Susri Utami
Program Studi Sarjana Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN KONSELING MENYUSUI BAGI KELOMPOK TENAGA KESEHATAN PENDUKUNG ASI EKSKLUSIF R Ratnawati; Susri Utami
Jurnal Batikmu Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Batik Mu Edisi Khusus Februari 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v1i2.1086

Abstract

Abstract Pemberian ASI Eksklusif sangat bermanfaat baik bagi ibu maupun bayi. Pemberian ASI Eksklusif juga menjadi salah satu program yang dicanangkan untuk menurunkan angka kematian dan kesakitan ibu dan bayi baru lahir. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan terhadap pelaksanaan konseling menyusui. Program ini dilaksanakan dengan menyelenggarakan kerjasama antara jajaran pimpinan RSUD Kajen. Pelaksanaan pelatihan yang terdiri dari penyampaian materi terkait ASI Eksklusif dan teori konseling dan dilanjutkan dengan praktik konseling yang dilakukan setiap peserta secara berpasangan. Sesi akhir, peserta diberikan soal post test. Jumlah peserta adalah 31 tenaga kesehatan yang bertugas di ruang maternal. Uji statistik yang digunakan adalah dengan uji T test. Hasil pelatihan didapatkan ada pengaruh pemberian pelatihan konseling menyusui dengan tingkat pengetahuan peserta dengan nilai p value 0,001. Pengetahuan dan kemampuan manajemen laktasi dan konseling menyusui bagi tenaga kesehatan teruatama yang bertugas di Rumah sakit sangat penting karena tenaga kesehatan ini merupakan kontak pertama ibu dan bayi setelah melahirkan. Kata kunci: ASI Eksklusif, Pelatihan Konseling Menyusui, Tenaga Kesehatan Abstract [BREASTFEEDING COUNSELING TRAINING FOR EXCLUSIVE BREASTFEEDING SUPPORTING GROUP : HEALTH WORKER] Exclusive breastfeeding is very beneficial for both mother and baby. Exclusive breastfeeding is also one of the programs launched to reduce maternal and newborn mortality and morbidity. The purpose of this community service is to increase the knowledge of health workers on the implementation of breastfeeding counseling. This program is implemented by organizing cooperation between the leadership ranks of the Kajen Hospital. implementation of the training consisting of the delivery of material related to exclusive breastfeeding and counseling theory and continued with counseling practices carried out by each participant in pairs. In the final session, participants were given post test questions. The number of participants is 31 health workers who work in the maternal room. The statistical test used is the T test. The results of the training showed that there was an effect of providing breastfeeding counseling training with the level of knowledge of the participants with a p value of 0.001. Knowledge and ability of lactation management and breastfeeding counseling for health workers, especially those who work in hospitals, are very important because these health workers are the first contact between mothers and babies after giving birth. Keywords: Breastfeeding Counseling Training, Exclusive Breastfeeding, Health Workers.
EDUKASI TENTANG PENATALAKSANAAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR Aida Rusmariana; Susri Utami; R Ratnawati
Jurnal Batikmu Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Batik Mu Edisi Khusus Februari 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v1i2.1088

Abstract

Abstrak Asfiksia merupakan penyebab mortalitas dan morbiditas dan paling sering terjadi pada periode segera setelah lahir dan menimbulkan sebuah kebutuhan resusitasi dan intervensi segera untuk meminimalkan mortalitas dan morbiditas. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan upgrade pengetahuan dan ketrampilan penatalaksanaan asfiksian pada bayi baru lahir tenaga kesehatan yang bertugas di Ruang VK dan Perina. Pelaksanaannya peserta diberikan soal pre tes - post test. Jumlah peserta adalah 33 tenaga kesehatan yang bertugas di ruang VK dan Perina. Hasil pelatihan didapatkan sebelumnya hanya 6 peserta yang memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi tetapi di akhir program, setelah dilakukan post test didapatkan ada 31 peserta dengan pengetahuan yang tinggi tentang penatalaksaan asfiksia neonatus. Pengetahuan dan ketrampilan penatalaksanaan asfiksia bagi tenaga kesehatan sakit sangat penting agar bisa meningkatkan kualitas pelayanan. Kata kunci: asfiksia, bayi baru lahir, Tenaga Kesehatan Abstract [Education About of The Treatment of Asphyxia in Newborns] Asphyxia is a leading cause of mortality and morbidity and most often occurs in the period immediately after birth. This creates a need for resuscitation and immediate intervention to minimize mortality and morbidity. The purpose of this community service is to provide an upgrade of knowledge and skills in the management of asphyxiation in newborns by health workers on duty in the VK and Perina rooms. The participants were given pre-test - post-test questions. There are 33 health workers on duty in the rooms. The result showed previously only 6 participants had a high level of knowledge but at the end of the program, after the post test, it was found that there were 31 participants with high knowledge about the management of neonatal asphyxia. Therefore, knowledge and skills of asphyxia management for sick health workers are very important in order to improve the quality of services. Keywords: asphyxia, newborn baby, health workers