Suparno Putera Makkadafi
Program Studi D-III Teknologi Laboratorium Medis, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IDENTIFIKASI BAKTERI PATOGEN PADA MINUMAN SUSU FORMULA 2 JAM SETELAH DISEDUH Rizqi Fakhrial Husain; Suparno Putera Makkadafi; Ganea Qorry Aina
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 5, No 3 (2023): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v5i3.20478

Abstract

Susu formula adalah susu yang terbuat dari susu sapi atau kedelai yang telah dimodifikasi. Pemberian susu formula bayi harus disesuaikan dengan umur, kondisi bayi, dan sesuai dengan takaran saji. Menurut World Health Organization (WHO) atau Food and Agriculture Organization (FAO) pada tahun 2007, bubuk susu formula bayi tidak steril. Bahan tersebut mengandung bakteri yang dapat menyebabkan penyakit serius pada bayi. Hal ini didukung penemuan dari badan POM Amerika yang menemukan 14% susu formula terkontaminasi Enterobacter sakazakii (Cronobacter spp.). Bakteri pada susu mampu memperbanyak diri setiap 20 menit maka dianjurkan jangan mengkonsumsi susu yang sudah disiapkan lebih dari 2 jam. Kebaruan peneitian ini karena meneliti tentang bakteri pathogen pada minuman susu formula 2 jam setelah diseduh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cemaran bakteri patogen pada minuman susu formula 2 jam setelah diseduh. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Jumlah sampel sebanyak 5 sampel susu formula 2 jam setelah diseduh. Data dianalisa dengan univariat yaitu dengan pengamatan secara makroskopis dan mikroskopis lalu dihitung menggunakan rumus persentase dengan rumus frekuensi jumlah sampel yang positif bakteri patogen dibagi jumlah sampel. Hasil dari penelitian ini ditemukan adanya bakteri patogen dengan persentase 100% yang terdiri dari jenis Bacillus cereus dengan persentase 60% dan Bacillus licheniformis dengan persentase 40%. Kesimpulan penelitian ini adalah ditemukan adanya pertumbuhan bakteri patogen (100%) dari 5 sampel yang diidentifikasi.