This Author published in this journals
All Journal Ebers Papyrus
Andri Wanananda
Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Studi Kasus Skabies Dengan Pendekatan Kedokteran Keluarga di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan J, Kecamatan Kembangan, Kotamadya Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta, 3 - 20 Februari 2012 Andri Wanananda; Ernawati Ernawati; Linda Kertanegara; Andruw Tantri S T; Muliyaman Muliyaman
Ebers Papyrus Vol. 20 No. 2 (2014): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skabies merupakan kasus yang banyak ditemukan di lingkungan yang padat dan kumuh, sangat mudah menular dari satu individu ke individu lainnya. Di wilayah kerja Pukesmas Kelurahan J, kasusnya cukup tinggi di mana pada tahun 2011 sudah terdapat 30 kasus. Penanganan kasus skabies tidak akan berhasil dengan penanganan yang hanya bersifat indi­ vidual, namun butuh pendekatan holistik dan komprehensif. Maka pendekatan kedokteran keluarga merupakan pendekatan yang tepat. Penulis melakukan studi kasus dengan menggunakan pendekatan kedokteran keluarga pada anak perempuan berusia 3 tahun 11 bulan dengan status gizi normal,merupakan anak keempat dari 5 bersaudara.Ia menderita skabies setelah tertular dari kakak keduanya dan juga sudah menularkan kepada ayah,ibu, kakak ketiga,adik dan salah satu anak tetangga yang merupakan ternan bermainnya. Faktor­ faktor yang menyebabkan ia menderita skabies berdasarkan Mandala of healthadalah per­ sonal behavior, psycho-socio-economic environment, physical environment, sick care sys­ tem,the human made environmentdan culture. Penatalaksanaan holistik komprehensifyang dilakukan dalam penyelesaian adalah dengan farmakoterapi,perbaikan kebersihan diri dan lingkungan dalam rumah secara serentak seperti membersihkan seluruh bagian rumah, menjemur semua kasur, merendam semua selimut,handuk,sprei,pakaian dan tirai dengan air panas. Memotivasi penggunaan handuk terpisah dan rutin menjemur kasur. Memotivasi orangtua pasien untuk segera membawa anggota keluarga yang punya keluhan sama, menganjurkan tetangga dan pimpinan sekolah/pesantren anaknya untuk mengobati secara tuntas dan perbaikan lingkungan supaya tidak terjadi penularan kasus scabies. Hasilnya ia, orangtuanya,kakak dan adiknya sembuh dari skabies.
Prof. Dr. dr. Azrul Azwar, MPH., PKK, FFM (Hon) Andri Wanananda
Ebers Papyrus Vol. 20 No. 2 (2014): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

STUDI KASUS SKIZOFRENIA DENGAN PENDEKATAN KEDOKTERAN KELUARGA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KELURAHAN MS KECAMATAN KEMBANGAN, KOTAMADYA JAKARTA BARAT PROVINSI DKI JAKARTA PERIODE 3 AGUSTUS 2013 - 28 AGUSTUS 2013 Ernawati Ernawati; Tri Mulyati; Andri Wanananda; Ronald Wilmar Antonius; Minarni Eka Dewi; Saputri Dwilistanti; Krisma Kristiana
Ebers Papyrus Vol. 20 No. 2 (2014): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus kejiwaan skizofrenia adalah bentuk gangguan mental berat yang mengenai sekitar 7 dari1.000 populasi dewasa,sebagian besar terjadi pada rentang usia 15-35 tahun. Walaupun insiden ini rendah,namun angka prevalensimeningkat karena penyakit ini termasuk kronis. Di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan MS terdapat 10 orang pasien mengalami skizofrenia dari sekitar 30.000 jumlah seluruh penduduk diwilayah tersebut. Penanganan kasus inimemerlukan dukungan yang besar dari keluarga dan lingkungan sekitar secara terus menerus,holistik dan komprehensif. Dengan melakukan pendekatan kedokteran keluarga,akan sangat membantu proses pengendalian kekambuhan pasien dan pengoptimalan terapi sehingga pasien dapat menjalankan fungsi kesehariannya secara optimal.  Studi kasus dilakukan pada Nn. N,usia 28 tahun,tidak bersekolah,tidak bekerja,tidak menikah,menderita skizofrenia sejak 10 tahun yang lalu saat ibunya meninggal dunia dengan status gizi overweightdan  sekarang pasien lebih sering meracau. Faktor-faktor yang menyebabkan Nn.N menderita skizofrenia dan sering kambuh berdasarkan Mandala of health adalah genetik/human biology, family, personal behaviour, psycho-socio-economic  environment  dan culture. Penatalaksanaan holistik komprehensifyang dilakukan dalam penyelesaian inidan hasilnya adalah dengan farmakoterapi, menjelaskan tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan skizofrenia, mengedukasi dan memotivasi keteraturan berobat pada pasien dan keluarga, menganjurkan pasien makan makanan dengan gizi seimbang,olahraga,memotivasi pasien untuk mengabaikan halusinasi visual dan auditoriknya, memotivasi keluarga untuk mendukung pasien dalam pengobatan maupun pengembangan kemampuan dalam bersosialisasi dan mengembangkan bakat dan berkonsultasi dengan dokter ahli jiwa secara teratur.  Hasilnya pasien sudah mau minum obat dan kakaknya sudah lebih fokus memantau pasien minum obat,halusinasi visual dan auditorik pasien sudah berkurang,pasien sudah mau mandi sendiri tetapi masih belum mau bersosialisasi dan kakak pasien belum membawa pasien ke dokter ahli jiwa. Terbukti bahwa penanganan di tingkat layanan primer dengan pendekatan kedokteran keluarga mampu memberikan hasil yang positif. Ini penting untuk diingatkan pada semua layanan tingkat primer menerapkan metode ini dalam penanganan kasus skizofrenia khususnya dan kasus-kasus kesehatan lain pada umumnya.
Upaya Peningkatan Pengetahuan lbu Hamil Mengenai Pentingnya Melakukan Antenatal Care di Desa Pagenjahan, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten Periode 2 Oktober-13 November 2014 Novendy Novendy; Andri Wanananda; Fransisca Pekerti; Alexandro Ivan Cahyadi; Cellen Rei Setiawan
Ebers Papyrus Vol. 20 No. 2 (2014): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antenatal care (ANC) adalah upaya preventif program pelayanan kesehatan obstetri untuk mengoptimalkan kesehatan ibu hamil dan bayi melalui serangkaian kegiatan pemantauan rutin selama kehamilan.Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menyatakan ditahun 2012 terdapat 12 kasus kematian ibu hamil dan meningkat menjadi46 kasus di tahun 2013. Pada tahun 2014 hingga bulan September, tercatat 9 kasus kematian ibu hamil. Terdapat 1.289 ibu hamil selama bulan Januari-Agustus 2014 dan hanya 812 orang (62,99%)  yang melakukan kunjungan 1(K1) ke tenaga kesehatan. Melihat masih kurangnya kunjungan ANC dan tingginya kejadian kasus kematian ibu hamil,mendorong untuk dilakukan suatu upaya untuk meningkatkan partisipasiibu hamil dalam melakukan ANC. Disain yang digunakan adalah quasiekperimental dan sampel dikumpulkan secara purposive non random samplingdengan pendekatan metode diagnosis komunitas. Paradigma BLUM dan diagram fishbonedigunakan untuk mencarimasalah penyebab dan penentuan prioritas masalah dengan metode non scoring Delbecq. Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Setelah diketahuimasalah penyebab utamanya adalah kurangnya pengetahuan mengenai pentingnya ANC, maka dilakukan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan tersebut dan diukur melalui pre dan post test. Sebanyak 20 orang ibu hamil berpartisipasi dalam kegiatan ini.Hasil intervensi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil sebesar 45%. Berdasarkan ujistatistik dengan paired t-testdidapatkan p-valuesebesar 0,019 dengan mean difference-nya adalah 22,00. Monitoring dilakukan secara rutin dengan menggunakan Plan-Do-Check-Act{PDCA) cydeuntuk menjaga agar program intervensidapat berjalan dengan baik dan berkesinambungan. Dapat disimpulkan bahwa hasil intervensi yang sudah dilakukan dapat meningkat pengetahuan ibu hamilmengenaipentingnya melakukan ANC selama kehamilan.
Dr. H. Samsi Jaccobalis, DSB. Andri Wanananda
Ebers Papyrus Vol. 20 No. 1 (2014): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Endang Rahayu Sedyaningsih Andri Wanananda
Ebers Papyrus Vol. 19 No. 2 (2013): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prof. Dr. Teuku Jacob Andri Wanananda
Ebers Papyrus Vol. 19 No. 1 (2013): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sir Frederick Gowland Hopkins Andri Wanananda
Ebers Papyrus Vol. 15 No. 1 (2009): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adolph Kussmaul Andri Wanananda
Ebers Papyrus Vol. 15 No. 2 (2009): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Roger Wolcott Sperry Andri Wanananda
Ebers Papyrus Vol. 15 No. 3 (2009): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract