Wiwiek Natalya
Program Studi Sarjana Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI PADA KADER LANSIA TENTANG HIPERTENSI DAN CARA PENGUKURAN TEKANAN DARAH Wiwiek Natalya; S Sugiharto
Jurnal Batikmu Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Batik Mu Edisi Khusus Februari 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v1i2.1087

Abstract

Abstract Prevalensi klien hipertensi di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2017 sebanyak 18.966 kasus dan pada tahun 2018 sebanyak 23.649 kasus. Jumlah kasus baru hipertensi pada tahun 2018 sebanyak 28.688 kasus. Jumlah yang berkunjung ke Puskesmas sebanyak 44.961 kasus. Urutan tertinggi di Kabupaten Pekalongan tahun 2018 yaitu di daerah Wonopringgo (4.198 orang), Paninggaran (4.045 Orang), Kedungwuni (2.656 orang) dan Siwalan (2.491 orang). (Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, 2018). Prevalensi hipertensi yang tercatat di Puskesmas Kedungwuni Pekalongan pada tahun 2016 terdapat 1.825 kasus, tahun 2017 terdapat 2.148 kasus, sedangkan tahun 2018 terdapat 3030 kasus. Setiap tahun mengalami peningkatan kasus hipertensi. Salah satu desa yang mengalami peningkatan jumlah kasus Hipertensi adalah desa Bugangan. Desa Bugangan merupakan desa yang berada pada wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni II. Hipertensi merupakan kasus tertinggi di desa Bugangan. Sebagian besar klien hipertensi adalah Lanjut Usia (Lansia).Studi pendahuluan terhadap 20 lansia hipertensi di Desa Bugangan, menunjukkan hasil 75% tekanan darah sistol > 170 mmHg, dan diastole ≥ 100 mmHg. Pemicu dari meningkatnya tekanan darah, 95% stress dan kurang tidur. Situasi yang menyebabkan stres antara lain masalah ekonomi. Dampak dari tekanan darah yang tidak terkontrol dapat mengakibatkan stroke dan kematian. Permasalahan mitra adalah jumlah lansia yang mengalami hipertensi tinggi dan Kader belum mengetahui tentang hipertensi dan cara mengukur tekanan darah menggunakan sphygmomanometer digital. Tujuan meningkatkan pengetahuan tentang hipertensi dan kemampuan kader tentang pengukuran tekakanan darah pada lansia hipertensi. Solusi permasalahan : memberikan edukasi tentang hipertensi dan melatih kader cara mengukur tekanan darah. Hasil : pengmas dikuti 25 kader Kesehatan, pengetahuan kader meningkat dan semua kader mampu mengukur tekanan darah menggunakan sphygmomanometer digital. Kata kunci: hipertensi, mengukur tekanan darah, kader lansia Abstract [EDUCATION TO ELDERLY CADRES ABOUT HYPERTENSION AND HOW TO MEASURE BLOOD PRESSURE] The prevalence of hypertension clients in Pekalongan Regency in 2017 was 18,966 cases and in 2018 there were 23,649 cases. The number of new cases of hypertension in 2018 was 28,688 cases. The number who visited the Puskesmas was 44,961 cases. The highest order in Pekalongan Regency in 2018 was in the areas of Wonopringgo (4,198 people), Paninggaran (4,045 people), Kedungwuni (2,656 people) and Siwalan (2,491 people). (Pekalongan District Health Office, 2018). The prevalence of hypertension recorded at the Kedungwuni Pekalongan Health Center in 2016 was 1,825 cases, in 2017 there were 2,148 cases, while in 2018 there were 3030 cases. Every year there is an increase in cases of hypertension. One of the villages experiencing an increase in the number of hypertension cases is Bugangan village. Bugangan Village is a village located in the working area of ​​the Kedungwuni II Health Center. Hypertension is the highest case in Bugangan village. Most of hypertensive clients are elderly. A preliminary study of 20 hypertensive elderly in Bugangan Village, showed 75% systolic blood pressure > 170 mmHg, and diastolic 100 mmHg. Triggers of increased blood pressure, 95% stress and lack of sleep. Situations that cause stress include economic problems. The impact of uncontrolled blood pressure can lead to stroke and death. Partner Problems is the number of elderly who have high hypertension and Cadres do not know about hypertension and how to measure blood pressure using a digital sphygmomanometer. The aim is to increase knowledge about hypertension and the ability of cadres to measure blood pressure in the elderly with hypertension. Solution to the problem: providing education about hypertension and training cadres on how to measure blood pressure. Results: 25 health cadres participated in the community service, knowledge of cadres increased and all cadres were able to measure blood pressure using a digital sphygmomanometer. Keywords: hypertension, measuring blood pressure, elderly cadres
EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA TENTANG HIV/AIDS UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI REMAJA DALAM MENCEGAH PERILAKU SEKS BEBAS Aida Rusmariana; Wiwiek Natalya
Jurnal Batikmu Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Batik Mu
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v2i1.1182

Abstract

AbstrakRemaja merupakan kelompok yang rentan terhadap terjadinya penyimpangan dan penyalahgunaan sekssehingga akan berpotensi berperilaku seks bebas apabila kurang mendapat informasi tentang akibat dariperilaku seks bebas yaitu seperti penyakit HIV/AIDS. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untukmeningkatkan pengetahuan HIV/AIDS, bahaya perilaku seks bebas sehingga diharapkan dapatmeningkatkan motivasi remaja dalam mencegah perilaku seks bebas Pelaksanaannya peserta dilakukanpre test dan post test untuk melakukan evaluasi hasil dari kegiatan ini. Jumlah peserta 20 orang remajaberusia 15-19 tahun. Hasil dari pelatihan ini adalah terjadi peningkatan yang signifikan motivasi remajadalam mencegah perilaku seks bebas yaitu sebelumnya hanya 1 orang (5%) dengan motivasi baik, 11 orang(55%) dengan motivasi sedang dan sebanyak 8 orang (40%) dengan motivasi kurang. Setelah dilakukanedukasi didapatkan hasil sebanyak 18 orang (90%) dengan motivasi baik dan hanya 2 orang 10%) denganmotivasi cukup sedangkan dengan hasil motivasi kurang tidak ditemukan. Pengetahuan dan informasitentang HIV/AIDS penting diberikan kepada remaja untuk mencegah perilaku seks bebas dan diharapkanpara remaja ini dapat memberikan informasi kepada teman sebaya lainnya tentang HIV/AIDS.Kata kunci: remaja, HIV/AIDS, motivasi, perilaku seks bebas Abstract[ADOLESCENTS REPRODUCTION HEALTH EDUCATION OF HIV/AIDS TO INCREASE THEIRMOTIVATION IN PREVENTING FREE SEX BEHAVIOR] Adolescents are a group who is vulnerable tosexual deviation and abuse, so they have the potential to have free sex if they are not well informed, andcan lead to diseases such as HIV/AIDS. This activity aims to increase knowledge of HIV/AIDS, and thedangers of free sex behavior so that it is expected to increase the motivation of adolescents in preventingthe behavior. Pre-test and Post-test were conducted to all the participants; 20 teenagers in their 15-19years old. The result showed there is significant increasing of their motivation in preventing the behaviorstated before. Only one person (5%) has good motivation, 11 people (55%) have moderate one, andremaining 8 people (40%) have low one before having education. After, 18 people (90%) have goodmotivation and only two people (10%) have adequate one. Besides, there is none who has less motivation.The knowledge and information of HIV/AIDS is really important given to the teenagers to prevent them inhaving free sex. Thus, this activity will encourage them to share with their friends about obtainedinformation such as the danger of HIV/AIDS.Keywords: Adolescents, HIV/AIDS, motivation, free sex behavior