Resti Ikhda Syamsiah
Faculty Of Health Sciences, Universitas Al Irsyad Cilacap

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Antara Lama Hemodialisis dengan Fungsi Kognitif Lansia yang Mengalami Gagal Ginjal Kronik : Relation Between Duration of Hemodialysis and Cognitive Function of The Elderly With Chronic Kidney Disease Heru Ginanjar Triyono; Resti Ikhda Syamsiah; Sugiarto
Jurnal Keperawatan Sumba (JKS) Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Keperawatan Sumba (JKS)
Publisher : Program Studi Keperawatan Waikabubak, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/jks.v1i2.1019

Abstract

Latar Belakang: Hemodialisis merupakan salah satu tindakan invasif yang rutin dilakukan pada pasien dengan gagal ginjal kronik di rumah sakit. Lama Hemodialisis akan menimbulkan perubahan perilaku khususnya tidak patuh pada program nutrisi maupun pola Diet, pada lansia yang mengalami gagal ginjal berdampak pada kualitas hidup, fungsi status mental maupun kognitif. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan lama hemodialisis  dengan fungsi kognitif lansia yang mengalami gagal ginjal kronik. Metode: Rancangan penelitian ini adalah cross sectional study dengan jumlah sampel 30 responden pada periode Mei-Juni 2022. Pengumpulan data dilakukan dengan melihat rekam medis dan kuesioner mengenai lama hemodialisis serta mengukur fungsi kognitif lansia pada penyakit gagal ginjal kronik dengan instrumen Mini Mental State Exam (MMSE). Analisis univariat dianalisis dengan distribusi frekuensi, data bivariat dianalisis dengan uji Kendal tau dengan nilai p=0,031(p<0,05) Kesimpulan: Ada hubungan antara lama hemodialisis dengan fungsi kognitif lansia yang mengalami gagal ginjal kronik.  
Hubungan Kecemasan dan Dukungan Keluarga dengan Kejadian Preeklampsia pada Ibu Hamil di Kelurahan Sidanegara Resti Ikhda Syamsiah; Laeli Farkhah; Khairunissa Khairunissa; Putri Maretyara Saptyani
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.44647

Abstract

Penyakit jantung koroner (PJK) masih merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Pada pasien PJK, pencegahan sekunder bertujuan mencegah infark miokardial dan kematian, serta mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup. Studi ini dilakukan untuk mengetahui proporsi pasien PJK yang memenuhi sasaran rekomendasi pencegahan sekunder PJK berdasarkan The 2012 Joint European Societies’ guidelines. Ini adalah penelitian survei potong lintang yang dilakukan di rumah sakit De Lasalle University Medical Centre di Filipina. Pasien berusia 18 tahun atau lebih dengan riwayat PJK lebih dari 6 bulan yang berkonsultasi di poliklinik kardiologi dan rawat inap sejumlah 209 orang diikutsertakan secara konsekutif dalam penelitian. Rata-rata usia 62.34 (SD±12.77) tahun dengan distribusi jenis kelamin hampir sama. Komorbiditas tersering adalah dislipidemia (88.5%). Empat dari 10 pasien memiliki riwayat merokok. Sepertiga dari pasien memiliki riwayat keluarga dengan penyakit kardiovaskular prematur. Faktor risiko PJK tersering adalah kolesterol HDL yang rendah (77.5%). Proporsi pasien PJK yang memenuhi sasaran pencegahan sekunder PJK adalah sebagai berikut: berhenti merokok (79,5%), tekanan darah <140/90mmHg (71,8%), total kolesterol <4.5 mmol/L (56%), IMT 18,5 – 24,9 (56%), Hba1c <7% pada pasien DM (41,6%), sasaran aktivitas fisik (31,1%), sasaran lingkar pinggang (28,2%), dan kolesterol LDL <1.8mmol/L (14,8%).