Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Analisis Shouryakugo dalam Manga “Komi-san wa, Komyushou desu” Volume 24-25 Karya Tomohito Oda Andika Prasetyo Utomo; Cuk Yuana
Proceeding of Undergraduate Conference on Literature, Linguistic, and Cultural Studies Vol. 2 No. 1 (2023): PROCEEDING RESEARCH ON LITERARY, LINGUISTIC, AND CULTURAL STUDIES
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/uncollcs.v2i1.2457

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis shouryakugo yang digunakan dalam manga “Komi-san wa, Komyushou desu” volume 24-25. Metode deskriptif kualitatif dan pendekatan morfologi digunakan untuk mengungkap serta mendapatkan gambaran penelitian secara mendalam tentang proses pembentukan dan jenis-jenis shouryakugo yang terdapat pada manga “Komi-san wa, Komyushou desu” volume 24-25. Kompilasi data dalam penelitian ini, memanfaatkan teknik baca dan catat. Sedangkan untuk menganalisis data akan menggunakan teori Nakayama mengenai proses pembentukan shouryakugo. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya total 128 shouryakugo, dengan 23 shouryakugo memiliki makna yang berbeda. ke 23 shouryakugo tersebut diklasifikasian berdasarkan pola atau proses pembentukan katanya, menjadi: 3 kata termasuk singkatan jenis zenbu shouryakukei dengan pola pemendekan di awal kata, 9 kata termasuk singkatan jenis gobu shouryakukei dengan pola pemendekan di belakang kata, 3 kata termasuk singkatan jenis chuu shouryakukei dengan pola pembentukan di tengah kata, 5 kata termasuk singkatan jenis kousei youso tanbun ketsugoukei dengan pola pembentukan di tengah dan akhir kata, 3 kata termasuk singkatan jenis romaji shouryaku yang menyingkat kata berdasarkan huruf romaji.
Representasi Aktivitas Drift Dalam Anime Initial-D Karya Shuichi Shigeno Muhammad Reyhan; Cuk Yuana
Proceeding of Undergraduate Conference on Literature, Linguistic, and Cultural Studies Vol. 2 No. 1 (2023): PROCEEDING RESEARCH ON LITERARY, LINGUISTIC, AND CULTURAL STUDIES
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/uncollcs.v2i1.2500

Abstract

Penelitian ini merepresentasikan aktivitas drift dalam anime Initial-D karya Shuichi Shigeno. Penelitian ini menjelaskan bahwa aktivitas yang terjadi pada kehidupan nyata dengan anime tidak jauh berbeda dengan yang sudah ada, hanya saja di anime terlalu melebih-lebihkan jalan ceritanya karena memang sebatas hiburan saja. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan mimetik. Teknik pengumpulan data menggunakan analisis konten yang kemudian dianalisa dengana analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah representasi aktivitas drift yang terdapat pada anime, mulai dari aktivitas sebelum balapan seperti mempersiapkan lintasan drift yang mempunyai banyak tikungan, lintasan yang panjang dan khusus untuk kompetisi sedangkan di anime lintasannya menggunakan jalan raya di pegunungan yang tidak dikonversi sebagai lintasan balap drift sehingga balapan ini bisa dikatakan sebagai balapan ilegal. Kondisi mobil juga memiliki kesamaan yang cukup banyak seperti para karakter melakukan modifikasi mulai dari mesin, ban, rem dan lain-lainnya supaya performa mobil mereka bisa menjadi lebih cepat, sedangkan teknik drift yang di representasikan oleh anime tidak terlalu memperlihatkan bagaimana cara melakukan teknik yang digunakan. Anime ini memang mengadaptasi dari dunia nyata sehingga representasi aktivitas drift dalam anime tidak terlalu jauh berbeda.
Perbandingan Budaya Ohaguro dari Zaman Kofun dan Heian Devita Wurmaya; Cuk Yuana
Proceeding of Undergraduate Conference on Literature, Linguistic, and Cultural Studies Vol. 2 No. 1 (2023): PROCEEDING RESEARCH ON LITERARY, LINGUISTIC, AND CULTURAL STUDIES
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/uncollcs.v2i1.2519

Abstract

Abstrak. Budaya yang menjadi tradisi yang dilestarikan di sebuah masyarakat adalah budaya yang memiliki makna bagi masyarakat itu sendiri. Penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisis budaya Ohaguro yang ada pada zaman Kofun dan berkembang pesat pada zaman Heian. Data yang dikumpulkan berupa bukti-bukti terkait dengan Ohaguro yang ditemukan pada zaman itu seperti halnya novel Genji Monogatari, penemuan tengkorak, Ukiyo e, hingga animasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan secara kepustakaan. Setelah melakukan analisis terhadap 7 bukti yang ada dan mendapati perbedaan dan persamaan Ohaguro pada kedua zaman, yaitu zaman Kofun dan zaman Heian. Dengan melakukan teknik analisis deskriptif dapat ditemukannya 5 perbedaan dan 4 persamaan terhadap Ohaguro di zaman Kofun dan zaman Heian. Perbedaan Ohaguro pada zaman Kofun dan zaman Heian adalah bahan dari Kanemizu, pengguna Ohaguro, pandangan Ohaguro di masyarakat, pria yang mengenakan Ohaguro, maraknya Ohaguro. Sedangkan persamaan dari Ohaguro pada zaman Kofun dan zaman Heian adalah sebagai tanda kesetiaan, tanda pernikahan pada Wanita, rasa dan bau Kanemizu yang sama, tetap digunakan oleh para bangsawan, dan masyarakat tetap yakin Ohaguro dapat menyehatkan gigi. Kata Kunci : Kepustakaan, budaya, Ohaguro, zaman Kofun, zaman Heian
Wabi Sabi in Wabicha Tradition Rr. Denniza Sekar Adisty; Cuk Yuana
Proceeding of Undergraduate Conference on Literature, Linguistic, and Cultural Studies Vol. 2 No. 1 (2023): PROCEEDING RESEARCH ON LITERARY, LINGUISTIC, AND CULTURAL STUDIES
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/uncollcs.v2i1.2531

Abstract

The wabicha flow of chanoyu has a lot of simplicity and beauty that is displayed in every procession of the ceremony by changing things that were previously luxurious to be simpler such as chashitsu walls made of wood and thatched roofs, ceremonial utensils made of natural materials, paintings or calligraphy purchased from local merchants, and chabana from local flower gardens. The element of beauty is in the shape, texture, motif or pattern, and atmosphere created in the chanoyu ceremony. The terms in the ceremonial procession show that the host and guests must respect each other. The use of materials by utilizing natural resources creates a simple, harmonious, calm and peaceful atmosphere. This research aims to explain how the representation of wabicha flow in the chanoyu tradition, how the ceremonial procession in the wabicha flow, and the elements of wabi sabi in the wabicha flow. The research method used is descriptive qualitative. While the research approach is a document study approach.
Penggunaan Kata Bahasa Jepang Pada Iklan Produk Mie Jepang Ryan Ahmad Arief Pratama; Cuk Yuana
Proceeding of Undergraduate Conference on Literature, Linguistic, and Cultural Studies Vol. 2 No. 1 (2023): PROCEEDING RESEARCH ON LITERARY, LINGUISTIC, AND CULTURAL STUDIES
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/uncollcs.v2i1.2764

Abstract

Mie Jepang telah menjadi salah satu makanan populer di seluruh dunia. Kehadiranya yang unik dan cita rasa yang khas menarik minat konsumen dari berbagai latar belakang budaya. Dalam pemasaran produk mie Jepang penggunaan kata produk mie Jepang sering menggunakan kata kata khsusus dalam bahasa Jepang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan kata bahasa Jepang pada iklan produk mie Jepang dengan menggunakan pendekatan semantik. Sedangkan Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 22 kata bahasa Jepang yang digunakan dalam 19 iklan yang ditemukan di platform seperti Facebook, Tokopedia, dan Instagram. Beberapa kata seperti Ramen, Udon, Oishii,Umai mempunyai makna leksikal terkait dengan makanan atau mengekspresikan rasa. Terdapat juga kata yang mempunyai makna leksikal mengenai bahan makanan tertentu, seperti Tamago untuk telur, Ankake untuk saus kental, dan Nori untuk rumput laut.Selain itu dalam analisis penelitian ini menunjukkan bahwa 22 kata bahasa Jepang yang ditemukan memiliki empat fungsi dalam iklan produk mie Jepang. Pertama, kata yang digunakan untuk memperkenalkan merek dagang.Kedua, kata-kata yang digunakan untuk meningkatkan daya tarik iklan dan menarik perhatian calon konsumen.Ketiga, kata-kata yang digunakan untuk mempersuasi calon konsumen dengan menyampaikan pesan bahwa produk mie Jepang tersebut memiliki rasa yang enak, lezat, besar, baik,dan lain-lain. Terakhir, kata-kata berikut juga digunakan untuk memberikan informasi kepada calon konsumen tentang jenis bahan, variasi produk seperti kani dan ebi.
Budaya Konsumtif Makanan Jepang Onigiri dalam Kehidupan Remaja Di Kota Gresik Cuk Yuana; Sukmawati Sukmawati
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol 4 No 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v4i2.8139

Abstract

ABSTRACT The development of an increasingly advanced era with technology is developing rapidly, and facilitates the dissemination of information that makes foreign or foreign cultures enter a country. Especially the influence of foreign culture on food has changed the tastes of the Indonesian people. Like fast food, types of food that are easy to pack and practical. One of the practical foods in making or eating it is Onigiri. The method used in this research is a quantitative descriptive method. A method that aims to create an description of a research that uses numbers, starting from data collection, interpretation of the data as well as the appearance and results. Sample collection was carried out by distributing questionnaires in the form of online links to 100 adolescent respondents regarding the consumer Onigiri food in the city of Gresik. In this study using the Likert scale analysis model and spearman rank correlation. The results obtained from the Likert scale data, the most preferred type of onigiri flavor is "Onigiri Hot Tuna", followed by "Onigiri Chicken Mayo", then "Onigiri Chicken Teriyaki" with an interpretation rate of 46.53%, which means that the respondent's interest in onigiri is in the category “No. Like". The results of the Spearman rank test from 1 to 4 from the analysis show that the null hypothesis (Ho) is rejected and the alternative hypothesis (Ha) is accepted that the first question and the second question have a significant correlation, meaning that respondents have tried to eat onigiri. Keywords: Onigiri, Onigiri Taste, Consumptive Culture
Representasi Unsur Budaya Jepang Dalam Game Persona 5 Mas Edo Fazrullah Masadjid; Cuk Yuana
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol 5 No 1 (2023): APRIL
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v5i1.8217

Abstract

Game merupakan sesuatu yang dapat dimainkan yang terdiri atas beberapa aturan sehingga terdapat pihak yang menang dan kalah. Pada zaman sekarang, game dapat digunakan sebagai alat memperkenalkan suatu yang baru kepada masyarakat di seluruh dunia, seperti halnya budaya Jepang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan menggunakan pendekatan budaya. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah unsur budaya Jepang yang terdapat dalam game Persona 5. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data adalah mengklasifikasikan data menurut unsur budaya Jepang yang terdapat dalam game Persona 5 sehingga dapat diketahui bahwasanya unsur tersebut terdapat dalam masyarakat Jepang. Dari 25 data representasi budaya Jepang yang dianalisis terdapat 7 unsur budaya Jepang berupa unsur bahasa berupa jenis bahasa yang digunakan dan aisatsu, unsur pendidikan berupa sebuah sekolah, unsur sosial berupa budaya 5S, unsur ilmu pengetahuan dan teknologi berupa perkembangan teknologi smartphone dan tv layar lebar, unsur ekonomi berupa arubaito, unsur religi berupa adanya kuil shinto dan sebuah lukisan yang menggambarkan torii dan unsur seni berupa lukisan dengan teknik tradisional Jepang yaitu ukiyo-e. Kata Kunci: representasi, budaya jepang, game, unsur,persona 5