Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penurunan Konsentrasi Dodecyl Benzene Sulfonate (DBS) Dari Limbah Deterjen Menggunakan Arang Ampas Kelapa Nur Aisyah, Fauziah; Darajat, Zakiyah; Sabara, Zakir; Syarif, Takdir
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 1 No. 1 (2016): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v1i1.783

Abstract

Dewasa ini pencemaran air mengalami peningkatan secara tajam seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Pencemaran air ini disebabkan berbagai hal, salah satunya akibat limbah deterjen. Deterjen yang banyak digunakan di Indonesia adalah jenis Dodecyl Benzene Sulfonate (DBS) yang sangat sulit terdegradasi secara biologis. Belakangan telah diketahui ampas kelapa memiliki kandungan polisakarida yaitu selulosa. Ampas kelapa memiliki struktur berpori dan kandungan kimia selulosa 16 %, mannan 26 %, dan galaktomanan 61 %. Selulosa dan galaktomanan merupakan polisakarida yang mengandung gugus –OH sehingga dapat digunakan sebagai adsorben. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tinggi dan ukuran adsorben terbaik pada kolom dalam menurunkan kandungan senyawa DBS yang terdapat dalam limbah deterjen. Penelitian dilakukan dengan memasukkan adsorben setinggi 10 cm ke dalam kolom kemudian dimasukkan limbah deterjen hingga adsorben terendam oleh cairan. Diambil beberapa sampel larutan deterjen tiap selang waktu 20 menit lalu dianalisa menggunakan spektrofotometer Uv-Vis untuk mengetahui konsentrasi DBS yang ada di dalam larutan. Prosedur ini dilakukan untuk variasi tinggi 20 cm, 30 cm, dan 40 cm, variasi ukuran -6/+10 mesh, -10/+20 mesh dan -20/+50 mesh. Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa pengolahan limbah deterjen menggunakan arang ampas kelapa dengan tinggi bed 40 cm terjadi penurunan konsentrasi cukup besar yaitu 27,6447 ppm; tinggi bed 30 cm=15,0789 ppm dan tinggi bed 20 cm = 12,8657 ppm, sehingga tinggi bed adsorben terbaik yaitu 40 cm. Untuk penurunan konsentrasi DBS dengan ukuran adsorben -6/+10 mesh = 21,4895 ppm; -10/+20 mesh= 24,2289 ppm dan -20/+50 mesh= 25,7 ppm, sehingga arang ampas kelapa yang terbaik yaitu ukuran -20/50 mesh.
Kinetic Analysis of Dodecylbenzene Sulfonate (DBS) Adsorption Using Coconut Residue Char Based on Pseudo-Order Models Darajat, Zakiyah; Septiani, Mimin; Nur Aisyah, Fauziah
Hayyan Journal Vol. 2 No. 2 (2025): June
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinetika adsorpsi Dodecylbenzene Sulfonate (DBS) menggunakan arang ampas kelapa sebagai adsorben berbasis limbah. Percobaan dilakukan dengan variasi waktu kontak untuk mengamati perubahan kapasitas adsorpsi terhadap waktu. Data hasil eksperimen dianalisis menggunakan model kinetika pseudo-orde satu (PFO) dan pseudo-orde dua (PSO). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas adsorpsi meningkat seiring bertambahnya waktu hingga mencapai kesetimbangan dengan nilai q_e eksperimen sebesar 0,0892 mg/g. Model PFO memberikan konstanta laju adsorpsi k_1 sebesar 0,0254 menit⁻¹ dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,9379, sedangkan model PSO menghasilkan konstanta laju k_2 sebesar 1,768 g mg⁻¹ menit⁻¹ dengan R² sebesar 0,9949. Nilai q_e teoritis dari model PSO (0,0906 mg/g) lebih mendekati nilai eksperimen dibandingkan model PFO (0,0536 mg/g). Hal ini menunjukkan bahwa kinetika adsorpsi DBS oleh arang ampas kelapa mengikuti model pseudo-orde dua, yang mengindikasikan bahwa proses adsorpsi dikendalikan oleh mekanisme kimisorpsi. Dengan demikian, arang ampas kelapa berpotensi digunakan sebagai adsorben alternatif yang murah dan ramah lingkungan untuk penyisihan surfaktan dalam air.