Novendy Novendy
Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Upaya Peningkatan Pengetahuan lbu Hamil Mengenai Pentingnya Melakukan Antenatal Care di Desa Pagenjahan, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten Periode 2 Oktober-13 November 2014 Novendy Novendy; Andri Wanananda; Fransisca Pekerti; Alexandro Ivan Cahyadi; Cellen Rei Setiawan
Ebers Papyrus Vol. 20 No. 2 (2014): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antenatal care (ANC) adalah upaya preventif program pelayanan kesehatan obstetri untuk mengoptimalkan kesehatan ibu hamil dan bayi melalui serangkaian kegiatan pemantauan rutin selama kehamilan.Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menyatakan ditahun 2012 terdapat 12 kasus kematian ibu hamil dan meningkat menjadi46 kasus di tahun 2013. Pada tahun 2014 hingga bulan September, tercatat 9 kasus kematian ibu hamil. Terdapat 1.289 ibu hamil selama bulan Januari-Agustus 2014 dan hanya 812 orang (62,99%)  yang melakukan kunjungan 1(K1) ke tenaga kesehatan. Melihat masih kurangnya kunjungan ANC dan tingginya kejadian kasus kematian ibu hamil,mendorong untuk dilakukan suatu upaya untuk meningkatkan partisipasiibu hamil dalam melakukan ANC. Disain yang digunakan adalah quasiekperimental dan sampel dikumpulkan secara purposive non random samplingdengan pendekatan metode diagnosis komunitas. Paradigma BLUM dan diagram fishbonedigunakan untuk mencarimasalah penyebab dan penentuan prioritas masalah dengan metode non scoring Delbecq. Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Setelah diketahuimasalah penyebab utamanya adalah kurangnya pengetahuan mengenai pentingnya ANC, maka dilakukan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan tersebut dan diukur melalui pre dan post test. Sebanyak 20 orang ibu hamil berpartisipasi dalam kegiatan ini.Hasil intervensi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil sebesar 45%. Berdasarkan ujistatistik dengan paired t-testdidapatkan p-valuesebesar 0,019 dengan mean difference-nya adalah 22,00. Monitoring dilakukan secara rutin dengan menggunakan Plan-Do-Check-Act{PDCA) cydeuntuk menjaga agar program intervensidapat berjalan dengan baik dan berkesinambungan. Dapat disimpulkan bahwa hasil intervensi yang sudah dilakukan dapat meningkat pengetahuan ibu hamilmengenaipentingnya melakukan ANC selama kehamilan.
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA, BESARAN UPAH DENGAN STRES KERJA PADA KARYAWAN PT. X Nasyidatul Ulya; Novendy Novendy
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.22737

Abstract

Dalam dunia kerja tentu banyak berbagai aspek yang dapat menimbulkan stres kerja. Stres dapat menyebabkan seseorang menjadi tidak produktif dalam pekerjaannya. Stres kerja pada karyawan dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, beban kerja yang terlalu berat, upah kerja, kondisi kesehatan, dan faktor individu lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban.kerja,.besaran.upah.dengan.stres.kerja.pada.karyawan di PT. X. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian sebanyak 200 karyawan pengelolaan limbah. Pengambilan data besaran upah dikumpulkan dengan wawancara, sedangkan penilaian stres kerja diperoleh menggunakan kuesioner dari Health and Safety Executive dan pengambilan data untuk kategori beban kerja didapatkan dengan cara menghitung rumus persentase beban kardiovaskuler. Pengolahan data menggunakan aplikasi SPSS (Statistical Program for Social Science) untuk mengetahui hubungan antar variabel dengan menggunakan analitik statistik dengan uji chi-square. Hasil penelitian ini yaitu responden paling banyak berusia 26-45 tahun (54,5%) dan lebih banyak karyawan yang berjenis kelamin laki-laki 168 orang (84%), karyawan yang sudah menikah sejumlah 161 orang (80,5%) dan karyawan yang bekerja <5 tahun sebanyak 101 orang (50,5%). Sebanyak 150 orang (75%) yang tidak menerima upah sesuai dengan UMK kota Karawang. Sedangkan dalam hal beban kerja, sebanyak 107 orang (53,5%) karyawan diperlukan perbaikan. Hasil dari stres kerja para karyawan banyak mengalami stres kerja sedang yaitu sebanyak 127 orang (63,5%). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara beban kerja dengan stres kerja (p = 0,02), dan tidak terdapat hubungan antara upah dengan stres kerja (p = 0.103).