Mieske Mieske
Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PEMEROLEHAN BAHASA ANAK USIA 4 TAHUN (BIDANG SEMANTIK) Mieske Mieske
FRASA: Jurnal Keilmuan, Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 1 No. 2 (2020): FRASA: JURNAL KEILMUAN BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemerolehan bahasa anak usia 4 tahun (studi psikolinguistik). Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantatif, dengan pendekatan psikolinguistik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode simak dan metode capak. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis model interaktif Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas, dapat kemukakan bahwa 1. secara semantik sesuai dengan teori hipotesis fitur semantik yang didukung oleh teori hipotesis nurani Cahyani dapat dikategorikan dalam medan semantik. Penggategorian medan semantik ini didasari dengan kemampuan Cahyani untuk mengelompokkan dan mengkategorikan kata-kata berdasarkan pada makna yang melekat di dalamnya. 2. Walaupun sebagian besar Cahyani sudah mampu mengelompokkan berdasarkan pada jenisnya atau hierarkinya akan tetapi Cahyani belum mampu membedakan antara makna kata itik dan bebek. Kemungkinan besar gejala ini sesuai dengan teori hipotes nurari adalah gejala/fenomena lingkungan. 3. Ketidakmampuan Cahyani dalam membedakan kata ayah dan kata ayam tidak merujuk pada bagian semantik, permasalahan ini lebih mengarah kepada bidang fonologis bukan pada bidang semantik.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemerolehan bahasa anak usia 4 tahun (studi psikolinguistik). Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantatif, dengan pendekatan psikolinguistik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode simak dan metode capak. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis model interaktif Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas, dapat kemukakan bahwa 1. secara semantik sesuai dengan teori hipotesis fitur semantik yang didukung oleh teori hipotesis nurani Cahyani dapat dikategorikan dalam medan semantik. Penggategorian medan semantik ini didasari dengan kemampuan Cahyani untuk mengelompokkan dan mengkategorikan kata-kata berdasarkan pada makna yang melekat di dalamnya. 2. Walaupun sebagian besar Cahyani sudah mampu mengelompokkan berdasarkan pada jenisnya atau hierarkinya akan tetapi Cahyani belum mampu membedakan antara makna kata itik dan bebek. Kemungkinan besar gejala ini sesuai dengan teori hipotes nurari adalah gejala/fenomena lingkungan. 3. Ketidakmampuan Cahyani dalam membedakan kata ayah dan kata ayam tidak merujuk pada bagian semantik, permasalahan ini lebih mengarah kepada bidang fonologis bukan pada bidang semantik.