Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN NPWP DAN NIB SECARA ONLINE UNTUK MENDUKUNG LEGALITAS USAHA MASYARAKAT Wawan Abdullah Setiawan; Adimas Maharaja Syahadat; Ahmad Ramdhani; Ayu Refika Putri; Maura Rahmatusyifa Adzani; Nurrike Saharani S; Sonia Anjelica; Yohanes Sandy Wicaksono
BUGUH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 3 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Badan Pelaksana Kuliah Kerja Nyata Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/buguh.v3n2.1356

Abstract

Pelatihan Pembuatan NPWP dan NIB secara online adalah sebagai bentuk identitas dalam pelaksanaan kewajiban perpajakan suatu dokumen yang wajib dimiliki oleh setiap Wajib Pajak sebagai masyarakat maupun badan usaha sebagai bukti legalitas usaha dalam tanda pengenal diri Wajib Pajak untuk melaksanakan hak dan kewajiban perpajakan. Kegiatan ini menargetkan masyarakat khusunya para Pelaku Usaha Tani dan dipraktikan secara langsung dalam proses pendaftarannya secara online. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini yaitu berbentuk metode kualitatif dengan melakukan pendekatan secara langsung kepada masyarakat di Desa Sidomulyo yang bertujuan untuk memperoleh pemahaman mendalam, mengembangkan teori, mendeskripsikan realitas dan kompleksitas sosial. Tahapan ini dimulai dari: 1) Pendaftaran akun, 2) Data diri, 3) Pembuatan NPWP, dan 4) dilanjutkan Pendaftaran NIB, 5) Pengunduhan dokumen digital. Pelatihan dan Pembuatan Legalitas Usaha yang dilaksanakan pada tanggal 30 Januari 2023. Diharapkan dengan Pelatihan Pembuatan NPWP dan NIB secara online para pelaku usaha dapat memiiki secara gratis dan dapat dipahami oleh pelaku usaha sebagai bentuk pertanggungjawaban jika terjadi sesuatu yang merugikan pihak lain dalam kegiatan usaha yang dilakukan.
Perlindungan Hak Asasi Manusia dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Nasional: Analisis Ontologis dan Yuridis Normatif Adelia Anggraini; Maura Rahmatusyifa Adzani; Ratna Kurnia; Wanda Monica Putri Salsabilla
QIYAS: JURNAL HUKUM ISLAM DAN PERADILAN Vol 10, No 2 (2025): OKTOBER
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/qys.v10i2.10364

Abstract

Abstracts: The protection of human rights in Indonesian criminal law is grounded in the ontological view of humans as legal subjects possessing inherent dignity, freedom, and fundamental rights. In this framework, criminal law positions individuals not merely as objects of regulation but as the central focus of legal norms and their implementation. KUHP seeks to integrate human rights principles through the reinforcement of legality, proportionality, and justice in criminal law norms. This study examines how human rights are regulated both substantively within criminal provisions and structurally within sentencing procedures. Employing a normative juridical method, the research analyzes statutes, legal doctrines, and court decisions to critically assess the position of human rights in national criminal law. The findings reveal that human rights protection within the KUHP remains dynamic and unfinished, requiring progressive interpretation and continuous legal reform to ensure alignment with the values of democracy, justice, humanity, and respect for human dignity.Keywords: Human Rights; Criminal Law; National Criminal Code (KUHP); Legality and Proportionality; Criminal Law Reform; Death Penalty; Freedom of Expression. Abstrak: Perlindungan hak asasi manusia dalam hukum pidana Indonesia didasarkan pada pandangan ontologis manusia sebagai subjek hukum yang memiliki martabat, kebebasan, dan hak-hak mendasar yang melekat. Dalam kerangka ini, hukum pidana menempatkan individu bukan hanya sebagai objek pengaturan tetapi sebagai fokus utama norma hukum dan implementasinya. Pemberlakuan KUHP berupaya mengintegrasikan prinsip-prinsip hak asasi manusia melalui penguatan legalitas, proporsionalitas, dan keadilan dalam norma hukum pidana. Studi ini meneliti bagaimana hak asasi manusia diatur baik secara substantif dalam ketentuan pidana maupun secara struktural dalam prosedur penjatuhan hukuman. Dengan menggunakan metode yuridis normatif, penelitian ini menganalisis undang-undang, doktrin hukum, dan putusan pengadilan untuk secara kritis menilai posisi hak asasi manusia dalam hukum pidana nasional. Temuan menunjukkan bahwa perlindungan hak asasi manusia dalam KUHP tetap dinamis dan belum selesai, membutuhkan interpretasi progresif dan reformasi hukum berkelanjutan untuk memastikan keselarasan dengan nilai-nilai demokrasi, keadilan, kemanusiaan, dan penghormatan terhadap martabat manusia.Kata kunci: Hak Asasi Manusia; Hukum Pidana; KUHP; Legalitas dan Proporsionalitas; Reformasi Hukum Pidana; Hukuman Mati; Kebebasan Berekspresi.