Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perancangan media interaktif film pendek “Jerat (2022)” dalam realitas virtual untuk UCIFEST 14 Siti Adlina Rahmiaty; Fachrul Fadly; Vimala Dharma Santi; Angela Arthasevia Hardinata; Quenna Mutiara Chriesty; Cindy Buntoro; Daniel Osvaldo Rahmanto; Wahyu Dwi Santoso

Publisher : Asosiasi Dosen Pemerhati Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is intended to be a guide to the process of designing interactive applications needed in virtual reality as a new experience of watching movies. The campus film festival, UCIFEST 14 (UMN Cinema Festival) is one of the competitions that provides an opportunity to display moving image works by utilizing new media such as virtual reality. To be able to watch a 360-degree video, a device such as an HMD (Head-Mounted Display) and an application in it that displays a film program are needed. This research uses a qualitative method with field observations to collect data by utilizing the MDLC (Multimedia Development Life Cycle) concept and the Unity3D application. The final result of this research is an interactive media application for the short film "Jerat (2022)".
KEGIATAN PEKAN KULINER DAN PROMOSI PRODUK BERBASIS DIGITAL UNTUK UMKM POKDARWIS MEDANG Adestya Ayu Armielia; Oqke Prawira Triutama; Siti Adlina Rahmiaty
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 8 No. 2 (2024): February
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v8i2.8732

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Kelurahan Medang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal, yang menghadapi tantangan besar dari bisnis kuliner dengan modal besar di sekitar area tersebut. Pokdarwis Medang, sebagai mitra kegiatan PkM, mengelola Pekan Kuliner setiap pekan di area lapangan parkir kelurahan Medang. Program ini diselenggarakan setiap akhir pekan untuk mendukung UMKM lokal. Akan tetapi, melalui identifikasi awal, ditemukan berbagai tantangan yang dihadapi mitra, seperti kurangnya pengetahuan manajemen bisnis, perlengkapan produksi yang tidak sesuai standar, serta minimnya penggunaan teknologi dalam pemasaran. Pelaksanaan PkM melibatkan berbagai tahapan, mulai dari identifikasi masalah, analisis kondisi mitra, hingga pelatihan dan penerapan teknologi (IPTEK). Pelatihan yang diberikan mencakup Service Quality, Strategi Pengembangan Bisnis, Pengendalian Biaya, dan Penggunaan Canva untuk pemasaran digital. Selain pelatihan, tim PkM juga memberikan hibah peralatan penunjang operasional dan promosi guna meningkatkan kualitas dan daya saing UMKM di Pekan Medang. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi identifikasi masalah, analisis situasi, pelaksanaan pelatihan, pengadaan peralatan pendukung, monitoring, dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mitra dalam mengelola bisnis kuliner berbasis UMKM, terutama dalam aspek manajemen, produksi, keuangan, dan pemasaran. Selain itu, hibah peralatan operasional dan promosi juga turut membantu memperbaiki tampilan dan efisiensi Pekan UMKM, sehingga diharapkan dapat meningkatkan daya tarik dan keberlanjutan kegiatan ekonomi di Kelurahan Medang.
Parallel Editing in Conveying Parental Acceptance in the Short Film Manusia Bebas (2025) Siti Adlina Rahmiaty; Nicholas Dustin
de-lite Vol. 5 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37312/de-lite.v5i2.10044

Abstract

Dalam dunia sinema modern, penyuntingan tetap memegang peran penting untuk mendukung struktur naratif dan menguatkan emosi yang dirasakan oleh penonton. Salah satu cara yang efektif untuk menyampaikan dua kejadian atau lebih yang saling berhubungan ialah parallel editing atau penyuntingan paralel. Strategi penyuntingan ini memungkinkan penyajian dua peristiwa yang berlangsung di tempat berbeda secara bersamaan, sehingga menciptakan kesinambungan emosional dan tematik yang kuat. Manusia bebas adalah film pendek yang mengisahkan tentang konflik keluarga antara anak yang mencintai musik dan ayah yang tidak mendukung pilihannya. Fokus penelitian ini terletak pada klimaks yang menggambarkan adegan penerimaan orang tua (parental acceptance) terhadap keputusan anaknya tetap berkarir di dunia musik. Penyuntingan paralel dimanfaatkan untuk membangun koneksi emosional antara ayah dan anak meski tidak berada dalam ruang yang sama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus film pendek Manusia Bebas. Prosesnya dimulai dari studi literatur, menyortir footage-footage film dan pengujian langsung melalui praktik penyuntingan paralel pada footage tersebut. Data dikumpulkan melalui kumpulan footage dari hasil produksi film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuntingan paralel yang dikombinasikan dengan transisi visual mampu membangun hubungan emosional antara dua karakter dari ruang yang berbeda, tanpa harus menggunakan dialog verbal. Temuan ini membuktikan bahwa penyuntingan paralel dapat berfungsi sebagai perangkat naratif, khususnya hubungan keluarga dalam sinema. Proses penyuntingan tidak hanya menghasilkan koneksi visual tetapi memberikan pengalaman emosional yang kompleks pada penonton. Dengan membandingkan film-film dengan penyuntingan parallel, penelitian ini juga mengevaluasi efektivitas visual dalam membangun makna dan ketegangan emosi secara bertahap. Kata Kunci: Film Pendek, Penyuntingan paralel, Parental Acceptance