Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENYULUHAN BEHAVIOR BASED SAFETY DAN ACCIDENT INVESTIGATION KEPADA SISWA-SISWI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Mega Mustikaningrum; Fiska Yohana Purwaningtyas; Dewi Zulia Syafitri; Muhammad Yanuar Setia Putra; Pradhipta Aditama
Jurnal Abdimas UNU Blitar Vol 5 No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1, Juli 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jppnu.v5i1.183

Abstract

Dalam rangka peningkatan kualitas pengetahuan mengenai keselamaatan kerja kepada siswasiswi sekolah mengenai kejuruan, tim pengabdian masyakarat teknik kimia Universitas Muhammadiyah Gresik menyelenggarakan penyuluhan dengan tema behavior based safety dan accident investigation. Kegiatan ini didasari dengan data yang diberikan oleh Badan Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Sosial (BPJS) menyajikan bahwa 80 % kecelakaan kerja yang terjadi di dunia industry diakibatkan oleh unsafe behavior dari pekerja. Sehingga, diharapkan siswa-siswi sekolah menengah kejuruan kemudian mendapatkan ilmu tambahan mengenai bagaimana mereka bekerja secara aman dan selamat sebagai bekal mereka bekerja di dunia industri khusunya berbasis industri kimia, karena dalam hal ini siswa-siswi kejuruan merupakan kandidat yang disiapkan untuk siap kerja berdasarkan kurikulum yang dibuat. Kegiatan ini juga dilakukan untuk mendukung program kerja pemerintah mengenai merdeka belajar bagi pelajar di Indonesia. Dimana pelajar mendapatkan bekal ilmu langsung dari praktisi perusahaan, sehingga ilmu yang didapatkan disesuaikan langsung dengan realita yang terjadi di lapangan. Kegiatan ini akan dilakukan pada bulan Mei 2023 dengan mengundang dua praktisi ahli K3. Kegiatan akan dilakukan dengan metode pemaparan materi dan forum group discussion tentang materi yang disampaikan oleh narasumber dengan jumlah peserta sebanyak 100 siswa.
Pengaruh metode maserasi dan sokhletasi terhadap ekstraksi antosianin dari bunga rosella (hibiscus sabdariffa l.) millah fitriyah; Oki Setiawan; Fiska Yohana Purwaningtyas
Jurnal Integrasi Proses dan Lingkungan Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Integrasi Proses dan Lingkungan Vol.3 No.1 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jipl.v3i1.11506

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode maserasi dan sokhletasi dalam proses ekstraksi senyawa antosianin yang berasal dari kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.). Antosianin merupakan komponen bioaktif yang berfungsi sebagai zat pewarna alami dan antioksidan, namun rentan mengalami degradasi akibat pengaruh suhu, pH, dan cahaya. Oleh karena itu, pemilihan teknik ekstraksi yang sesuai diperlukan agar diperoleh kandungan antosianin yang maksimal tanpa menyebabkan degradasi senyawa. Penelitian dilakukan menggunakan dua metode ekstraksi, yaitu maserasi dengan suhu operasi 30°C, 40°C, dan 50°C serta lama proses 24 hingga 120 jam, serta metode sokhletasi dengan durasi ekstraksi 8 jam. Etanol 96% digunakan sebagai pelarut dengan penambahan asam asetat sebesar 3% untuk mempertahankan kestabilan pH. Penentuan kadar total antosianin dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 500 nm dengan metode pH diferensial. Parameter yang dianalisis meliputi rendemen ekstrak dan konsentrasi antosianin untuk menentukan metode ekstraksi yang paling efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode sokhletasi menghasilkan rendemen tertinggi sebesar 23,394% dengan konsentrasi antosianin 83,184 mg/L. Pada metode maserasi, kondisi optimum dicapai pada suhu operasi 40°C dengan durasi ekstraksi 120 jam, menghasilkan konsentrasi antosianin tertinggi sebesar 86,225 mg/L, sedangkan suhu 50°C menyebabkan penurunan kadar antosianin akibat degradasi termal. Berdasarkan hasil tersebut, metode sokhletasi dinilai lebih efektif dari segi waktu dan rendemen, sementara maserasi pada suhu moderat dapat menjadi alternatif dengan waktu ekstraksi yang lebih lama.