Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Stimulasi Perkembangan Dengan Perkembangan Bayi Di Desa Tunggal Pager Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto Susilawati, Eni
HOSPITAL MAJAPAHIT (JURNAL ILMIAH KESEHATAN POLITEKNIK KESEHATAN MAJAPAHIT) Vol 1, No 2 (2009): HOSPITAL MAJAPAHIT VOL 1 NO 2
Publisher : HOSPITAL MAJAPAHIT (JURNAL ILMIAH KESEHATAN POLITEKNIK KESEHATAN MAJAPAHIT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.10475/hm.v1i2.480

Abstract

ghfg
DAMPAK PROGRAM DIKLAT ONLINE TIK GURU PUSTEKKOM TERHADAP AKSESBILITAS KONTEN PEMBELAJARAN PADA FITUR RUMAH BELAJAR Susilawati, Eni
Jurnal Pendidikan Vol 19 No 2 (2018)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/jp.v19i2.p84-103.2018

Abstract

The research objective is to analyze the impact of the participation of online  ICT teacher training to increase the number of accessibility the learning content of features in Rumah Belajar. This research used the quantitative research approach with descriptive quantitative analysis methods to be able to describe how the increase in accessibility features of Rumah Belajar and utilization in learning in school. Samples were selected in this study are all online training participants at 15 locations online training that has been conducted by Pustekkom in 2015 and 2016 in 2015. The data was collected using a questionnaire and a list of open questions in accordance with the purpose of research. The results showed that 1) online ICT teacher training participants, after completing the Pustekkom  training online  using become more motivated to access other feature in Rumah Belajar; 2) The order of the percentage of the intensity level of accessibility to the other features of Rumah Belajar are: Sumber Belajar 23%, BSE 23%, Bank Soal 21%, Kelas Maya 13%, Lab Maya 6%, Karya Guru 4%, Wahana Jelajah Angkasa 4%, Peta Budaya 4% and Karya Komunitas 2%, and ICT training online using the application PKB Rumah Belajar can be used as a reference for efforts to develop a web-based learning applications, in particular for the development of Rumah belajar portal belongs Pustekkom Kemendikbud. Tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis dampak keikutsertaan diklat online  TIK guru Belajar terhadap peningkatan jumlah aksebilitas konten pembelajaran pada fitur-fitur rumah belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan metode analisis kuantitatif secara deskriptif untuk bisa menggambarkan bagaimana peningkatan aksesbilitas fitur-fitur rumah belajar dan pemanfaatannya dalam pembelajaran di sekolah. Sampel yang dipilih dalam penelitian ini adalah semua peserta diklat online  pada 15 lokasi diklat online yang telah dilaksanakan oleh Pustekkom pada tahun 2015 dan 2016. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan daftar pertanyaan terbuka sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) peserta diklat online TIK Guru, setelah mengikuti diklat online Pustekkom, menjadi lebih termotivasi untuk mengakses fitur-fitur lainnya dalam Rumah Belajar; 2) Urutan prosentase tingkat intensitas aksesbilitas terhadap fitur-fitur Rumbel selain Pengembangan Keprofesian berkelanjutan (PKB) adalah: Sumber Belajar 23%, Buku Sekolah Elektronik (BSE) 23%, Bank Soal 21%, Kelas Maya 13%, Lab Maya 6%, Karya Guru 4%, Wahana Jelajah Angkasa 4%, Peta Budaya 4% dan Karya Komunitas 2%; dan 3) diklat online TIK menggunakan aplikasi PKB. Rumah belajar bisa dijadikan referensi bagi upaya pengembangan aplikasi pembelajaran berbasis web, khususnya bagi pengembangan portal Rumah Belajar milik Pustekkom Kemendikbud.
PENGEMBANGAN KAPASITAS SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS PEJABAT FUNGSIONAL PENGEMBANG TEKNOLOGI PEMBELAJARAN Susilawati, Eni
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.19 No. 2 Agustus 2015
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.639 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v19i2.160

Abstract

Abstrak:Pustekkom Kemendikbud telah memperjuangkan pengakuan terhadap profesi pengembang teknologi pendidikan/pembelajaran yang kemudian teruwujud dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PERMENPAN-RB) Nomor:PER/2/M.PA/3/2009 tentang Jabatan Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran (JF-PTP) dan angka kreditnya. Sebagai jabatan fungsional yang baru, sebagian besar pejabat fungsional PTP ini berasal dari jalur inpassing, yang pengangkatannya didasarkan pada pendidikan, pengalaman, dan masa kerja, sehingga memiliki tingkat kapasitas yang beragam. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kapasitas tenaga fungsional PTP sesuai dengan tugas pokok dan tuntutan pengembangan profesi. Adapun permasalahan dalam kajian ini adalah bagaimana pengembangan kapasitas mereka bisa menjadi sebuah strategi bagi peningkatan kualitas PTP. Tujuan kajian ini adalah untuk memperoleh gambaran mengenai: (1) kebutuhan peningkatan kualitas PTP, dan (2) strategi apa yang dapat dilaksanakan dalam mengembangkan kapasitas sebagai upaya peningkatan kualitas. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa pengembangan kapasitas SDM PTP berarti pengembangan kapasitas individu masing-masing SDM PTP yang sekaligus juga pengembangan kapasitas instansi/organisasi pembina jabatan fungsional PTP.Kata kunci: TIK, Strategi, Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP), dan kapasitas.Abstract:Pustekkom Kemendikbud has successfully fought for acknowledgement of instructional designer profession which is actualized in the Regulation of Minister of State Apparatus Deployment and Bureaucracy Reformation (PERMENPAN-RB) Number: PER/2/M.PAN/3/2009 about Functional Officials of Instructional Designer (JF-PTP) and their Credit Points. As a new functional official position, most of the functional officials of Instructional Designers are from in-passing process whose appointment is based on experiences and working period, so that there are various degrees of capacity among them. Therefore, it is required a capacity development for functional officials of Instructional Designers in line with the profession’s core functions and development requirements. The problem of this study is how a capacity development can be a strategy for a quality development of Instructional Designers. The objective of this study is to get description about: (1) the need of quality development for Instructional Designers; and (2) strategies that can be carried out to develop capacity as an effort to enhance quality. The result shows that human resource capacity development of Instructional Designers means capacity development of individual as well as institutional Instructional Designer.Keywords: ICT, strategy, Instructional Developers (PTP), and capacity.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF YANG MEMANFAATKAN PORTAL RUMAH BELAJAR DI SMP PESAT BOGOR Susilawati, Eni
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 1, Juni 2019
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.329 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.367

Abstract

Tahun 2016 dan 2017 merupakan tahun pertama dan kedua bagi SMP Pesat menerapkan rancangan model pembelajaran inovatif yang dikembangkan Pustekkom. Namun demikian, belum semua guru menerapkannya dalam pembelajaran. Intensitas penerapan model pembelajaran inovatif tersebut masih rendah. Oleh karena itu, perlu diobservasi dan dievaluasi penerapannya sebagai bahan masukan terhadap penyempurnaan model pembelajaran tersebut di tahun-tahun berikutnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pelaksanaan penerapan model pembelajaran inovatif di SMP Pesat Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan metode analisis kuantitatif deskriptif. Subyek/Responden penelitian ini adalah semua guru SMP Pesat. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan pedoman observasi, wawancara, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) keterlaksanaan penerapan model pembelajaran inovatif melalui pemanfaatan Portal Rumah Belajar secara offline dan online di SMP Pesat Bogor; dan 2) dampak positif penerapan model pembelajaran inovatif dirasakan cukup besar bagi guru, terutama dalam meningkatkan kompetensi TIK-nya. Beberapa saran upaya peningkatan kualitas yang berkelanjutan (continuous quality improvement) dalam penerapan model pembelajaran ini antara lain adalah 1) peningkatan jumlah guru dan siswa yang terlibat dalam penerapan model pembelajaran; 2) peningkatan kualitas aplikasi Portal Rumah Belajar secara keseluruhan, baik dari sisi kemasan fitur, konten maupun media yang tersedia agar lebih mudah diakses dan dimanfaatkan guru dan siswa; 3) peningkatan kompetensi TIK guru; 4) peningkatan dukungan sarana prasarana TIK dan internet di sekolah; dan 5) kesiapan siswa dalam memanfaatkan Portal Rumah Belajar pada kegiatan pembelajaran di kelas. The years of 2016 and 2017 are the first and second years for Pesat Junior High School (SMP) in implementing innovative learning model designed by Pustekkom. However, not all teachers have implemented the model in their teaching-learning process. The implementation is still in low frequency. Therefore, it needs to be observed for the shake of better implementation in the following years. The objective of this research is to get insight on the implementation of innovative learning model in the Pesat Junior High School in Bogor. This research applies quantitative approach with descriptive quantitative method. The samples are all teachers in Pesat Junior High School. The data gathering is carried out through observation, interview, and questionnaire. The result shows that 1) the implementation of innovative learning model through the utilization of “Portal Rumah Belajar” (Portal House of Learning) offline as well as online in the Pesat Junior High School; and 2) positive impact of innovative learning model is fairly significant to the teachers, especially in term of their ICT competence improvement. Some recommendations for continuous quality improvement in this learning model implementation are such as the increasing number of teachers and students involved in this learning model implementation; improving the quality of Portal Rumah Belajar, in term of its features, content, as well as accessibility; improving teachers’ competence in ICT; increasing ICT infrastructure and internet at school; and improving the students’ readiness in utilizing Portal Rumah Belajar in their learning. 
INTERNALISASI NILAI PANCASILA DALAM PEMBELAJARAN MELALUI PENERAPAN PROFIL PELAJAR PANCASILA BERBANTUAN PLATFORM MERDEKA MENGAJAR Susilawati, Eni; Sarifudin, Saleh; Muslim, Suyitno
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 2, Desember 2021
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.v25i2.897

Abstract

Salah satu tantangan bagi dunia pendidikan saat ini  adalah bagaimana mengembangkan pendidikan karakter bagi  siswa selama masa new normal. Kemendikbudristek menetapkan  6 indikator dari Profil Pelajar Pancasila. Guna mempermudah  internalisasi Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran baik oleh  guru maupun siswa, dikembangkan Platform Merdeka Mengajar  (PMM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan  pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar dalam menginternalisasi  nilai-nilai Pancasila. Sampel penelitian adalah guru-guru sekolah  penggerak dan SMK Pusat Keunggulan yang telah mengikuti bimtek  PMM tahun 2021. Pengumpulan data menggunakan kuesioner,  observasi dan wawancara terbatas. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa: 1)Profil Pelajar Pancasila pada hakikatnya merupakan salah  satu upaya internalisasi nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran,  2) PMM memiliki peran signifikan dalam penerapan Profil Pelajar  Pancasila pada pembelajaran paradigma baru, dan 3) Internalisasi  nilai-nilai Pancasila dalam penerapan Profil Pelajar Pancasila di  masa new Normal berbantuan Platform Merdeka Mengajar dengan  cara diterapkan dalam karakter keseharian yang dibangun dan  dihidupkan dalam diri individu setiap pelajar melalui budaya sekolah,  pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler di  sekolah. Peningkatan pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar  dalam menginternalisasi nilai-nilai Pancasila melalui Profil Pelajar  Pancasila, perlu didukung dengan upaya peningkatkan kualitas dan  kuantitas konten Profil Pelajar Pancasila serta dukungan kebijakan  dalam pemanfaatan PMM dan sinergi kolaborasi antara sekolah,  pemerintah, masyarakat serta pemangku kepentingan. PMM dapat  menjadi salah satu solusi dalam penguatan pembelajaran karakter  melalui internalisasi nilai Pancasila bagi siswa generasi milenial,  terutama pada saat pembelajaran tatap muka terbatas di masa new normal pandemi Covid-19. One of the challenges in education today is student  character education during the new normal era. The Ministry of  Education, Culture, Research, and Technology sets 6 indicators of  the Pancasila Student Profile. To enhance the internalization of the  Pancasila Student Profile in learning by both teachers and students,  the Merdeka Mengajar Platform (MMP) is developed. The objective  of this research is to know the implementation of MMP in internalizing  the values of Pancasila. The sample is teachers of driving schools  and Center of Excellence Vocational Schools who have participated  in the PMM technical guidance in 2021. Data collection is through  questionnaires, observation, and limited interviews. The result  show that: 1) Pancasila Student Profile is essentially an effort to  internalize Pancasila values in learning; 2) MMP has significant  roles in the implementation of the Pancasila Student Profile in the  new learning paradigm; and 3) The internalization of Pancasila  values in the implementation of Pancasila Student Profile in the  new normal era with MMP is applied in daily characteristics that are  developed and enhanced in every student through school culture,  intra-curricular, co-curricular, and extra-curricular learning at school  by applying it to the daily character that is built and brought to life in  each student through school culture, intra-curricular, co-curricular,  and extra-curricular learning at school. The improvement of MMP  implementation in internalizing Pancasila values through Pancasila  Student Profile should be supported by increasing the quality as well  as quantity of Pancasila Student Profile contents, by policies in MMP  implementation, and collaboration between schools, government,  and other stakeholders. MMP can be one of the solutions to enhance  character education through the internalization of Pancasila values  for millennial students, especially during the limited face-to-face  learning in a new normal era of pandemic covid-19