Aida Rusmariana
Program Studi Sarjana Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI TENTANG PENATALAKSANAAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR Aida Rusmariana; Susri Utami; R Ratnawati
Jurnal Batikmu Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Batik Mu Edisi Khusus Februari 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v1i2.1088

Abstract

Abstrak Asfiksia merupakan penyebab mortalitas dan morbiditas dan paling sering terjadi pada periode segera setelah lahir dan menimbulkan sebuah kebutuhan resusitasi dan intervensi segera untuk meminimalkan mortalitas dan morbiditas. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan upgrade pengetahuan dan ketrampilan penatalaksanaan asfiksian pada bayi baru lahir tenaga kesehatan yang bertugas di Ruang VK dan Perina. Pelaksanaannya peserta diberikan soal pre tes - post test. Jumlah peserta adalah 33 tenaga kesehatan yang bertugas di ruang VK dan Perina. Hasil pelatihan didapatkan sebelumnya hanya 6 peserta yang memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi tetapi di akhir program, setelah dilakukan post test didapatkan ada 31 peserta dengan pengetahuan yang tinggi tentang penatalaksaan asfiksia neonatus. Pengetahuan dan ketrampilan penatalaksanaan asfiksia bagi tenaga kesehatan sakit sangat penting agar bisa meningkatkan kualitas pelayanan. Kata kunci: asfiksia, bayi baru lahir, Tenaga Kesehatan Abstract [Education About of The Treatment of Asphyxia in Newborns] Asphyxia is a leading cause of mortality and morbidity and most often occurs in the period immediately after birth. This creates a need for resuscitation and immediate intervention to minimize mortality and morbidity. The purpose of this community service is to provide an upgrade of knowledge and skills in the management of asphyxiation in newborns by health workers on duty in the VK and Perina rooms. The participants were given pre-test - post-test questions. There are 33 health workers on duty in the rooms. The result showed previously only 6 participants had a high level of knowledge but at the end of the program, after the post test, it was found that there were 31 participants with high knowledge about the management of neonatal asphyxia. Therefore, knowledge and skills of asphyxia management for sick health workers are very important in order to improve the quality of services. Keywords: asphyxia, newborn baby, health workers
EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA TENTANG HIV/AIDS UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI REMAJA DALAM MENCEGAH PERILAKU SEKS BEBAS Aida Rusmariana; Wiwiek Natalya
Jurnal Batikmu Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Batik Mu
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v2i1.1182

Abstract

AbstrakRemaja merupakan kelompok yang rentan terhadap terjadinya penyimpangan dan penyalahgunaan sekssehingga akan berpotensi berperilaku seks bebas apabila kurang mendapat informasi tentang akibat dariperilaku seks bebas yaitu seperti penyakit HIV/AIDS. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untukmeningkatkan pengetahuan HIV/AIDS, bahaya perilaku seks bebas sehingga diharapkan dapatmeningkatkan motivasi remaja dalam mencegah perilaku seks bebas Pelaksanaannya peserta dilakukanpre test dan post test untuk melakukan evaluasi hasil dari kegiatan ini. Jumlah peserta 20 orang remajaberusia 15-19 tahun. Hasil dari pelatihan ini adalah terjadi peningkatan yang signifikan motivasi remajadalam mencegah perilaku seks bebas yaitu sebelumnya hanya 1 orang (5%) dengan motivasi baik, 11 orang(55%) dengan motivasi sedang dan sebanyak 8 orang (40%) dengan motivasi kurang. Setelah dilakukanedukasi didapatkan hasil sebanyak 18 orang (90%) dengan motivasi baik dan hanya 2 orang 10%) denganmotivasi cukup sedangkan dengan hasil motivasi kurang tidak ditemukan. Pengetahuan dan informasitentang HIV/AIDS penting diberikan kepada remaja untuk mencegah perilaku seks bebas dan diharapkanpara remaja ini dapat memberikan informasi kepada teman sebaya lainnya tentang HIV/AIDS.Kata kunci: remaja, HIV/AIDS, motivasi, perilaku seks bebas Abstract[ADOLESCENTS REPRODUCTION HEALTH EDUCATION OF HIV/AIDS TO INCREASE THEIRMOTIVATION IN PREVENTING FREE SEX BEHAVIOR] Adolescents are a group who is vulnerable tosexual deviation and abuse, so they have the potential to have free sex if they are not well informed, andcan lead to diseases such as HIV/AIDS. This activity aims to increase knowledge of HIV/AIDS, and thedangers of free sex behavior so that it is expected to increase the motivation of adolescents in preventingthe behavior. Pre-test and Post-test were conducted to all the participants; 20 teenagers in their 15-19years old. The result showed there is significant increasing of their motivation in preventing the behaviorstated before. Only one person (5%) has good motivation, 11 people (55%) have moderate one, andremaining 8 people (40%) have low one before having education. After, 18 people (90%) have goodmotivation and only two people (10%) have adequate one. Besides, there is none who has less motivation.The knowledge and information of HIV/AIDS is really important given to the teenagers to prevent them inhaving free sex. Thus, this activity will encourage them to share with their friends about obtainedinformation such as the danger of HIV/AIDS.Keywords: Adolescents, HIV/AIDS, motivation, free sex behavior