Sulistijo Edhy Purnomo
Universitas Swadaya Gunung Djati Cirebon

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Kinerja Sistem Daerah Irigasi Cikeruh Kabupaten Majalengka Syahrir Rais; Sulistijo Edhy Purnomo
Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur : Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 5 No 1 (2016): JURNAL KONSTRUKSI (JANUARI 2016)
Publisher : Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jki.v5i1.3772

Abstract

ABSTRAKDaerah Irigasi Cikeruh, berada di Kabupaten Majalengka dengan luas areal potensial 1.553 Ha. Daerah Irigasi Cikeruh mencakup 3 Kecamatan yaitu Kecamatan Jatiwangi, Kecamatan Palasah dan Kecamatan Ligung. Adapun yang mempengaruhi sistem irigasi pada Daerah Irigasi Cikeruh antara lain meningkatnya sedimentasi pada Sungai Cikeruh, kerusakan sarana dan prasarana yang mengakibatkan pengaturan air irigasi tidak efektif dan efisien serta kurang seimbangnya antara debit yang tersedia dengan debit yang dibutuhkan.Analisis ini bertujuan untuk dijadikan sebagai acuan evaluasi dari kinerja daerah irigasi Cikeruh dengan cara menganalisis kondisi fisik jaringan irigasi  Cikeruh, menganalisis debit daerah irigasi Cikeruh, menganalisis pola tanam jaringan Irigasi Cikeruh, menganalisis tenaga pengelola jaringan irigasi Cikeruh dan Biaya OP jaringan irigasi Cikeruh.Berdasarkan analisis kondisi Jaringan dan Bangunan di Daerah Irigasi Cikeruh mengalami kerusakan, yang berdampak pada menurunya kinerja jaringan irigasi itu sehingga pelayanan air pada daerah irigasi Cikeruh menjadi kurang optimal. Kondisi tenaga pengelola pada Daerah Irigasi Cikeruh hanya tersedia 17 orang, sedangkan yang dibutuhkan 29 orang dengan prosentase 58,62 %.Kata Kunci       : Analisis, kinerja sistem irigasiABSTRACTCikeruh Irrigation Area, located in the district of Java with a total area of 1,553 Ha potential. Cikeruh Irrigation area include 3 District of the District Jatiwangi, District and Sub-district Palasah Ligung. As for the influence of irrigation system in Cikeruh Irrigation Area include increased sedimentation in the Cikeruh river, damage to facilities and infrastructure resulting in irrigation water management is not effectively and efficiently and imbalance between the discharge provided with discharge required. This analysis is intended to serve as reference for the evaluation of the performance of Cikeruh irrigated areas by analyzing the physical condition of Cikeruh irrigation networks, analyze debit Cikeruh irrigation area, analyzing cropping patterns Cikeruh Irrigation network, irrigation network managers analyze power and Cost OP Cikeruh irrigation networks.Based on the analysis of network conditions and building at Cikeruh Irrigation Area were damaged, resulting in the decrease of the irrigation network performance so that the water services in the area of irrigation Cikeruh be less than optimal. Labor conditions on Irrigation Area manager Cikeruh is only available 17 people, whereas it takes 29 people with a percentage of 58,62 %. Keywords         :Analysis, irrigation  system performance
Analisis Kinerja Sistem Daerah Irigasi Bendung HBM ( Hollandsche Beton Maatschappij ) Di Kabupaten Indramayu Adhi Guna S; Sulistijo Edhy Purnomo
Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur : Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 5 No 2 (2016): JURNAL KONSTRUKSI (JANUARI 2016)
Publisher : Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jki.v5i2.3777

Abstract

ABSTRAKPengelolaan sistem irigasi bertujuan untuk mewujudkan pemanfaatan air dalam bidang pertanian, yang diselenggarakan secara partisipatif, terpadu, berwawasan lingkungan, transparan, akuntabel, dan berkeadilan. Pengelolaan sistem irigasi secara transparan dan akuntabel mengandung pengertian bahwa pengelolaan sistem irigasi dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Berdasarkan data eksisting, areal layanan DI.HBM adalah 2.500 Ha. Tetapi karena adanya alih fungsi lahan dan adanya pengembangan areal, maka terdapat luasan areal yang berkurang dan tentunya penambahan areal sawah. Bendung HBM mempunyai 2 saluran induk dan 5 saluran sekunder.Berdasarkan analisis kondisi fisik jaringan irigasi Bendung HBM, Kondisi saluran pada Daerah Irigasi HBM berada dalam klasifikasi rata-rata kerusakan dengan persentase 49,43 %. Sedangkan kondisi bangunan pada Daerah Irigasi HBM 51,57%. Rata-rata kerusakan kondisi fisik tersebut sebesar 50,50%. Jadi D.I HBM Kurang berfungsi dengan baik. Berdasarkan analisis debit Bendung HBM dapat diketahui bahwa debit andalan setelah di tambah curah hujan efektif lebih besar dari debit kebutuhan, dengan demikian kebutuhan air di Daerah Irigasi HBM dapat terpenuhi. Dan menggunakan pola tanam padi-padi-padi.Kata Kunci : Analisis, Kebutuhan Air Irigasi, Debit dan AknopABSTRACTIrrigation system aims to realize the use of water in agriculture, which was held in a participatory, integrated, environmentally sound, transparent, accountable and equitable. Management of irrigation systems in a transparent and accountable implies that the management of irrigation systems be open and accountable. Based on existing data, DI.HBM service area is 2,500 hectares. But due to land conversion and the development of the area, so there is a reduced areal extents and of course the addition of rice acreage. HBM weir has two trunks and five secondary channels.              Based on the analysis of the physical condition of irrigation networks HBM weir, channel conditions at HBM Irrigation Area were classified as average damage to the percentage of 49.43%. While the condition of the building at Irrigation Area HBM 51.57%. The average damage to the physical condition of 50.50%. So D.I HBM Less functioning properly. Based on the analysis of HBM discharge weir can be seen that the discharge mainstay after plus rainfall is greater than the effective discharge requirements, thus the water needs can be met HBM Irrigation Area. And use the cropping pattern of rice-paddy-rice. Keywords: Analysis, Irrigation Water Requirement, Debit and Aknop
Kajian Dan Analisis Permasalahan Pekerjaan Sungai Hasan Nahdi; Sulistijo Edhy Purnomo
Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur : Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 5 No 2 (2016): JURNAL KONSTRUKSI (JANUARI 2016)
Publisher : Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jki.v5i2.3782

Abstract

ABSTRAKDalam pekerjaan sungai seringkali menimbulkan masalah seperti pembebasan lahan, tempat pembuangan hasil galian tanah. Seperti pada pengerjaan perbaikan dan pengaturan sungai cikamangi di Kabupaten Majalengka yang bentuk alur sungainya berbelok-belok terhambat pada pembebasan lahan, sehingga sulit untuk meluruskan alur sungai. Begitu pula pada pengerjaan rehabilitasi sungai citarik di Kabupaten Bandung yang pada pelaksanaan pekerjaannya terdapat permasalahan sulitnya tempat untuk pembuangan tanah hasil galian. Oleh karena itu dibutuhkan system pengendalian proyek sehingga proses implementasi proyek dapat berjalan dengan baik, tepat waktu, dan tepat biaya serta sesuai dengan spesifikasi teknis yang direncanakan.Kata Kunci : Permasalahan pekerjaan sungai, pembebasan lahan, tempat pembuangan hasil galian. ABSTRACT               In the project of streams often cause problems such as land acquisition, disposal excavation result. Such as the project to repair and setting Cikamangi’s river in Majalengka that forms the river meandering groove hampered in land acquisition, with the result that it difficult to straighten the river flow. Similarly, in the Citarik’s river rehabilitation project in Bandung regency on the implementation of the work there are a difficult problem for the disposal of excavated soil results. Therefore it takes control system project so that the project implementation process to run well, timely, and cost effective and in accordance with the technical specifications are planned. Keywords: Problems project of streams, land acquisition, disposal excavation results.
ANALISIS MANAJEMEN PROYEK PELAKSANAAN REHABILITASI BENDUNG CIBOGO SUNGAI CIJANGKELOK Kiki Hardian Nurcahya; Sulistijo Edhy Purnomo
Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur : Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 5 No 5 (2016): JURNAL KONSTRUKSI (AGUSTUS 2016)
Publisher : Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jki.v5i5.3808

Abstract

ABSTRAKManajemen Proyek  adalah semua perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan koordinasi  suatu proyek dari awal (gagasan) hingga berakhirnya proyek untuk menjamin pelaksanaan proyek secara tepat waktu, biaya, dan mutu. Pemilihan metode penjadwalan pada proyek juga merupakan salah satu kebijakan yang sangat diperhatikan agar mendapatkan hasil yang sesuai dengan rencana awal.Skripsi ini secara khusus memaparkan tentang kondisi manajemen pelaksanaan pekerjaan dan analisis biaya akhir pada rehabilitasi bendung cibogo sungai cijangkelok, namun pada pelaksanaan pekerjaan dilapangan terjadi keterlambatan pekerjaan pada minggu ke-24 s.d 28.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Metode Nilai Hasil (Earned Value Analysis) untuk menganalisis kinerja biaya dan waktu, sedangkan metode CPM (Critical Path Method) sebagai tindakan koreksi untuk menganalisis jaringan kerja untuk mengetahui jaringan kerja pada saat pelaksanaan pekerjaan, dan membuat ulang jaringan kerja agar pelaksanaan proyek menjadi ideal..Hasil analisis Metode Nilai Hasil menunjukan pada progress minggu ke-24, nilai hasil SPI adalah 0.8976 (<1) menunjukan kinerja proyek tidak sesuai dengan yang diharapkan (mengalami keterlambatan) dan nilai CPI adalah 1 (=1) menunjukan biaya yang dikeluarkan sama dengan yang dianggarkan. Sedangkan pada  minggu ke-30, nilai SPI adalah 1.0026 (>) yang berarti kinerja proyek mengalami percepatan. Perkiraan biaya akhir yang didapat pada analisis minggu ke-30 sebesar Rp. 7,939,763,000.00- dan waktu penyelesaian proyek selama 200 hari. Hasil analisis CPM menunjukan penyelesaian proyek bisa lebih cepat dan biaya pelaksanaan lebih kecil jika pelaksanaan proyek dilaksanakan secara langsung.Kata Kunci : Keterlambatan, Kinerja Biaya dan Waktu, Earned Value Analysis, Critical Path Method.ABSTRACTProject management is all the planning, execution, control and coordination of a project from the beginning (the idea) to the end of the project to ensure the timely implementation of the project, cost, and quality. The selection of methods of scheduling on the project is also one of the very policy attention in order to get results that correspond to the initial plans.This thesis is specifically explained about the conditions of work execution management and the final cost analysis on dam rehabilitation Cibogo cijangkelok river, but the execution of work in the field there is a delay work at week 24 s.d 28.The method used in this research is the method of Value Yield (Earned Value Analysis) to analyze the performance costs and time, while the method of CPM (Critical Path Method) as a prompt corrective action to analyze the network to determine the network at the time of execution of the work, and re-create the network work for the implementation of the project to be ideal..The results of the analysis method Value Results show the progress week 24, the value of the SPI is 0.8976 (<1) shows the performance of the project is not in accordance with the expected (delayed) and the CPI is 1 (= 1) indicates the cost is equal to the budgeted. While in the 30th week, the SPI value is 1.0026 (>) which means to accelerate project performance. Estimates of the final cost is obtained on the analysis of the 30th week of Rp. 7,939,763,000.00- and project completion time for 200 days. CPM analysis results indicate completion of the project can be faster and lower implementation costs if the project is held directly.Keywords : Delays , Cost and Time Performance , Earned Value Analysis , Critical Path Method
ANALISIS KINERJA SISTEM DAERAH IRIGASI BENDUNG TIRTANEGARA KABUPATEN MAJALENGKA Adityana Sukma R; Sulistijo Edhy Purnomo
Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur : Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 6 No 4 (2017): JURNAL KONSTRUKSI (APRIL 2017)
Publisher : Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jki.v6i4.3850

Abstract

ABSTRAKIrigasi mempunyai fungsi untuk mendukung produktifitas lahan pertanian dalam rangka meningkatkan produksi pertanian, ketahanan pangan nasional, dan kesejahteraan masyarakat khususnya petani yang diwujukan dengan mempertahankan keberlanjutan sistem irigasi melalui kegiatan pengelolaan sistem irigasi yang efektif dan efisien.Analisis ini bertujuan untuk dijadikan sebagai acuan evaluasi dari kinerja daerah irigasi Tirtanegara dengan cara menganalisis debit dari Bendung Tirtanegara, menganalisis kondisi fisik jaringan irigasi Bendung Tirtanegara, menganalisis pola tanam Bendung Tirtanegara, menganalisis tenaga pengelola Bendung Tirtanegara dan Biaya OP Bendung Tirtanegara.Berdasarkan analisis kondisi fisik jaringan irigasi Bendung Tirtanegara, Kondisi saluran pada Daerah Irigasi Tirtanegara berada dalam klasifikasi baik dengan presentase 71,34 %. Sedangkan kondisi bangunan pada Daerah Irigasi Tirtanegara dengan presentase 88,07%. Rata-rata kondisi fisik tersebut sebesar 79,70%. Jadi D.I Tirtanegara berfungsi dengan baik. Berdasarkan analisis debit Bendung Tirtanegara dapat diketahui bahwa debit andalan setelah di tambah curah hujan efektif lebih besar dari debit kebutuhan, dengan demikian kebutuhan air di Daerah Irigasi Tirtanegara dapat terpenuhi. Dan menggunakan pola tanam padi-padi-padi. Kata Kunci : Analisis, Kebutuhan Air Irigasi, Debit dan Aknop ABSTRACTIrrigation has a function to support the productivity of agricultural land in order to increase agricultural production, food security, and welfare of the people, especially farmers are realized by maintaining the sustainability of the irrigation system through effective management of irrigation systems and efficient.This analysis is intended to serve as reference for the evaluation of the performance of TIRTANEGARA irrigated areas by analyzing the discharge of the weir TIRTANEGARA, analyze the physical condition of irrigation weir TIRTANEGARA, TIRTANEGARA weir analyzing cropping patterns, analyze energy manager OP Cost weir and weir TIRTANEGARA. Based on the analysis of the physical condition of irrigation networks TIRTANEGARA weir, channel conditions at TIRTANEGARA Irrigation Area were classified as average good to the percentage of 71,34%. While the condition of the building at Irrigation Area TIRTANEGARA 88,07%. The average the physical condition of 79,70%. So Irrigation area TIRTANEGARA functioning properly. Based on the analysis of TIRTANEGARA discharge weir can be seen that the discharge mainstay after plus rainfall is greater than the effective discharge requirements, thus the water needs can be met TIRTANEGARA Irrigation Area. And use the cropping pattern of rice plant-rice plant-rice plant. Keywords: Analysis, Irrigation Water Requirement, Debit and Aknop
ANALISIS SISTEM KINERJA BENDUNG CIHAUL Siti Hardiyanti; Sulistijo Edhy Purnomo
Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur : Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 7 No 4 (2018): JURNAL KONSTRUKSI (APRIL 2018)
Publisher : Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jki.v7i4.3908

Abstract

ABSTRAKUntuk menghitung besarnya debit kebutuhan air yang diperlukan pada areal persawahan secarakeseluruhan dengan intensitas tanam yang ada, maka perlu dilakukan suatu analisa kebutuhan air.Penelitian ini bertujuan untuk : (1) menganalisis debit ( ketersediaan, andalan, kebutuhan ). (2)menganalisis kinerja jaringan irigasi, dan (3) menganalisis kinerja kelembagaan pada pengelolaanjaringan irigasi. Penelitian ini melakukan analisa hitungan untuk mendapatkan besarnya debit kebutuhanair irigasi pada daerah irigasi Bendung.Penelitian ini dilakukan dengan cara mengambil data sekunder. Data tersebut untuk menentukanintensitas tanam tiap daerah irigasi dan menentukan kebutuhan air di areal sawah. Dengan faktor-faktorlainnya yang menunjang hitungan kebutuhan air seperti debit potensi dengan menggunakan metodepoligon Thiessen dan debit andalan adapun data lainnya seperti data kelembagaan. Setelah itu denganmenggunakan rumus efisiensi tiap-tiap saluran maka kebutuhan air dapat ditentukan.Kata Kunci : Analisis, Bendung, Debit, Kinerja, IrigasiABSTRACTTo calculate the amount of water required discharge required in the whole rice field area with theexisting cropping intensity, it is necessary to do an analysis of water needs.This study aims to: (1) analyze the discharge (availability, reliability, needs). (2) analyze the performanceof irrigation networks, and (3) analyze the institutional performance in the management of irrigationnetworks. This research performs calculation analysis to get the amount of discharge of irrigation waterrequirement in irrigation area ofBendung.This research is done by taking secondary data. The data is to determine the intensity of planting eachirrigation area and determine the water requirement in the rice field area. With other factors that supportthe count of water needs such as potential discharge by using Thiessen polygon method and the mainstaydebit as for other data such as institutional data. After that by using the formula of efficiency of eachchannel then the water requirement can be determined.Keywords: Analysis, Dams, Debit, Performance, Irrigation