Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra dan Pengajarannya
Vol. 1 No. 2 (2020): FRASA: JURNAL KEILMUAN BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA

ANALISIS PEMEROLEHAN BAHASA ANAK USIA 4 TAHUN (BIDANG SEMANTIK)

Mieske Mieske (Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong)



Article Info

Publish Date
28 Aug 2020

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemerolehan bahasa anak usia 4 tahun (studi psikolinguistik). Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantatif, dengan pendekatan psikolinguistik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode simak dan metode capak. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis model interaktif Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas, dapat kemukakan bahwa 1. secara semantik sesuai dengan teori hipotesis fitur semantik yang didukung oleh teori hipotesis nurani Cahyani dapat dikategorikan dalam medan semantik. Penggategorian medan semantik ini didasari dengan kemampuan Cahyani untuk mengelompokkan dan mengkategorikan kata-kata berdasarkan pada makna yang melekat di dalamnya. 2. Walaupun sebagian besar Cahyani sudah mampu mengelompokkan berdasarkan pada jenisnya atau hierarkinya akan tetapi Cahyani belum mampu membedakan antara makna kata itik dan bebek. Kemungkinan besar gejala ini sesuai dengan teori hipotes nurari adalah gejala/fenomena lingkungan. 3. Ketidakmampuan Cahyani dalam membedakan kata ayah dan kata ayam tidak merujuk pada bagian semantik, permasalahan ini lebih mengarah kepada bidang fonologis bukan pada bidang semantik.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemerolehan bahasa anak usia 4 tahun (studi psikolinguistik). Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantatif, dengan pendekatan psikolinguistik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode simak dan metode capak. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis model interaktif Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas, dapat kemukakan bahwa 1. secara semantik sesuai dengan teori hipotesis fitur semantik yang didukung oleh teori hipotesis nurani Cahyani dapat dikategorikan dalam medan semantik. Penggategorian medan semantik ini didasari dengan kemampuan Cahyani untuk mengelompokkan dan mengkategorikan kata-kata berdasarkan pada makna yang melekat di dalamnya. 2. Walaupun sebagian besar Cahyani sudah mampu mengelompokkan berdasarkan pada jenisnya atau hierarkinya akan tetapi Cahyani belum mampu membedakan antara makna kata itik dan bebek. Kemungkinan besar gejala ini sesuai dengan teori hipotes nurari adalah gejala/fenomena lingkungan. 3. Ketidakmampuan Cahyani dalam membedakan kata ayah dan kata ayam tidak merujuk pada bagian semantik, permasalahan ini lebih mengarah kepada bidang fonologis bukan pada bidang semantik.

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

jurnalfrasa

Publisher

Subject

Education Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

The Frasa Journal contains articles and research results. The scope of the research includes learning and studying Indonesian Indonesian literature, both Indonesian as a first language, second language, and foreign language. The scope of research/articles that can be published in the Frasa Journal ...