Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Masalah Anemia dan Rendahnya Konsumsi Sumber Heme pada Remaja Putri Arwiyantasari, Wida Rahma; Hardika, Mufida Dian; Sundari, Sundari
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 14, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik14402

Abstract

Anemia is very risky for adolescent girls because the need for iron at this age increases due to growth, menstruation, and dietary behavior which often violates nutritional rules. So research was needed that aimed to determine the incidence of anemia and eating habits, especially consumption of heme sources in adolescent girls. This research was a descriptive study involving 80 class XII students of SMAN 1 Nglames, Madiun Regency, who were selected using the simple random sampling method. Data regarding the incidence of anemia was obtained through direct hemoglobin examination, while data regarding consumption habits of heme sources was obtained through filling out a questionnaire. The research results showed that daily consumption of non-heme sources was higher than consumption of heme food sources. Meanwhile, 29 out of 80 adolescent girls (36.25%) experienced anemia. It was concluded that the incidence of anemia in adolescent girls at SMAN 1 Nglames, Madiun was still high, and their behavior in consuming heme sources was still lacking.Keywords: adolescent girls; anemia; consumption; heme ABSTRAK Anemia sangat beresiko bagi remaja putri karena kebutuhan zat besi pada usia ini meningkat akibat pertumbuhan, menstruasi, juga perilaku diet yang sering melanggar aturan gizi. Maka diperlukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui kejadian anemian dan kebiasaan makan, khususnya konsumsi sumber heme pada remaja putri. Penelitian ini merupakan studi deskriptif yang melibatkan 80 siswa kelas XII SMAN 1 Nglames Kabupaten Madiun, yang dipilih dengan metode simple random sampling. Data tentang kejadian anemia diperoleh melalui pemeriksaan hemoglobin secara langsung, sedangkan data tentang kebiasan konsumsi sumber heme diperoleh melalui pengisian kuesioner. Hasil penelitian meunjukkan bahwa konsumsi harian sumber non heme lebih tinggi dibandingkan konsumsi sumber makanan heme. Sementara itu, 29 dari  80 remaja putri (36,25%) mengalami anemia. Disimpulkan bahwa kejadian anemia pada remaja putri di SMAN 1 Nglames, Madiun masih tinggi, dan perilaku mereka untuk mengonsumsi sumber heme masih kurangKata kunci: remaja putri; anemia; konsumsi; heme
Urgensi untuk Membangun Sikap Positif Ibu Nifas dalam Pemberian Kolostrum pada Bayi Baru Lahir Sari, Rury Narulita; Hardika, Mufida Dian; Sundari, Sundari; Ulfa, Maria
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 13, No 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik13303

Abstract

Colostrum, the first breast milk that comes out, contains immune substances and has high nutritional value, but there are still postpartum mothers who do not have a positive attitude towards the use of colostrum. So research was needed that aimed to describe the characteristics of postpartum mothers' attitudes regarding giving colostrum to newborn babies. Researchers used descriptive research, involving 32 postpartum mothers at the Independent Practice of Midwife Ny. Sudarsih, Winongo, Madiun. Data regarding the attitudes of postpartum mothers was obtained using an instrument in the form of a questionnaire which was also equipped with questions about the characteristics of the respondents. The data that had been collected was then analyzed using descriptive statistical methods in the form of frequency and percentage diagrams and tables. From the results of the analysis, it was found that the largest age group was 20-35 years (68.75%), the largest parity group was 2 or more children (53.12%), the most education was secondary level (46.88%), the largest occupation was as a housewife (56.25%). Meanwhile, the distribution of attitudes is positive = 65.62%, neutral = 12.5% and negative attitudes = 21.88%. Furthermore, it could be interpreted that there are still many postpartum mothers who did not have a positive attitude towards the use of colostrum, namely 3438%. It was concluded that the attitude of postpartum mothers regarding the use of colostrum still needs to be developed.Keywords: colostrum; postpartum; attitude ABSTRAK Kolostrum sebagai air susu ibu yang keluar pertama kali mengandung zat kekebalan serta bernilai gizi tinggi, namun masih ada ibu nifas yang belum bersikap positif terhadap pemanfaatan kolostrum. Maka diperlukan penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik sikap ibu nifas tentang pemberian kolostrum pada bayi baru lahir. Peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif, yang melibatkan 32 ibu nifas di Praktik Mandiri Bidan Ny. Sudarsih, Winongo, Madiun. Data tentang sikap ibu nifas diperoleh dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner yang juga dilengkapi dengan pertanyaan tentang karakteristik responden. Data yang telah dikumpulkan selanjutnya dianalisis menggunakan metode statistika deskriptif berupa diagram dan tabel frekuensi dan persentase. Dari hasil analisis didapatkan bahwa kelompok umur terbanyak adalah 20-35 tahun (68,75%), kelompok paritas terbanyak adalah 2 anak atau lebih (53,12%), pendidikan terbanyak adalah level menengah (46,88%), pekerjaan terbanyak adalah sebagai ibu rumah tangga (56,25%). Sementara itu, distribusi sikap adalah positif = 65,62%, netral = 12,5% dan sikap negatif = 21,88%. Selanjutnya dapat diinterpretasikan bahwa masih banyak ibu nifas yang belum bersikap positif terhadap pemanfaatan kolostrum yaitu 3438%. Disimpulkan bahwa sikap ibu nifas tentang pemanfaatan kolostrum masih perlu dibangun.Kata kunci: kolostrum; nifas; sikap
Perilaku Positif Bidan dalam Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini di Puskesmas Bangunsari, Madiun Hardika, Mufida Dian; Sari, Rury Narulita; Ardhianingtyas, Nisa Ardhianingtyas; Susilo, Hayun Manudyaning
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 15, No 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik15105

Abstract

The early breastfeeding initiation program is one of the efforts to reduce the risk of infant death. The behavior of midwives related to the above program is very necessary as support. Therefore, research was needed which aimed to determine the behavior of midwives in implementing IMD at the Bangunsari Community Health Center, Madiun in terms of knowledge, attitudes and practice. Researchers implemented a descriptive study involving all midwives (25 people) who had been trained in early breastfeeding initiation. The variables studied were the behavior of midwives in implementing early breastfeeding initiation, including knowledge, attitudes and practices. To measure knowledge and attitudes, a closed and structured questionnaire was used, while to measure the practice of early initiation of breastfeeding, observations were made when midwives assisted in childbirth. Next, the measurement results were analyzed descriptively in the form of frequencies and proportions. The results of the analysis showed that the largest proportion of knowledge level was very good (68%); the largest proportion of attitudes was positive (76%); while the largest proportion of early breastfeeding initiation practices was good (44%). Thus, it could be concluded that the midwives at the Bangunsari Community Health Center, Madiun have behaved positively or supported the early breastfeeding initiation program.Keywords: early initiation of breastfeeding; midwife; knowledge; attitude, practice ABSTRAK Program inisiasi menyusui dini merupakan salah satu upaya dalam rangka mengurangi resiko terjadinya kematian pada bayi. Perilaku bidan terkait dengan program di atas sangat diperlukan sebagai pendukung. Oleh karena itu, diperlukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui perilaku bidan dalam pelaksanaan IMD di Puskesmas Bangunsari, Madiun dalam aspek pengetahuan, sikap maupun praktik. Peneliti menerapkan studi deskriptif yang melibatkan seluruh bidan (25 orang) yang sudah dilatih tentang inisiasi menyusu dini. Variabel yang diteliti adalah perilaku bidan dalam pelaksanaan inisiasi menyusu dini, meliputi pengetahuan, sikap dan praktik. Untuk mengukur pengetahuan dan sikap digunakan kuesioner tertutup dan terstruktur, sedangkan untuk mengukur praktik inisiasi menyusu dini dilakukan observasi pada saat bidan menolong persalinan. Selanjutnya hasil pengukuran dianalisis secara deskriptif berupa frekuensi dan proporsi. Hasil analisis menunjukkan bahwa proporsi tingkat pengetahuan terbesar adalah sangat baik (68%); proporsi terbesar untuk sikap adalah positif sebanyak (76%); sedangkan proporsi terbesar untuk praktik inisiasi menyusu dini adalah baik (44%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa bidan di Puskesmas Bangunsari, Madiun telah berperilaku positif atau mendukung program inisiasi menyusu dini.Kata kunci: inisasi menyusu dini; bidan; pengetahuan; sikap, praktik
Sikap Ibu Hamil Sebagai Determinan Perilaku Seksual selama Masa Kehamilan Sundari, Sundari; Hardika, Mufida Dian; Sari, Rury Narulita; Triwahyuningsih, Ria Yulianti
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 14, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik14403

Abstract

Pregnancy is not an obstacle to sexual intercourse. Many studies show that sex during pregnancy is not dangerous and does not cause premature birth. If pregnancy occurs naturally, safe sexual relations can be carried out from the time of conception of the fetus until the beginning of labor. This study aimed to determine the relationship between maternal sexual attitudes and behavior during pregnancy. This research design was cross-sectional. The respondents involved were 34 pregnant women who were chosen randomly. Data about sexual attitudes and behavior was collected through filling out questionnaires. Next, the data was analyzed using the Spearman correlation test. The results of the analysis showed that the proportion of positive attitudes was relatively small, while the majority of pregnant women had never had sexual intercourse during pregnancy. The results of the hypothesis test showed a p value <0.05, which means that there was a correlation between being prepared and the sexual behavior of pregnant women. Thus, it could be concluded that the attitude of pregnant women is a determinant of sexual behavior during pregnancy.Keywords: pregnancy period; sexual behavior; attitude ABSTRAK Kehamilan bukanlah halangan untuk melakukan hubungan seksual. Banyak penelitian menunjukkan bahwa seks saat kehamilan tidak berbahaya dan tidak menyebabkan kelahiran prematur. Jika kehamilan terjadi secara alamiah, hubungan seksual yang aman bisa dilakukan sejak masa konsepsi janin hingga awal persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sikap dan perilaku seksual ibu pada masa kehamilan. Rancangan penelitian ini adalah cross-sectional. Responden yang terlibat adalah 34 ibu hamil yang dipilih secara random. Data tentang sikap dan perilaku seksual dikumpulkan melalui pengisian kuesioner. Selanjutnya data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil analisis menunjukkan bahwa proporsi sikap positif relatif kecil, sementara itu mayoritas ibu hamil tidak pernah melakukan hubungan seksual selama kehamilan. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai p <0,05 yang berarti bahwa ada korelasi antara siakp dengan perilaku sekusal ibu hamil. Dengangan demikian bisa disimpulkan bahwa sikap ibu hamil merupakan determinan bagi perilaku seksual selama masa kehamilan.Kata kunci: masa kehamilan; perilaku seksual; sikap
Hubungan Paritas Ibu Bersalin dengan Kejadian Perdarahan Postpartum Ardhianingtyas, Nisa; Sari, Rury Narulita; Hardika, Mufida Dian
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 14, No 1 (2024): Januari-Maret 2024
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik14105

Abstract

One of the main causes of maternal mortality in Indonesia is postpartum hemorrhage, which is thought to be related to the parity status of the mother at the time of delivery. According to a preliminary survey at the Siti Aisiyah General Hospital, Madiun City, which was conducted in May 2020, in 2020 there were 1036 deliveries and 47 of them experienced post-natal bleeding. Around 332 births occurred from January to April 2021, and 18 of them experienced postpartum hemorrhage. This shows that the number of mothers who experience postpartum hemorrhage continues to increase from year to year. So research is needed with the aim of analyzing the correlation between the parity status of mothers giving birth and the incidence of postpartum hemorrhage that occurs at the Siti Aisiyah General Hospital, Madiun City. This study implemented a cross-sectional design. Simple random sampling was used as a technique to select sample members, resulting in a sample size of 68 mothers giving birth from a population of 83 people. Data regarding parity status and the incidence of postpartum hemorrhage were obtained from medical record documents and maternal registration books. After the data was collected, tabulation was then carried out, and continued with descriptive analysis and hypothesis testing using the Spearman correlation test. The results of the study showed that 13.2% of mothers experienced postpartum bleeding. Meanwhile, the p-value from the hypothesis test was 0.006, so it was interpreted that there was a correlation between maternal parity status and the amount of postpartum bleeding. Thus, it could be concluded that parity status is a determinant of the incidence of postpartum hemorrhage at the Siti Aisiyah General Hospital, Madiun CityKeywords: parity; maternity mothers; postpartum bleeding ABSTRAK Salah satu penyebab utama kematian ibu bersalin di Indonesia adalah terjadinya perdarahan pasca persalinan, yang diduga berkaitan dengan status paritas ibu saat bersalin. Menurut survei awal di Rumah Sakit Umum Siti Aisiyah Kota Madiun yang dilakukan pada bulan Mei 2020, pada tahun 2020 terdapat 1036 persalinan dan 47 orang di antara mereka mengalami perdarahan pasca persalinan. Sekitar 332 persalinan yang terjadi mulai Januari hingga April 2021, dan 18 orang di antara mereka mengalami perdarahan pasca persalinan. Ini menunjukkan bahwa jumlah ibu yang mengalami perdarahan pasca persalinan terus meningkat dari tahun ke tahun. Maka diperlukan penelitian dengan tujuan untuk menganalisis korelasi antara status paritas ibu bersalin dengan kejadian perdarahan pasca persalinan yang terjadi di Rumah Sakit Umum Siti Aisiyah Kota Madiun. Penelitian ini menerapkan rancangan cross-sectional. Simple random sampling digunakan sebagai teknik untuk memilih anggota sampel, sehingga didapatkan ukuran sampel yaitu 68 ibu bersalin dari populasi dengan ukuran 83 orang. Data tentang status paritas dan kejadian perdarahan pasca persalinan didapatkan dari dokumen rekam medis dan buku register ibu bersalin. Setelah data terkumpul, selanjutnya dilakukan tabulasi, dan dilanjutkan dengan analisis secara deskriptif dan pengujian hipotesis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan 13,2% dari ibu bersalin mengalami perdarahan pasca persalinan. Sementara itu, nilai p dari uji hipotesis adalah 0,006, sehingga diinterpretasikan bahwa ada korelasi antara status paritas ibu dengan jumlah perdarahan pasca persalinan. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa status paritas merupakan determinan kejadian perdarahan pasca persalinan di Rumah Sakit Umum Siti Aisiyah Kota MadiunKata kunci: paritas; ibu bersalin; perdarahan pasca persalinan
Edukasi Dan Pendampingan Ibu Bersalin Kala I Dalam Melakukan Gerakan Birthingball Mufida Dian Hardika; Sundari; Elita Chobi Batul Uma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i1.1563

Abstract

Persalinan normal merupakan proses alamiah yang terjadi pada ibu hamil cukup bulan (aterm). Kala I persalinan merupakan fase pembukaan serviks yang berjalan selama 12 jam pada primipara dan 8 jam pada multipara. Birthingball merupakan salah satu latihan fisik yang mampu mempercepat proses penurunan kepala bayi sehingga mempercepat pembukaan serviks pada ibu bersalin kala I. Tujuan pengabdian kepada masyarakat oleh dosen ini adalah memberikan edukasi dan pendampingan dalam melakukan gerakan birthingball agar persalinan dapat berjalan dengan normal pada 10 ibu bersalin kala I di PMB Atika, Amd Keb, Kabupaten Madiun. Target capaian dari pengabdian masyarakat ini adalah adanya peningkatan pengetahuan ibu dan kemajuan persalinan berjalan normal.
Sikap dan Pola Asuh Orang Tua terhadap Perkembangan Anak Usia Toddler Eny Pemilu Kusparlina; Muwakhidah Muwakhidah; Mufida Dian Hardika; Eddy Wasito
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15nk104

Abstract

Parents are the first personal guidance in a child's life. The personality, attitudes and way of life of parents are indirect elements of education, which will naturally enter into the personality of the growing child. Sometimes parents forget their obligation to monitor their child's development because they are busy with their own work. Materials are often the reason why parents often work and leave their children at home. The aim of this research was to analyze the influence of parenting patterns and parental attitudes on the development of toddler-aged children. This research implemented a cross-sectional design, which was conducted in Manisrejo Village, Taman District, Madiun City. This study involved 60 parents with toddler-aged children, who were selected using a simple random sampling technique. Data about parenting patterns, attitudes and development of toddler-aged children was taken through filling out questionnaires. Data were analyzed using Chi-square test. The results of the analysis show that the p value for each factor is parenting style = 0.000 and parental attitude = 0.000. Furthermore, it was concluded that parenting patterns and parental attitudes influence the development of toddler-aged children.Keywords: toddler; development; attitude; parenting ABSTRAK Orang tua adalah pembinaan pribadi yang pertama dalam kehidupan anak. Kepribadian, sikap dan cara hidup orang tua merupakan unsur-unsur pendidikan yang tidak langsung, yang dengan sendirinya akan masuk ke dalam pribadi anak yang sedang tumbuh. Terkadang orang tua lupa akan kewajibannya dalam mengawasi perkembangan anak karena sibuk dengan pekerjaannya sendiri. Materi sering menjadi alasan betapa seringnya orang tua bekerja dan meninggalkan anaknya di rumah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pola asuh dan sikap orang tua terhadap perkembangan anak usia toddler. Penelitian ini menerapkan rancangan cross-sectional, yang dilakukan di Desa Manisrejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun. Studi ini  melibatkan 60 orang tua yang mempunyai anak usia toddler, yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Data tentang pola asuh, sikap dan perkembangan anak usia toddler diambil melalui pengisian kuesioner. Data dianalisis dengan uji Chi-square. Hasil analisis menunjukkan nilai p untuk masing-masing faktor adalah pola asuh orang tua = 0,000 dan sikap orang tua = 0,000. Selanjutnya disimpulkan bahwa pola asuh dan sikap orang tua berpengaruh terhadap perkembangan anak usia toddler.Kata kunci: toddler; perkembangan; sikap; pola asuh
The Effectiveness Of Birthing Ball Therapy On The Duration Of The First Stage Of Labor And The Intensity Of Labor Pain In Primigravid Mothers Giving Births Lilis Suryani; Mufida Dian Hardika
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2020): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v9i2.404

Abstract

This type of research is an observational analytic study with a cross-sectional design. The sampling technique used Simple Random Sampling. The sample size was 40 mothers with the division of 20 mothers used birthing ball therapy and 20 mothers did not use birthing ball therapy. Data collection tools were observation sheets. Data analysis was performed using Chi-Square and Multiple Logistic Regression analysis. There was a positive effect of using the Birth Ball with the duration of the first stage of labor of (OR = 5.19; CI = 95%; 1.06 to 25.4; p = 0.042), the use of the Birth Ball with the intensity of labor pain of (OR = 7.57; CI = 95%; 1.53 to 37.3; p = 0.013) and it was statistically significant. The use of a birthball has been shown to be effective in shortening the first stage of labor and reducing the intensity of pain
Pemberdayaan Ibu Hamil Melalui Pendidikan Kesehatan Untuk Mencegah Komplikasi Kehamilan Wida Rahma Arwiyantasari; Rury Narulita Sari; Nisa Ardhianingtyas; Mufida Dian Hardika; Elita Chobibatul Uma; Kiky Anggun Sanjaya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 6 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i6.1704

Abstract

Kekurangan zat besi, bersama dengan penyakit malaria dan cacing tambang, adalah penyebab utama anemia selama kehamilan. kekurangan mikronutrien seperti asam folat, vitamin A, dan vitamin B12 Selama bertahun-tahun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah merekomendasikan pemberian suplemen zat besi kepada ibu hamil, khususnya di negara berpenghasilan tinggi dan rendah. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil melalui kegiatan penapisan (skrining), yang mencakup pemeriksaan kehamilan, pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb), dan pemeriksaan kadar protein dan glukosa dalam urine, serta pendidikan kesehatan tentang anemia dan kekurangan energi kalori (KEK). Program ini telah dilaksanakan bekerja sama dengan PMB Atika Kabupaten Madiun, yang juga akan melibatkan bidan PMB. Pelaksanaan diikuti oleh 5 peserta ibu hamil, diawali dengan kegiatan pre test, pemeriksaan kehamilan dan laboratorium kemudian penyuluhan dan konseling. Dengan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh dosen Kebidanan Universitas Muhammadiyah Madiun beserta mahasiswa, diharapkan dapat membantu program pemerintah dalam pelaksanaan program kesehatan, terutama  meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang cara mencegah kehamilan.
Edukasi Pencegahan Kanker Serviks Dengan Deteksi Dini IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) Mufida Dian Hardika; Nisa Ardhianingtyas; Sundari; Wida Rahma Arwiyantasari; Fara Frameswari; Elita Chobi Batul Uma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 7 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i7.1724

Abstract

Kanker serviks masih menjadi salah satu penyebab utama kematian pada perempuan di Indonesia, yang sebagian besar disebabkan oleh keterlambatan dalam penanganan akibat kurangnya pengetahuan akan deteksi dini. Pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) merupakan metode skrining yang sederhana, terjangkau, dan cukup efektif untuk mengenali gejala awal kanker serviks, khususnya di komunitas dengan akses terbatas terhadap fasilitas kesehatan lanjutan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi komprehensif mengenai upaya pencegahan kanker serviks melalui pendekatan promotif dan preventif berbasis IVA. Penyuluhan dilakukan kepada perempuan usia produktif dengan metode interaktif yang mencakup penyampaian materi, diskusi kelompok, serta simulasi prosedur pemeriksaan secara umum. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya skrining rutin, pengenalan gejala awal, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan secara mandiri. Program ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini dan menjadi bagian dari strategi pemberdayaan perempuan dalam menjaga kesehatan reproduksi mereka secara berkelanjutan