Abstrak. Budaya yang menjadi tradisi yang dilestarikan di sebuah masyarakat adalah budaya yang memiliki makna bagi masyarakat itu sendiri. Penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisis budaya Ohaguro yang ada pada zaman Kofun dan berkembang pesat pada zaman Heian. Data yang dikumpulkan berupa bukti-bukti terkait dengan Ohaguro yang ditemukan pada zaman itu seperti halnya novel Genji Monogatari, penemuan tengkorak, Ukiyo e, hingga animasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan secara kepustakaan. Setelah melakukan analisis terhadap 7 bukti yang ada dan mendapati perbedaan dan persamaan Ohaguro pada kedua zaman, yaitu zaman Kofun dan zaman Heian. Dengan melakukan teknik analisis deskriptif dapat ditemukannya 5 perbedaan dan 4 persamaan terhadap Ohaguro di zaman Kofun dan zaman Heian. Perbedaan Ohaguro pada zaman Kofun dan zaman Heian adalah bahan dari Kanemizu, pengguna Ohaguro, pandangan Ohaguro di masyarakat, pria yang mengenakan Ohaguro, maraknya Ohaguro. Sedangkan persamaan dari Ohaguro pada zaman Kofun dan zaman Heian adalah sebagai tanda kesetiaan, tanda pernikahan pada Wanita, rasa dan bau Kanemizu yang sama, tetap digunakan oleh para bangsawan, dan masyarakat tetap yakin Ohaguro dapat menyehatkan gigi. Kata Kunci : Kepustakaan, budaya, Ohaguro, zaman Kofun, zaman Heian
Copyrights © 2023