhaj. The three main objectives of this study are to describe the philosophy and construction of the curriculum, analyze the substantial differences in curriculum components, and identify the implications of the curriculum on student character and their responses to contemporary issues. The research findings indicate that the Muhammadiyah curriculum is rooted in modernistic integrative philosophy and the principle of ijtihad. This philosophy produces a balanced dual curriculum (religious sciences and general sciences) aimed at producing intellectual scholars (ulul albab) with a social transformation orientation. The Muhammadiyah curriculum uses critical rational methods (such as Project Based Learning) and focuses on contemporary jurisprudence. Conversely, the Salafi curriculum is based on a conservative purification philosophy and the principle of Ittiba' (absolute obedience). This resulted in a single, religiously dominated curriculum (80-90% of the material) aimed at producing students of knowledge oriented toward preserving doctrine. The method used is authoritative receptive (such as Talaqqi and memorization) with a focus on pure creed. The implication is that Muhammadiyah graduates demonstrate inclusive, adaptive, and proactive characteristics toward national policies, and possess global competitiveness. Meanwhile, Salafi graduates exhibit strong doctrinal characteristics but are at risk of being exclusive and reactive toward the adoption of a general curriculum. In summary, this contestation divides the Islamic education system in Indonesia between a model that prioritizes global relevance (Muhammadiyah) and a model that prioritizes doctrinal authenticity (Salafi).
The Strategy of PAI Teachers in Implementing Gamification Based Learning Methods at SD Ibnu Katsir Berau Ardiansyah Ardiansyah; Ahmad Syauqi S; Dina Mardiana
Abjadia : International Journal of Education Vol 11, No 1 (2026): Abjadia
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/abj.v11i1.39935

Abstract

This research aims to analyze the strategies of Islamic Religious Education (PAI) teachers in implementing gamification-based learning methods at Ibnu Katsir Elementary School in Berau. Gamification has emerged as an innovative solution to address the often-perceived theoretical and unengaging nature of Islamic Religious Education (PAI) for elementary school students. This descriptive qualitative research involved PAI teachers and students as participants, with data collected thru observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis included data condensation, data presentation, and drawing conclusions. The research results indicate that PAI teachers developed a systematic planning strategy including content analysis, selection of gamification elements (blessed points, levels, badges, leaderboards, quests, instant feedback), learning scenario design, and preparation of manual media. Implementation is carried out thru tiered memorization games, worship simulations, noble character missions, and story adventures. The challenges faced include technological limitations, complex classroom management, balancing fun and learning, and differing student abilities, which are overcome thru creative adaptation and differentiated gamification. Gamification has proven effective in increasing students' motivation, cognitive understanding, affective character, and psychomotor skills. This research contributes to the development of a contextual gamification model for Islamic Religious Education (PAI) learning in schools with limited resources.