Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PREDIKSI INTENTION TO ENROLL OLEH SISWA-SISWI SMA DALAM PEMILIHAN PERGURUAN TINGGI SWASTA DI INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN NAIVE BAYES Hendra Achmadi
Proceeding National Conference Business, Management, and Accounting (NCBMA) 6th National Conference Business, Management, and Accounting
Publisher : Faculty of Economics and Business Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah calon mahasiswa yang mendaftar di perguruan tinggi, terutama di perguruan tinggi swasta, merupakan masalah serius. Penurunan jumlah calon mahasiswa yang terjadi selama masa pandemi COVID-19 dari tahun 2018-2019 hingga tahun 2022 juga menjadi masalah serius bagi perguruan tinggi swasta di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada mencari karakteristik utama siswa SMA dalam memilih perguruan tinggi swasta di Jakarta dan sekitarnya. Metode penelitian yang digunakan adalah data mining, dengan menggunakan data primer yang diperoleh dari kuesioner yang disebar kepada siswa SMA kelas 11 dan 12 di wilayah tersebut, dengan total 438 responden, yang kemudian melalui proses pembersihan data, menghasilkan 295 responden.Dengan menggunakan metode Naise Bias dan Supervisor Learning akan didapat prediksi pengambilan keputusan siswa-siswi SMA Dengan menggunakan algoritma naïve bayes maka didapat akurasi 94.9 persen dengan melakukan simulasi terhadap tiga universitas besar yang akan diprediksi yang dipilih yaitu Binus dengan kode 1 dan UPH dengan kode 2 dan Prasmul dengan kode 3. Kemudian dengan menggunakan Naïve Bayes algoritma , maka machine learning akan melakukan prediksi dari universitas yang akan di pilih, dan hasilnya adalah 94,9 persen akurasi yang didapatkan
KARAKTERISTIK SISWA SISWI SMA YANG MENENTUKAN PEMILIHAN PERGURUAN TINGGI SWASTA DI INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN LOGISTIK REGRESI Hendra Achmadi; Indah Fatmawati; Sylvia Samuel
Proceeding National Conference Business, Management, and Accounting (NCBMA) 6th National Conference Business, Management, and Accounting
Publisher : Faculty of Economics and Business Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah Calon mahasiswa yang masuk pada perguruan tinggi khususnya perguruan tinggi swasta adalah merupakan masalah serius. Dan jumlah penurunan calon mahasiswa yang terjadi dalam masa pendemic covid-19 antara tahun 2018-2019 dan berlanjut sampai tahun 2022 adalah merupakan masalah serius bagi perguruan tigggi Swasta di Indonesia. Karena itu dalam penelitian ini menfokuskan pada mencari karakteristik utama dari siswa siswa SMA dalam melakukan pemilihan perguruan tinggi swasta di Jakarta dan Sekitarnya. Metode penelitian yang dipakai adalah data mining, dan data yang dipakai adalah berasal dari data primer yang didapat dari kuestioner yang dibagikan kepada siswa-siswi SMA kelas 11 dan 12 di Jakarta dan sekitarnya, dan didapat 438 responden dan setelah dilakukan data cleansing didapat 295 responden. Dengan menggunakan metode Logistic Regression dan Supervisor Learning akan didapat model dari keputusan siswa siswa SMA dalam memilih perguruan tinggi swasta. Hasil dari penelitian ini adalah Dari hasil didapat bahwa keputusan pemilihan Universitas , yang dianalisa dari nilai Beta yang positif dari Logistik Regression . Dari hasil didapat bahwa  karakteristik pertama adalah TIPESKS atau Tipe sekolah ( Swasta atau Negeri)  dan memang yang banyak masuk dalam Universitas Swasta dari sekolah swasta. Karakteristik kedua adalah UANGSAKU, disini menggambarkan akan taraf hidup dari keluarga, dalam penelitian ini UANGSAKU yang paling banyak adalah diantara < 1 juta sebanyak 237 responden, Berikut nya adalah banyaknya presentasi dari pihak universitas ke sekolah juga sangat berpengaruh terhadap siswa siswa di SMA, kemudian karakteristik selanjutnya adalah SEX yang didominasi oleh PRIA sebanyak 151 orang dari 295 responden. Dilanjutkan dengan DOMISILI yang didominasi oleh daerah Tangerang, Banten, Bekasi dan Bogor sebanyak 144 respoden, dan yang terakhir adalah TRANSPORT yang dinominasi oleh antar jemput orang tua dan grab.
PENGARUH VARIABEL KEADILAN ORGANISASIONAL, TRUST, DAN KOMITMEN ORGANISASIONAL TERHADAP KINERJA ORGANISASI Hanifa Adani; Hendra Achmadi
JMBI UNSRAT (Jurnal Ilmiah Manajemen Bisnis dan Inovasi Universitas Sam Ratulangi). Vol 10 No 2 (2023): JMBI UNSRAT Volume 10 Nomor 2
Publisher : FEB Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study aimed to investigate the influence of organizational justice, trust, and organizational commitment on the organizational performance of RSU Puri Asih Karawang. The research utilized a descriptive research method with a quantitative approach. The sample consisted of 118 nurses employed at Puri Asih Karawang General Hospital. Data analysis was performed using Structural Equation Modeling (SEM) with the SmartPLS 3.0 software. The findings revealed that organizational justice, trust, and organizational commitment had a positive and significant impact on the organizational performance of Puri Asih Karawang General Hospital.
Transformational Leadership dan Literasi AI sebagai Strategi Peningkatan Job Performance Karyawan Start-Up di Era Digital : [Transformational Leadership and AI Literacy as Strategies to Improve Job Performance of Start-Up Employees in the Digital Era] Trifiana Tiodora; Wilson Bangun; Hendra Achmadi; Yohana Cahya Palupi Meilani
Milestone: Journal of Strategic Management Vol 5. No. 1 April 2025
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/ms.v5i1.9613

Abstract

This study aims to analyze the effect of transformational leadership and artificial intelligence (AI) literacy on job performance with AI anxiety and managing workplace FOMO as mediating variables in millennial generation employees in start-up companies. Millennial employees, who dominate the workforce in this sector, have unique characteristics such as flexible work preferences, dependence on technology, and the need for a collaborative work environment. However, they also face psychological challenges due to high work dynamics, such as anxiety about AI and the pressure to always be connected. This study uses a quantitative approach with a survey method involving millennial employees from various start-up companies in Indonesia. Data was collected through online questionnaires and analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) to test the relationship between variables in the research model developed based on the Job Demands-Resources (JD-R) Model. The results showed that transformational leadership and AI literacy have a positive and significant effect on job performance. In addition, AI anxiety and managing workplace FOMO proved to be significant mediators, where transformational leadership and high levels of AI literacy were able to reduce anxiety about technology and stress due to digital pressure. Thus, this study provides theoretical and practical contributions in the development of leadership strategies and human resource policies, especially in improving the welfare and productivity of millennial employees in a digital technology-based work environment. Abstrak Bahasa Indonesia: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh transformational leadership dan artificial intelligence (AI) literacy terhadap job performance dengan AI anxiety dan managing workplace FOMO sebagai variabel mediasi pada karyawan generasi milenial di perusahaan start-up. Karyawan milenial, yang mendominasi tenaga kerja di sektor ini, memiliki karakteristik unik seperti preferensi kerja fleksibel, ketergantungan pada teknologi, dan kebutuhan akan lingkungan kerja yang kolaboratif. Namun, mereka juga menghadapi tantangan psikologis akibat dinamika kerja yang tinggi, seperti kecemasan terhadap AI dan tekanan untuk selalu terhubung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang melibatkan karyawan milenial dari berbagai perusahaan start-up di Indonesia. Data dikumpulkan melalui kuesioner online dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) untuk menguji hubungan antar variabel dalam model penelitian yang dikembangkan berdasarkan Job Demands-Resources (JD-R) Model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformational leadership dan AI literacy memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap job performance. Selain itu, AI anxiety dan managing workplace FOMO terbukti sebagai mediator yang signifikan, di mana kepemimpinan transformatif dan tingkat literasi AI yang tinggi mampu mengurangi kecemasan terhadap teknologi serta stres akibat tekanan digital. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis dalam pengembangan strategi kepemimpinan dan kebijakan sumber daya manusia, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas karyawan milenial di lingkungan kerja berbasis teknologi digital.
Factors Influencing Millennials and Generation Z's Trust in Crypto-Based Payments in Indonesia Felicia Hanisentana; Hendra Achmadi
Journal of Social Research Vol. 4 No. 6 (2025): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v4i6.2541

Abstract

Cryptocurrency adoption in Indonesia is rising, yet trust barriers persist, particularly among Millennials and Gen Z. Despite growing transaction volumes (IDR 475.13 trillion by 2024), gaps remain in understanding trust drivers specific to this demographic. This study investigates factors influencing trust in crypto-based payments, testing hypotheses on privacy, anonymity, traceability, expectations, and satisfaction. A quantitative cross-sectional design surveyed 195 Indonesian respondents (purposive sampling) using PLS-SEM analysis in SmartPLS 4.0, assessing measurement and structural models, predictive relevance, and IPMA. Trust significantly boosts adoption intention (t = 20.279, p = 0.000), driven by expectations (t = 5.898) and satisfaction (t = 2.096), while privacy, anonymity, and traceability showed no significant impact. IPMA revealed trust as high-importance but low-performance, urging strategic improvements. Results guide policymakers and businesses to prioritize transparency, user experience, and education over privacy-centric features. Future research should expand demographics, integrate qualitative methods, and compare crypto with other payment systems (e.g., CBDCs).
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA TEXTBLOB DAN CLIFF NLP PADA KLASIFIKASI SENTIMEN ULASAN PELANGGAN PENGRAJIN JEPARA Hendra Achmadi; Sylvia Samuel; Zoel Hutabarat; Yorkie Radnan Kristiono
Proceeding National Conference Business, Management, and Accounting (NCBMA) 9th National Conference Business, Management, and Accounting
Publisher : Faculty of Economics and Business Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis sentimen merupakan salah satu teknik dalam pemrosesan bahasa alami (Natural Language Processing/NLP) yang digunakan untuk mengidentifikasi opini dan emosi pengguna terhadap suatu produk atau layanan berdasarkan data teks. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis sentimen terhadap ulasan konsumen pengrajin mebel di Jepara yang diperoleh dari Google Maps Review, serta membandingkan kinerja dua pendekatan yang berbeda, yaitu metode berbasis transformer dan metode berbasis leksikon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Text Mining-based Sentiment Analysis Method yang meliputi tahapan pengumpulan data, preprocessing teks, ekstraksi fitur, klasifikasi sentimen, dan evaluasi hasil. Pendekatan transformer diimplementasikan menggunakan model cardiffnlp/twitter-xlm-roberta-base-sentiment yang mampu memahami konteks kalimat melalui representasi embedding dan mekanisme self-attention, sedangkan pendekatan leksikon menggunakan TextBlob yang mengklasifikasikan sentimen berdasarkan kamus polaritas kata. Hasil analisis terhadap data ulasan menunjukkan bahwa distribusi sentimen didominasi oleh sentimen negatif dengan 63 ulasan (54%), diikuti oleh sentimen positif sebanyak 38 ulasan (33%), dan sentimen netral sebanyak 16 ulasan (13%). Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian konsumen masih memiliki pengalaman yang kurang memuaskan terhadap layanan atau produk pengrajin Jepara. Secara metodologis, model berbasis transformer menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam memahami konteks bahasa dibandingkan metode leksikon yang cenderung bergantung pada polaritas kata secara individual. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memahami persepsi konsumen terhadap industri kerajinan lokal serta memberikan referensi metodologis dalam penerapan analisis sentimen pada data ulasan berbahasa Indonesia.
PELATIHAN ANALISIS LINGKUNGAN BISNIS DAN MANAJEMEN: TREN TEKNOLOGI DAN IMPLIKASINYA BAGI DUNIA BISNIS Isana S. C. Meranga; Hendra Achmadi; Daniel Ong Kim Kui; Rinto Rain Barry; Margaretha Pink Berlianto
Proceeding National Conference Business, Management, and Accounting (NCBMA) 9th National Conference Business, Management, and Accounting
Publisher : Faculty of Economics and Business Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Massive technological advancements have fundamentally transformed the global business landscape. These changes not only affect companies’ operational aspects but also reshape how consumers interact, shop, and make decisions. Literacy regarding the impact of technological advancement has become increasingly crucial for younger generations so that they can understand the direction of market changes. This activity aims to provide students of Mahabodhi Senior High School with insights into the importance of business environment analysis in the digital era. Through a narrative approach, participants were encouraged to understand that adaptation to technological advancement is the key to surviving future competition.
COMMUNITY SERVICE DIGITAL TRANSFORMATION IN HEALTH CARE INDUSTRY AND BRANDING RS PREMIER BINTARO TANGERANG SELATAN Dewi Wuisan; Danet A. Patria; Innocentius Bernarto; Hendra Achmadi; Pauline H.P. Tan
Proceeding National Conference Business, Management, and Accounting (NCBMA) 9th National Conference Business, Management, and Accounting
Publisher : Faculty of Economics and Business Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbicara mengenai transformasi digital kini menjadi kekuatan utama yang mendorong perubahan dalam sektor kesehatan, menghadirkan berbagai inovasi melalui pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), big data, blockchain, serta layanan kesehatan jarak jauh (telemedicine). Tujuan dari transformasi ini adalah untuk meningkatkan mutu pelayanan medis, efisiensi dalam operasional, serta hasil kesehatan pasien, sembari mengatasi tantangan spesifik seperti isu privasi data, regulasi yang kompleks, dan meningkatnya harapan dari pasien. Elemen kunci dalam proses transformasi digital mencakup teknologi sebagai pendorong inovasi, data sebagai landasan pengambilan keputusan berbasis bukti, serta sumber daya manusia sebagai komponen utama yang membutuhkan penyesuaian budaya dan penguatan keterampilan digital. Di samping itu, branding memiliki peran strategis dalam membangun kepercayaan publik serta memperkuat identitas institusi kesehatan di era digital melalui peningkatan pengalaman pasien, keterbukaan informasi, dan komunikasi yang terarah. Berbagai contoh penerapan, seperti penggunaan AI, menunjukkan bagaimana transformasi digital yang terintegrasi dengan strategi branding dapat menghasilkan nilai tambah bagi organisasi. Meskipun demikian, implementasi transformasi digital masih menghadapi hambatan, antara lain regulasi yang ketat, resistensi terhadap perubahan, serta kebutuhan investasi yang besar. Kedepan, prospek transformasi digital di sektor kesehatan sangat menjanjikan, dengan kemunculan tren seperti layanan prediktif, personalisasi perawatan, serta integrasi data antar sistem (interoperabilitas). Dengan pendekatan yang menyeluruh yang menyatukan teknologi, data, dan manusia, transformasi digital berpotensi membawa perubahan positif yang signifikan bagi dunia kesehatan.
Empowering Hospital Staff to Enhance Service Excellence: A Community-Based Intervention in Central Java Sylvia Samuel; Hendra Achmadi; Margaretha Pink Berlianto; Dewi Wuisan; Yohana Meilani Palupi
Proceedings of the International Conference on Entrepreneurship (IConEnt) Vol. 5 (2025): Proceedings of the 5th International Conference on Entrepreneurship (IConEnt)
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study reports on a community service project conducted at Rumah Sakit Baptis, Central Java, to improve hospital service excellence through staff empowerment. The project addressed key challenges, including weak interdepartmental collaboration, ineffective communication, difficulties in delivering sensitive information, and limited awareness of patient-centered service quality. Using a participatory approach, the intervention included workshops, role-playing exercises, counseling sessions, and the introduction of standardized communication protocols. The results showed clear improvements in staff competencies, particularly in empathy, teamwork, and communication with patients and families. Staff reported greater confidence in handling sensitive conversations, while patients observed a more approachable and responsive service. Cross-departmental collaboration also improved, resulting in reduced delays and enhanced coordination. Initial patient satisfaction surveys indicated a positive shift in perceptions of care quality. These findings highlight that even in resource-limited hospital contexts, meaningful improvements can be achieved through structured training and cultural change. The project contributes both practical recommendations for hospital management and theoretical insights by applying the SERVQUAL and patient-centered care frameworks to the Indonesian healthcare setting.
Service Failure and Recovery: The Best Defense Is a Good Attack Dewi Wuisan; Hendra Achmadi; Oscar Jayanagara; Sylvia Samuel; Gracia Shinta S. Ugut
Proceedings of the International Conference on Entrepreneurship (IConEnt) Vol. 5 (2025): Proceedings of the 5th International Conference on Entrepreneurship (IConEnt)
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Service failure is an inevitable aspect of any service-oriented business. When failures occur, the organization’s response is critical in shaping customer perceptions, satisfaction, and loyalty. This paper explores the notion that "the best defense is a good attack" in the context of service failure and recovery strategies. Proactive recovery initiatives, such as clear communication, swift actions, and personalized solutions, often outperform reactive or passive approaches in mitigating the negative effects of service failures. By employing a strategic recovery process, businesses not only address the immediate dissatisfaction but also create opportunities to strengthen customer relationships and even enhance brand reputation. The study examines key components of successful service recovery, including the role of empathy, transparency, and empowerment of frontline employees. It highlights the importance of preemptive measures such as employee training and the establishment of service recovery protocols. Furthermore, this paper discusses the psychological impact of recovery efforts on customers, emphasizing the significance of perceived justice—distributive, procedural, and interactional. Drawing from real-world examples and empirical studies, this research provides actionable insights for managers aiming to transform service failures into opportunities for improvement and differentiation. By adopting a mindset of proactive engagement, businesses can turn potentially negative experiences into moments that foster customer trust and loyalty. Ultimately, the findings suggest that an offensive approach in service recovery is not merely damage control but a strategic advantage in the competitive service landscape.