Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Perbandingan Nilai Pengetahuan Sebelum dan Sesudah Penyuluhan Ispa di Puskesmas Cikupa Tahun 2022 Theresia Fitriyana Dwi Kristianti; Citra Setyorini; Giovanno Sebastian Yogie; Clement Drew
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): Maret : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v3i1.1372

Abstract

Upper respiratory tract infection (URTI) is an irritation and swelling of the upper respiratory tract associated with cough and no proof of lower respiratory tract disease. According to RISKESDAS in 2018, the prevalence of URTI in Indonesia is 4,4%. Banten is eighth highest province with URTI in Indonesia. Tangerang is second highest regency with URTI in Banten. Poor knowledge of URTI is a risk factor of URTI. Method: The study is an analytic study with quasi experimental design in which health education were performed and respondent knowledge are compared before and after and further analyzed with paired t-test analysis. Result: of the 31 respondence, 27 (87,1%) is female, 15 (48,4%) is senior high school graduate, and 15 (48,4%) is housewife. The average score of pre-test is 62,16 and the average score of post-test is 90,69. There is a significant difference between pretest and post-test score (p <0,001). Conclusion: There is a significant difference between before and after health education.
Perbandingan Nilai Pengetahuan Sebelum dan Sesudah Penyuluhan Ispa di Puskesmas Cikupa Tahun 2022 Theresia Fitriyana Dwi Kristianti; Citra Setyorini; Giovanno Sebastian Yogie; Clement Drew
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): Maret : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v3i1.1372

Abstract

Upper respiratory tract infection (URTI) is an irritation and swelling of the upper respiratory tract associated with cough and no proof of lower respiratory tract disease. According to RISKESDAS in 2018, the prevalence of URTI in Indonesia is 4,4%. Banten is eighth highest province with URTI in Indonesia. Tangerang is second highest regency with URTI in Banten. Poor knowledge of URTI is a risk factor of URTI. Method: The study is an analytic study with quasi experimental design in which health education were performed and respondent knowledge are compared before and after and further analyzed with paired t-test analysis. Result: of the 31 respondence, 27 (87,1%) is female, 15 (48,4%) is senior high school graduate, and 15 (48,4%) is housewife. The average score of pre-test is 62,16 and the average score of post-test is 90,69. There is a significant difference between pretest and post-test score (p <0,001). Conclusion: There is a significant difference between before and after health education.
PERAN SLEEP HYGIENE TERHADAP KEJADIAN AKNE VULGARIS PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA Brenda Putri Yovitasari; Clement Drew
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 2 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/nb8hvx69

Abstract

Akne vulgaris merupakan kelainan kulit yang umum pada remaja hingga dewasa muda. Kondisi ini bersifat multifaktorial, dipengaruhi faktor genetik, hormonal, diet, stres, serta kebiasaan gaya hidup. Salah satu aspek gaya hidup yang diduga berperan adalah sleep hygiene, yaitu kualitas dan kebiasaan tidur. Namun, studi yang mengkaji hubungan sleep hygiene dengan akne vulgaris masih terbatas. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sleep hygiene terhadap akne vulgaris pada mahasiswa kedokteran. Penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang, melibatkan 179 mahasiswa kedokteran. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Sleep Hygiene Index yang dimodifikasi dan pertanyaan mengenai karakteristik akne. Analisis dilakukan dengan uji chi-square dan perhitungan prevalence rate ratio (PRR). Sebanyak 4,5% responden memiliki sleep hygiene buruk. Sebagian besar mengalami komedo (80,4%), akne meradang (37,4%), nyeri akne (32,4%), serta durasi akne > 2 minggu (25,1%). Ditemukan hubungan signifikan antara sleep hygiene dengan nyeri akne (p < 0,05) dan durasi > 2 minggu (p < 0,05), namun tidak signifikan terhadap kejadian akne dan komedo (p > 0,05). Analisis PRR menunjukkan bahwa responden dengan sleep hygiene buruk memiliki risiko 1,824 kali lebih tinggi mengalami akne dibandingkan responden dengan sleep hygiene baik. Sleep hygiene berkorelasi dengan tingkat keparahan akne vulgaris, terutama terhadap nyeri dan durasi lesi, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah atau jenis lesi.
Perilaku Merokok dan Pengaruhnya Terhadap Tekanan Darah pada Mahasiswa/I Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2022/2023 Kamala Feodora Tirta; Clement Drew
Bahasa Indonesia Vol 25 No 1 (2026): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v25i1.6829

Abstract

Pendahuluan: Perilaku merokok merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat dengan dampak kesehatan yang signifikan. Perilaku ini tidak hanya berhubungan dengan faktor sosial dan budaya, tetapi juga dengan aspek psikologis dan fisiologis. Salah satu dampak fisiologis dari merokok adalah pengaruhnya terhadap tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perilaku merokok di kalangan remaja khususnya pada mahasiswa/i Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2022 dan 2023 dan pengaruhnya terhadap perubahan tekanan darah. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain potong lintang yang meneliti hubungan antara kebiasaan merokok dengan tekanan darah. Variabel yang diteliti adalah tekanan darah, perilaku merokok, jenis kelamin, dan riwayat keluarga. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan pengukuran tekanan darah menggunakan sphygmomanometer otomatis yang terkalibrasi. Data dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil: Dalam studi terdapat 148 responden, namun tidak ditemukan hubungan yang signifikan secara statistik antara kebiasaan merokok dengan tekanan darah sistolik maupun diastolik responden (nilai p tekanan darah sistolik = 0,126 dan nilai p tekanan darah diastolik = 0,630). Simpulan: Tidak ditemukan korelasi yang signifikan secara statistik antara perilaku merokok dengan tekanan darah sistolik maupun diastolik pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara tahun 2022 dan 2023.