Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SOSIALISASI BAHAYA PENYEBARAN HOAX: DENGAN LITERASI YANG BENAR, KITA PERANGI HOAX SEJAK USIA DINI: SOCIALIZATION OF THE DANGERS OF SPREADING HOAX: CORRECT LITERACY, HOAX WARS FROM AN EARLY AGE Dewi Oktary; Hijrah Wahyudi; Mardiyati; Noviryantika; Yuana S
KHIDMATUNA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Desember
Publisher : STAI Al Fithrah Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/khidmatuna.v1i1.311

Abstract

Usia dini merupakan usia yang ideal untuk membudayakan gemar literasi media dan literasi digital, karena di masa sekarang ini anak-anak sudah mengenal bahkan mempunyai sendiri gawai (smartphone). Bagi anak-anak kondisi ini menjadi rawan, karena bisa dengan mudah termakan berita hoax. Sebaliknya, jika sejak usia dini mereka sudah terbiasa dengan budaya literasi, maka berita hoax bisa dengan mudah mereka hindari. Kami sebagai dosen merasa terpanggil untuk memberikan pemahaman mengenai tingkat kepentingan literasi yang benar bagi anak-anak usia dini. Harapan yang diinginkan ialah mereka sebagai generasi muda masa depan bangsa bisa menghindari bahkan bisa menjadi agen untuk memerangi hoax yang beredar secara masiv, sehingga terwujud masyarakat anti hoax di masa yang akan datang. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 24 Nopember 2022. Peserta kegiatan sebanyak 32 orang wali murid kelas 6 SD Bina Bhakti yang beralamat di Jalan Adi Sucipto Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Evaluasi pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan cara: sosialisasi. Proses pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan baik tanpa ada kendala yang berarti. Selama kegiatan berlangsung, peserta yakni wali murid kelas 6 SD Bina Bhakti menyimak dengan baik, tertib dan memberikan feedback (umpan balik) yang cukup aktif. Adapun metode yang digunakan adalah sosialisasi, diskusi serta tanya jawab dengan total waktu kurang lebih 120 menit.
IMPLEMENTASI TOLONG-MENOLONG (QARDH, MURABAHAH, TA’AWUN) MELALUI KOMUNITAS ‘MANTRI SEHAT’ DI PONTIANAK DENGAN PENDEKATAN BERBASIS ABCD: IMPLEMENTATION OF HELP (QARDH, MURABAHAH, TA'AWUN) THROUGH ‘MANTRI SEHAT’ COMMUNITY IN PONTIANAK BASED ON ABCD APPROACH Mardiyati; Hijrah Wahyudi; Sukma Febrianti; Yuana S
KHIDMATUNA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Juni
Publisher : STAI Al Fithrah Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/khidmatuna.v2i1.396

Abstract

Kegiatan Komunitas Mantri Sehat sudah ada sejak tahun 2017 dan masih dilaksanakan sepanjang tahun 2022 dan dilaksanakan secara terus-menerus setiap pekan, meliputi kegiatan qardh, kegiatan murabahah, dan kegiatan ta’awun. Pengabdian ini bertujuan menginformasikan praktik tolong-menolong (qardh, murabahah, ta’awun) melalui Komunitas Mantri Sehat periode Semester Genap Tahun Akademik 2021-2022. Pendanaan untuk kegiatan qardh, murabahah, dan ta’awun bersumber dari Titipan Modal dan Titipan Sedekah dari para shahibul maal (dosen dan masyarakat) yang merupakan implementasi dari pendekatan Asset Based Community Development (ABCD). Komunitas Mantri Sehat sudah melayani sebanyak 16 pengguna manfaat (debitur) untuk kegiatan qardh, 11 transaksi murabahah secara angsuran, serta kegiatan ta’awun sepanjang Januari-Juni 2022 yang dilaksanakan setiap pekan. Implikasi tolong-menolong (qardh, murabahah, ta’awun) penting dilaksanakan sebagai bentuk kesetiakawanan sosial kepada sesama manusia serta dapat membantu pemerintah walaupun masih dalam skala yang sangat kecil. Sebaiknya secara periodik dilaksanakan implikasi tolong-menolong dengan daya jangkau yang lebih luas, agar lahir sumber daya manusia yang mempunyai kepedulian sosial tinggi dan memiliki keunggulan kompetitif.)
Analisis Panic Buying dan Hoarding Behavior Konsumen dalam Menghadapi Isu Kelangkaan BBM di Kotamadya Pontianak: Pendekatan Kuantitatif dengan Uji Mann-Whitney dan Kruskal-Wallis Mardiyati; Hijrah Wahyudi
Jurnal Ekonomi STIEP Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Ekonomi STIEP (JES)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IBE Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54526/jes.v11i1.694

Abstract

This study examines panic buying and hoarding behavior among fuel consumers in Pontianak Municipality in response to scarcity rumors. Using a quantitative approach with a survey method, data were collected from 150 respondents selected through purposive and accidental sampling at gas stations across six sub-districts. The analysis employed Mann-Whitney and Kruskal-Wallis tests to compare behavioral scores across demographic and situational characteristics. The findings reveal that male consumers exhibit significantly higher panic buying scores than females (p = 0.017). Income level also differentiates panic buying behavior, with the highest income group showing the highest scores (p = 0.017). Vehicle type emerges as the strongest determinant, where private car and commercial vehicle users demonstrate significantly higher panic buying compared to small motorcycle users (p = 0.002). No significant differences are found across sub-districts, indicating that scarcity rumors spread evenly throughout the municipality. Hoarding behavior is strongly associated with prior experience of purchasing fuel using jerry cans (p < 0.001) but shows no relationship with income. Trust in circulating rumors and anxiety triggered by information serve as key psychological drivers. The study recommends that local government and Pertamina strengthen crisis communication strategies and public literacy to mitigate the impact of unverified scarcity rumors.